Sesuai dengan judul yang aku posting ini, mungkin beberapa dari kalian belum menyadari bahwa untuk Ujian Nasional tahun pelajaran 2011/2012 dan seterusnya mulai meningkatkan standard kelulusan dengan menambahkan sistem dalam pelaksanaan ujian nasional. Dalam tahun ini (2012 yang tepatnya pada tahun ajaran 2011/2012), pemerintah meningkatkan syarat kelulusan yang awalnya 5,5 menjadi 6,0. Tidak disangka kan jika kelulusan sekarang ini mulai meningkat menjadi 6,0? Memang kelihatannya ini sangat rumit sekali bagi murid-murid yang memiliki pengetahuan dasar rendah untuk mencapai nilai seperti itu. Padahal, 5,5 dianggap nilai untuk murid-murid untuk memiliki kemampuan rata-rata. Nah, untuk nilai 6,0 merupakan nilai untuk murid yang memiliki kemampuan yang ahli dalam kemampuan dasar. Tapi kau tau? Indonesia sebenarnya merupakan negara yang pintar sehingga pemerintah mau meningkatkan mutu pendidikan di negara ini. Namun sebagian dari kita ada orang yang memiliki pengetahuan yang rendah jika ditinjau dari beberapa faktor dan aspek tertentu. Aku tidak menjelaskan disini namun pada dasarnya pasti kalian akan tahu mengapa sebagian dari kita memiliki pengetahuan yang sangat minim.
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
150 Paket Soal Ujian Nasional? Benar atau Sekedar HOAX?
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
7:12:00 pm
Bendera Merah Putih Indonesia
Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang secara singkat disebut Bendera Negara, adalah Sang Merah Putih. Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
11:08:00 am
Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.


Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.
Isi
Sumpah Pemuda versi orisinal :
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:
Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Sejarah Sumpah Pemuda
Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Rapat Ketiga, Gedung Indonesisch Huis Kramat
Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia
Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie namun sampai saat ini tidak diketahui latar belakang organisasi yang mengutus mereka. Sementara Kwee Thiam Hiong hadir sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab
Johanna Masdani Tumbuan termasuk di antara 71 pemuda yang hadir dalam Kongres Pemuda Kedua, Oktober 1928 dan turut serta mengikrarkan Sumpah Pemuda yang berlangsung di sebuah gedung yang terletak di Jalan Kramat Raya no. 106 Jakarta Pusat
Johanna Masdani Tumbuan menjadi seorang saksi sejarah detik-detik Proklamasi Indonesia yang dilakukan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945. Johanna Masdani Tumbuan juga ikut serta menyusun konsep pembangunan Tugu Proklamasi yang sederhana di depan rumah Bung Karno di Jl. Pegangsaan Timur (kini Jl. Proklamasi) no. 56, Jakarta. Tugu ini kemudian dibongkar oleh Bung Karno, namun dibangun kembali pada tahun 1980-an. Baca juga pada Sejarah Perjuangan Pemuda Indonesia dan Sumpah Pemuda oleh David DS Lumoindong
Bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya Sumpah Pemuda, adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong
Gedung Kramat 106 sempat dipugar Pemda DKI Jakarta 3 April-20 Mei 1973 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda. Gedung ini kembali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974. Dalam perjalanan sejarah, Gedung Sumpah Pemuda pernah dikelola Pemda DKI Jakarta, dan saat ini dikelola Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.
Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
1. Abdul Muthalib Sangadji
2. Purnama Wulan
3. Abdul Rachman
4. Raden Soeharto
5. Abu Hanifah
6. Raden Soekamso
7. Adnan Kapau Gani
8. Ramelan
9. Amir (Dienaren van Indie)
10. Saerun (Keng Po)
11. Anta Permana
12. Sahardjo
13. Anwari
14. Sarbini
15. Arnold Manonutu
16. Sarmidi Mangunsarkoro
17. Assaat
18. Sartono
19. Bahder Djohan
20. S.M. Kartosoewirjo
21. Dali
22. Setiawan
23. Darsa
24. Sigit (Indonesische Studieclub)
25. Dien Pantouw
26. Siti Sundari
27. Djuanda
28. Sjahpuddin Latif
29. Dr.Pijper
30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
31. Emma Puradiredja
32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
33. Halim
34. R.M. Djoko Marsaid
35. Hamami
36. Soekamto
37. Jo Tumbuhan
38. Soekmono
39. Joesoepadi
40. Soekowati (Volksraad)
41. Jos Masdani
42. Soemanang
43. Kadir
44. Soemarto
45. Karto Menggolo
46. Soenario (PAPI & INPO)
47. Kasman Singodimedjo
48. Soerjadi
49. Koentjoro Poerbopranoto
50. Soewadji Prawirohardjo
51. Martakusuma
52. Soewirjo
53. Masmoen Rasid
54. Soeworo
55. Mohammad Ali Hanafiah
56. Suhara
57. Mohammad Nazif
58. Sujono (Volksraad)
59. Mohammad Roem
60. Sulaeman
61. Mohammad Tabrani
62. Suwarni
63. Mohammad Tamzil
64. Tjahija
65. Muhidin (Pasundan)
66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
67. Mukarno
68. Wilopo
69. Muwardi
70. Wage Rudolf Soepratman
71. Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
Kong Liong. DSMLMD BLOG
2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
yaitu :
a. Kwee Thiam Hong
b. Oey Kay Siang
c. John Lauw Tjoan Hok
d. Tjio Djien kwie
Sumber :
http://sumpahpemuda.org/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda
http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/10/sejarah-sumpah-pemuda.html

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.
Isi
Sumpah Pemuda versi orisinal :
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:
Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Sejarah Sumpah Pemuda
Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Rapat Ketiga, Gedung Indonesisch Huis Kramat
Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia
Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie namun sampai saat ini tidak diketahui latar belakang organisasi yang mengutus mereka. Sementara Kwee Thiam Hiong hadir sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab
Johanna Masdani Tumbuan termasuk di antara 71 pemuda yang hadir dalam Kongres Pemuda Kedua, Oktober 1928 dan turut serta mengikrarkan Sumpah Pemuda yang berlangsung di sebuah gedung yang terletak di Jalan Kramat Raya no. 106 Jakarta Pusat
Johanna Masdani Tumbuan menjadi seorang saksi sejarah detik-detik Proklamasi Indonesia yang dilakukan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945. Johanna Masdani Tumbuan juga ikut serta menyusun konsep pembangunan Tugu Proklamasi yang sederhana di depan rumah Bung Karno di Jl. Pegangsaan Timur (kini Jl. Proklamasi) no. 56, Jakarta. Tugu ini kemudian dibongkar oleh Bung Karno, namun dibangun kembali pada tahun 1980-an. Baca juga pada Sejarah Perjuangan Pemuda Indonesia dan Sumpah Pemuda oleh David DS Lumoindong
Bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya Sumpah Pemuda, adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong
Gedung Kramat 106 sempat dipugar Pemda DKI Jakarta 3 April-20 Mei 1973 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda. Gedung ini kembali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974. Dalam perjalanan sejarah, Gedung Sumpah Pemuda pernah dikelola Pemda DKI Jakarta, dan saat ini dikelola Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.
Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
1. Abdul Muthalib Sangadji
2. Purnama Wulan
3. Abdul Rachman
4. Raden Soeharto
5. Abu Hanifah
6. Raden Soekamso
7. Adnan Kapau Gani
8. Ramelan
9. Amir (Dienaren van Indie)
10. Saerun (Keng Po)
11. Anta Permana
12. Sahardjo
13. Anwari
14. Sarbini
15. Arnold Manonutu
16. Sarmidi Mangunsarkoro
17. Assaat
18. Sartono
19. Bahder Djohan
20. S.M. Kartosoewirjo
21. Dali
22. Setiawan
23. Darsa
24. Sigit (Indonesische Studieclub)
25. Dien Pantouw
26. Siti Sundari
27. Djuanda
28. Sjahpuddin Latif
29. Dr.Pijper
30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
31. Emma Puradiredja
32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
33. Halim
34. R.M. Djoko Marsaid
35. Hamami
36. Soekamto
37. Jo Tumbuhan
38. Soekmono
39. Joesoepadi
40. Soekowati (Volksraad)
41. Jos Masdani
42. Soemanang
43. Kadir
44. Soemarto
45. Karto Menggolo
46. Soenario (PAPI & INPO)
47. Kasman Singodimedjo
48. Soerjadi
49. Koentjoro Poerbopranoto
50. Soewadji Prawirohardjo
51. Martakusuma
52. Soewirjo
53. Masmoen Rasid
54. Soeworo
55. Mohammad Ali Hanafiah
56. Suhara
57. Mohammad Nazif
58. Sujono (Volksraad)
59. Mohammad Roem
60. Sulaeman
61. Mohammad Tabrani
62. Suwarni
63. Mohammad Tamzil
64. Tjahija
65. Muhidin (Pasundan)
66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
67. Mukarno
68. Wilopo
69. Muwardi
70. Wage Rudolf Soepratman
71. Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
Kong Liong. DSMLMD BLOG
2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
yaitu :
a. Kwee Thiam Hong
b. Oey Kay Siang
c. John Lauw Tjoan Hok
d. Tjio Djien kwie
Sumber :
http://sumpahpemuda.org/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda
http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/10/sejarah-sumpah-pemuda.html
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
10:32:00 am
Situs Kamus Bahasa Sunda-Indonesia dan Indonesia-Sunda Online
Bahasa Sunda adalah sebuah bahasa dituturkan oleh sekitar 27 juta orang dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Sesuai dengan sejarah kebudayaannya, bahasa Sunda dituturkan di provinsi Banten khususnya di kawasan selatan provinsi tersebut, sebagian besar wilayah Jawa Barat (kecuali kawasan pantura yang merupakan daerah tujuan urbanisasi di mana penutur bahasa ini semakin berkurang), dan melebar hingga batas Kali Pemali (Cipamali) di wilayah Brebes, Jawa Tengah.
Namun, tidak semua masyarakat dapat memahami bahasa sunda secara keseluruhan dikarenakan banyak orang yang tinggal di daerah sunda namun bukan merupakan orang khas sunda. Seperti contoh saja, kebanyakan orang jawa menetap di daerah sunda dikarenakan karena sesuatu hal seperti mencari pekerjaan, mencari rumah, atau lain sebagainya. Ketika sedang berkomunikasi dengan orang sunda dengan menggunakan bahasa sunda tentu saja orang tersebut tidak tahu apa yang dia ucapkan. Terutama juga, kebanyakan di daerah sunda ini banyak sekali sekolah yang menyediakan pelajaran bahasa sunda agar mereka dapat memahami bahasa-bahasa sunda. Seorang pelajar dapat menguasai bahasa sunda dari SD hingga SMA sampai dengan mereka mempergunakan untuk kehidupan sehari-hari.
Anehnya, tidak semua orang dapat menguasai bahasa sunda terutama pelajar apalagi saat mereka berada di tingkat SMA. Sungguh di sayangkan, banyak sekali pelajar menganggap remeh pelajaran bahasa sunda hingga menganggap pelajaran itu sulit bagi mereka pelajari karena tingkat kesulitan yang begitu tinggi saat mereka mempelajari pelajaran tersebut. Jika sistem pembelajaran bahasa sunda di sekolah terutama pada tingkat SD dibuat mudah dan dapat dipahami hingga mereka mampu berbahasa sunda maka pelajaran bahasa sunda dianggap mudah bagi mereka. Murid juga dapat memahami dan mempelajari bahasa sunda dengan mudah jika guru atau media yang digunakan menggunakan dwibahasa antara sunda dengan Indonesia.
Bagi kalian yang ingin mengetahui sekaligus mempelajari kosakata bahasa sunda dari bahasa sunda ke indonesia ataupun dari indonesia ke sunda dapat kalian kunjungi di situs yang sudah saya berikan. Inilah situs translate atau terjemahan atau kamus bahasa sunda-indonesia atau indonesia-sunda.
- http://www.kamusbahasasunda.com/
Situs itu merupakan situs terjamahan kosakata bahasa sunda dari sunda ke indonesia maupun indonesia ke sunda. Hanya kosakata yang diterjemahkan, jadi kalian tinggal masukan salah satu kata sunda ataupun indonesia yang mau di translate ke box text maka denagn otomatis akan diterjemahkan denagn sendirinya. Kalian juga bisa mengubah dari sunda ke indonesia atau sebaliknya denagn mengeklik tombol panah di antara tulisan sunda dan indonesia itu. Jika terjemahan otomatis tidak muncul, kalian bisa menekan tombol enter pada box text.
- http://tarjamah.sabilulungan.org/
Situs ini merupakan situs terjemahan bahasa sunda dari indonesia ke sunda saja. Terjemahan ini bisa meliputi terjemahan kata, kalimat, maupun paragraf. Bisa juga menterjemahkan situs berbahasa indonesia ke dalam bahasa sunda. Caranya, tinggal masukan tautan ke dalam box text yang bertuliskan "http://" kemudian klik Kintun maka situs berbahasa indonesia akan berubah menjadi situs bahasa sunda. Begitupun jika kalian ingin menerjemahkan kata, kalimat, atau paragraf dari indonesia ke sunda. Anda tinggal klik kintun maka anda dapat melihat hasil terjemahannya.
Namun, tidak semua masyarakat dapat memahami bahasa sunda secara keseluruhan dikarenakan banyak orang yang tinggal di daerah sunda namun bukan merupakan orang khas sunda. Seperti contoh saja, kebanyakan orang jawa menetap di daerah sunda dikarenakan karena sesuatu hal seperti mencari pekerjaan, mencari rumah, atau lain sebagainya. Ketika sedang berkomunikasi dengan orang sunda dengan menggunakan bahasa sunda tentu saja orang tersebut tidak tahu apa yang dia ucapkan. Terutama juga, kebanyakan di daerah sunda ini banyak sekali sekolah yang menyediakan pelajaran bahasa sunda agar mereka dapat memahami bahasa-bahasa sunda. Seorang pelajar dapat menguasai bahasa sunda dari SD hingga SMA sampai dengan mereka mempergunakan untuk kehidupan sehari-hari.
Anehnya, tidak semua orang dapat menguasai bahasa sunda terutama pelajar apalagi saat mereka berada di tingkat SMA. Sungguh di sayangkan, banyak sekali pelajar menganggap remeh pelajaran bahasa sunda hingga menganggap pelajaran itu sulit bagi mereka pelajari karena tingkat kesulitan yang begitu tinggi saat mereka mempelajari pelajaran tersebut. Jika sistem pembelajaran bahasa sunda di sekolah terutama pada tingkat SD dibuat mudah dan dapat dipahami hingga mereka mampu berbahasa sunda maka pelajaran bahasa sunda dianggap mudah bagi mereka. Murid juga dapat memahami dan mempelajari bahasa sunda dengan mudah jika guru atau media yang digunakan menggunakan dwibahasa antara sunda dengan Indonesia.
Bagi kalian yang ingin mengetahui sekaligus mempelajari kosakata bahasa sunda dari bahasa sunda ke indonesia ataupun dari indonesia ke sunda dapat kalian kunjungi di situs yang sudah saya berikan. Inilah situs translate atau terjemahan atau kamus bahasa sunda-indonesia atau indonesia-sunda.
- http://www.kamusbahasasunda.com/
Situs itu merupakan situs terjamahan kosakata bahasa sunda dari sunda ke indonesia maupun indonesia ke sunda. Hanya kosakata yang diterjemahkan, jadi kalian tinggal masukan salah satu kata sunda ataupun indonesia yang mau di translate ke box text maka denagn otomatis akan diterjemahkan denagn sendirinya. Kalian juga bisa mengubah dari sunda ke indonesia atau sebaliknya denagn mengeklik tombol panah di antara tulisan sunda dan indonesia itu. Jika terjemahan otomatis tidak muncul, kalian bisa menekan tombol enter pada box text.
- http://tarjamah.sabilulungan.org/
Situs ini merupakan situs terjemahan bahasa sunda dari indonesia ke sunda saja. Terjemahan ini bisa meliputi terjemahan kata, kalimat, maupun paragraf. Bisa juga menterjemahkan situs berbahasa indonesia ke dalam bahasa sunda. Caranya, tinggal masukan tautan ke dalam box text yang bertuliskan "http://" kemudian klik Kintun maka situs berbahasa indonesia akan berubah menjadi situs bahasa sunda. Begitupun jika kalian ingin menerjemahkan kata, kalimat, atau paragraf dari indonesia ke sunda. Anda tinggal klik kintun maka anda dapat melihat hasil terjemahannya.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
9:25:00 pm
Salam Pramuka
Salam (Penghormatan) wajib dilakukan bagi semua anggota Pramuka. Salam adalah suatu perwujudan dari penghargaan seseorang kepada orang lain atau dasar tata susila yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Salam Pramuka adalah perwujudan dari penghargaan seseorang Pramuka kepada Pramuka lainnya. Biasanya salam pramuka diberikan dengan memberikan hormat sambil meneriakkan "Salam pramuka!" yang diberi salam akan menjawab dengan meneriakkan "Salam!" sambil menghormat juga.
Fungsi Salam Pramuka
Salam untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh keikhlasan. Dalam menyampaikan salam, baik yang memakai topi atau tidak, adalah sama yaitu dengan cara melakukan gerakan penghormatan.
Macam-macam Salam Pramuka
Dalam Gerakan Pramuka kita mengenal 3 macam salam pramuka, yaitu :
1.Salam Biasa
Dipergunakan apabila seorang pramuka jumpa dengan pramuka lain, untuk pertama kali atau yang terakhir kali pada hari itu. Siapa yang melihat dulu dialah yang harus memberi salam terlebih dahulu tanpa aba-aba, tidak pandang pangkat, tua maupun muda Salam tersebut dapat diberikan sambil berjalan, sedang duduk, naik sepeda ataupun kendaraan. Jadi tidak harus berdiri.
Cara memberikan salam adalah dengan mengayunkan tangan kan ke arah pelipis kanan. Kelima jari rapat dan lurus dengan lengan ke bawah. Telapak tangan menghadap ke bawah, ujung jari telunjuk menyentuh pelipis. Lengan kanan atas membuata siku-siku pada ketiak. Siku kita agak ke depan sedikit. Jika tangan kanan membawa tongkat , maka tongkat itu diangkat lurus ke atas kira-kira sepuluh cm. Tangan kiri letakkan merata ke depan dada dengan telapa tangan menghadap bawah dan ujung ibu jari menempel pada tongkat. Jika tangan kanan membawa atau memegang sesuatu, kita boleh hanya kepala saja atau mengucapkan salam ataupun melambaikan tangan kiri.
2. Salam Hormat
Salam ini dipergunakan apabila seorang pramuka :
bertemu dengan seorang yang wajib dihormati, melihat bendera merah putih sedang dikibarkan atau diturunkan. Kalau kebetulan sedang mengerjakan sesuatu , lalu mendengar tanda sang merah putih dikibarkan atau diturunkan, maka dia harus berhenti sebentar dari kesibukannya, segera berdiri tegak di tempat menghadap bendera dan memberi salam hormat mengikuti naik dan turunnya Sang Merah Putih. mendengar lagu Indonesia Raya, kalau ikut menyanyi tidak perlu memberi salam bertemu jenazah.
Cara memberikan salam sama dengan salam biasa tetapi badan harus tegak dengan sikap sempurna.
3. Salam Janji
Dipergunakan apabila seorang pramuka mendengar temannya mengucapkan Janji Tri Satya. Begitu mendengarkan ucapan "demi kehormatanku aku berjanji......" maka semua Pramuka yang hadir wajib memberikan Salam Janji secara otomatis walaupun tanpa aba-aba.
Cara memberi salam sama dengan salam hormat. Jika tangan kanan membawa tongkat, maka tongkat itu dipegang tangan kiri dan dimiringkan bagian atasnya ke kiri. Kemudian dengan tangan kana memberikan salam janji, sesudah selesai kembali memegang tongkat kembali.
Cara memberikan salam pramuka secara umum
1. Posisi siap, tangan kiri lurus ke bawah tangan kanan diangkat pada pelipis, posisi telapak tangan miring, telapak tangan terbuka, punggung tangan di bagian atas.
2. Ketika membawa tongkat; tongkat diangkat dengan tangan kanan dan tangan kiri melintang di depan dada.
3. Untuk salam penghormatan kepada Bendera merah putih, ketika membawa tongkat, tongkat di pindah ke tangan kiri, dengan ujung tongkat masih tetap di depan kaki kanan, dan tangan kanan diangkat pada pelipis, seperti pada posisi ketika tidak membawa tongkat.
4. Dalam keadaan yang tidak memungkinkan (dalam keadaan duduk atau di atas kendaraan), salam pramuka dapat diberikan hanya dengan mengangkat tangan pada pelipis sambil mengucapkan "Salam Pramuka" dan tanpa perlu berdiri.
Salam Pramuka dilaksanakan dengan sikap :
1. Rajin (menurut aturannya).
2. Tertib (pada tempat yang layak).
3. Sempurna (tidak canggung).
4. Sopan (bermuka manis, gembira, dan tersenyum).
Fungsi Salam Pramuka
Salam untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh keikhlasan. Dalam menyampaikan salam, baik yang memakai topi atau tidak, adalah sama yaitu dengan cara melakukan gerakan penghormatan.
Macam-macam Salam Pramuka
Dalam Gerakan Pramuka kita mengenal 3 macam salam pramuka, yaitu :
1.Salam Biasa
Dipergunakan apabila seorang pramuka jumpa dengan pramuka lain, untuk pertama kali atau yang terakhir kali pada hari itu. Siapa yang melihat dulu dialah yang harus memberi salam terlebih dahulu tanpa aba-aba, tidak pandang pangkat, tua maupun muda Salam tersebut dapat diberikan sambil berjalan, sedang duduk, naik sepeda ataupun kendaraan. Jadi tidak harus berdiri.
Cara memberikan salam adalah dengan mengayunkan tangan kan ke arah pelipis kanan. Kelima jari rapat dan lurus dengan lengan ke bawah. Telapak tangan menghadap ke bawah, ujung jari telunjuk menyentuh pelipis. Lengan kanan atas membuata siku-siku pada ketiak. Siku kita agak ke depan sedikit. Jika tangan kanan membawa tongkat , maka tongkat itu diangkat lurus ke atas kira-kira sepuluh cm. Tangan kiri letakkan merata ke depan dada dengan telapa tangan menghadap bawah dan ujung ibu jari menempel pada tongkat. Jika tangan kanan membawa atau memegang sesuatu, kita boleh hanya kepala saja atau mengucapkan salam ataupun melambaikan tangan kiri.
2. Salam Hormat
Salam ini dipergunakan apabila seorang pramuka :
bertemu dengan seorang yang wajib dihormati, melihat bendera merah putih sedang dikibarkan atau diturunkan. Kalau kebetulan sedang mengerjakan sesuatu , lalu mendengar tanda sang merah putih dikibarkan atau diturunkan, maka dia harus berhenti sebentar dari kesibukannya, segera berdiri tegak di tempat menghadap bendera dan memberi salam hormat mengikuti naik dan turunnya Sang Merah Putih. mendengar lagu Indonesia Raya, kalau ikut menyanyi tidak perlu memberi salam bertemu jenazah.
Cara memberikan salam sama dengan salam biasa tetapi badan harus tegak dengan sikap sempurna.
3. Salam Janji
Dipergunakan apabila seorang pramuka mendengar temannya mengucapkan Janji Tri Satya. Begitu mendengarkan ucapan "demi kehormatanku aku berjanji......" maka semua Pramuka yang hadir wajib memberikan Salam Janji secara otomatis walaupun tanpa aba-aba.
Cara memberi salam sama dengan salam hormat. Jika tangan kanan membawa tongkat, maka tongkat itu dipegang tangan kiri dan dimiringkan bagian atasnya ke kiri. Kemudian dengan tangan kana memberikan salam janji, sesudah selesai kembali memegang tongkat kembali.
Cara memberikan salam pramuka secara umum
1. Posisi siap, tangan kiri lurus ke bawah tangan kanan diangkat pada pelipis, posisi telapak tangan miring, telapak tangan terbuka, punggung tangan di bagian atas.
2. Ketika membawa tongkat; tongkat diangkat dengan tangan kanan dan tangan kiri melintang di depan dada.
3. Untuk salam penghormatan kepada Bendera merah putih, ketika membawa tongkat, tongkat di pindah ke tangan kiri, dengan ujung tongkat masih tetap di depan kaki kanan, dan tangan kanan diangkat pada pelipis, seperti pada posisi ketika tidak membawa tongkat.
4. Dalam keadaan yang tidak memungkinkan (dalam keadaan duduk atau di atas kendaraan), salam pramuka dapat diberikan hanya dengan mengangkat tangan pada pelipis sambil mengucapkan "Salam Pramuka" dan tanpa perlu berdiri.
Salam Pramuka dilaksanakan dengan sikap :
1. Rajin (menurut aturannya).
2. Tertib (pada tempat yang layak).
3. Sempurna (tidak canggung).
4. Sopan (bermuka manis, gembira, dan tersenyum).
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
7:35:00 pm
Isi Dwisatya, Trisatya, Dwi Dharma, dan Dasa Dharma
Untuk Siaga
Dwi Satya
Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga;
-Setiap hari berbuat kebaikan.
Dwi Darma
1. Siaga itu menurut Ayah Ibundanya
2. Siaga itu berani dan tidak putus asa
Untuk Penggalang
Trisatya
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila;
-Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat;
-Menepati Dasa Dharma.
Dasa Dharma
Pramuka itu :
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil, dan gembira
7. Hemat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat di percaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Untuk Penegak
Trisatya
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjalankan pancasila;
-Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat;
-Menepati Dasa Dharma.
Dasa Dharma
Pramuka itu :
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil, dan gembira
7. Hemat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat di percaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Dwi Satya
Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga;
-Setiap hari berbuat kebaikan.
Dwi Darma
1. Siaga itu menurut Ayah Ibundanya
2. Siaga itu berani dan tidak putus asa
Untuk Penggalang
Trisatya
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila;
-Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat;
-Menepati Dasa Dharma.
Dasa Dharma
Pramuka itu :
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil, dan gembira
7. Hemat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat di percaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Untuk Penegak
Trisatya
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjalankan pancasila;
-Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat;
-Menepati Dasa Dharma.
Dasa Dharma
Pramuka itu :
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil, dan gembira
7. Hemat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin berani dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat di percaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
6:53:00 pm
Dasar Hukum Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI
Dasar Hukum Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI tergambarkan secara jelas di dalam pembukaan UUD 1945 Alinea 1 dan Alinea 4. Alinea 1 menyatakan bahwa “kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan” dan alinea 4 menyatakan “dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Dari 2 kutipan tersebut dijelaskan bahwa politik luar negeri RI mempunyai landasan atau dasar hukum yang kuat, karena diatur didalam UUD 1945. Selain dalam pembukaan, terdapat juga dalam beberapa pasal contohnya pasal 11 ayat 1, 2, 3 dan pasal 13 ayat 1, 2, 3.
Pasal 11
1. Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.
2. Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara, dan/atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang harus dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. (A-3)
3. Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan undang-undang. (A-3)
Pasal 13
1. Presiden mengangkat duta dan konsul.
2. Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.(A-1)
3. Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.(A-1)
(A-1) : Amandemen ke 1
(A-3) : Amandemen ke 3
Politik Luar Negeri di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2004 – 2009, dalam visi dan misi beliau diantaranya dengan melakukan usaha memantapkan politik luar negeri. Yaitu dengan cara meningkatkan kerjasama internasional dan meningkatkan kualitas diplomasi Indonesia dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional. Prestasi Indonesia sejak 1 Januari 2007 menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, dimana Republik Indonesia dipilih oleh 158 negara anggota PBB. Tugas Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB adalah :
1. Ketua Komite Sanksi Rwanda
2. Ketua komite kerja untuk pasukan penjaga perdamaian
3. Ketua Komite penjatuhan sanksi untuk Sierra Leone
4. Wakil Ketua Komite penyelesaian konfik Sudan
5. Wakil Ketua Komite penyelesaian konflik Kongo
6. Wakil Kertua Komite penyelesaian konflik Guinea Bissau
Baru-baru ini Indonesia berani mengambil sikap sebagai satu-satunya negara anggota tidak tetap DK PBB yang bersikap abstain ketika semua Negara lainnya memberikan dukungan untuk memberi sanksi pada Iran. Ciri-ciri Politik Bebas Aktif Republik Indonesia Dalam berbagai uraian tentang politik Luar Negeri yang bebas aktif , maka Bebas dan Aktif disebut sebagai sifat politik luar negeri Republik Indonesia. Bahkan di belakang kata bebas dan aktif masih ditambahkan dengan sifat-sifat yang lain, misalnya anti kolonialisme, anti imperialisme. Dalam dokumen Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1989) yang telah ditetapkan oleh Menteri Luar Negeri RI tanggal 19 Mei 1983, dijelaskan bahwa sifat Politik Luar Negeri adalah:
1. Bebas Aktif
2. Anti kolonialisme
3. Mengabdi kepada Kepentingan Nasional dan
4. Demokratis
Dalam risalah Politik Luar Negeri yang disusun oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Masalah Luar Negeri Departemen Luar Negeri, Suli Sulaiman yang disebut sifat politik luar negeri hanya Bebas Aktif serta anti kolonialisme dan anti Imperialisme. Sementara M. Sabir lebih cenderung untuk menggunakan istilah ciri-ciri dan sifat secara terpisah. Menurut M Sabir, ciri atau ciri-ciri khas biasanya disebut untuk sifat yang lebih permanen, sedangkan kata sifat memberi arti sifat biasa yang dapat berubah-ubah. Dengan demikian karena bebas dan aktif merupakan sifat yang melekat secara permanen pada batang tubuh politik bebas aktif, penulis menggolongkannya sebagai ciri-ciri politik bebas-aktif sedangkan Anti Kolonialisme dan Anti Imperialisme disebutnya sebagai sifat.
Pasal 11
1. Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.
2. Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara, dan/atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang harus dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. (A-3)
3. Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan undang-undang. (A-3)
Pasal 13
1. Presiden mengangkat duta dan konsul.
2. Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.(A-1)
3. Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.(A-1)
(A-1) : Amandemen ke 1
(A-3) : Amandemen ke 3
Politik Luar Negeri di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2004 – 2009, dalam visi dan misi beliau diantaranya dengan melakukan usaha memantapkan politik luar negeri. Yaitu dengan cara meningkatkan kerjasama internasional dan meningkatkan kualitas diplomasi Indonesia dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional. Prestasi Indonesia sejak 1 Januari 2007 menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, dimana Republik Indonesia dipilih oleh 158 negara anggota PBB. Tugas Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB adalah :
1. Ketua Komite Sanksi Rwanda
2. Ketua komite kerja untuk pasukan penjaga perdamaian
3. Ketua Komite penjatuhan sanksi untuk Sierra Leone
4. Wakil Ketua Komite penyelesaian konfik Sudan
5. Wakil Ketua Komite penyelesaian konflik Kongo
6. Wakil Kertua Komite penyelesaian konflik Guinea Bissau
Baru-baru ini Indonesia berani mengambil sikap sebagai satu-satunya negara anggota tidak tetap DK PBB yang bersikap abstain ketika semua Negara lainnya memberikan dukungan untuk memberi sanksi pada Iran. Ciri-ciri Politik Bebas Aktif Republik Indonesia Dalam berbagai uraian tentang politik Luar Negeri yang bebas aktif , maka Bebas dan Aktif disebut sebagai sifat politik luar negeri Republik Indonesia. Bahkan di belakang kata bebas dan aktif masih ditambahkan dengan sifat-sifat yang lain, misalnya anti kolonialisme, anti imperialisme. Dalam dokumen Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1989) yang telah ditetapkan oleh Menteri Luar Negeri RI tanggal 19 Mei 1983, dijelaskan bahwa sifat Politik Luar Negeri adalah:
1. Bebas Aktif
2. Anti kolonialisme
3. Mengabdi kepada Kepentingan Nasional dan
4. Demokratis
Dalam risalah Politik Luar Negeri yang disusun oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Masalah Luar Negeri Departemen Luar Negeri, Suli Sulaiman yang disebut sifat politik luar negeri hanya Bebas Aktif serta anti kolonialisme dan anti Imperialisme. Sementara M. Sabir lebih cenderung untuk menggunakan istilah ciri-ciri dan sifat secara terpisah. Menurut M Sabir, ciri atau ciri-ciri khas biasanya disebut untuk sifat yang lebih permanen, sedangkan kata sifat memberi arti sifat biasa yang dapat berubah-ubah. Dengan demikian karena bebas dan aktif merupakan sifat yang melekat secara permanen pada batang tubuh politik bebas aktif, penulis menggolongkannya sebagai ciri-ciri politik bebas-aktif sedangkan Anti Kolonialisme dan Anti Imperialisme disebutnya sebagai sifat.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
2:08:00 pm
Peninggalan Kebudayaan dan Tradisi Nenek Moyang Negara Indonesia
Peninggalan dan perkembangan prasejarah
Sebelum mengetahui kebudayaan dan perkembangan sejarah, kita perlu memgetahui pengertian prasejarah kemudian dilanjutkan dengan perkembangan dan kebudayaan pada zaman prasejarah..
Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup.
Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur baru memasuki era sejarah.
Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah.
Menurut periodisasinya, zaman perkembangan prasejarah Indonesia dibagi menjadi beberapa ilmu pengetahuan, Geologi dan Arkeologi. Dibawah ini ada beberapa
Geologi
Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari :
1. Arkhaikum
Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan.
2. Paleozoikum
Paleozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman primer atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.
3. Mesozoikum
Mesozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan berlangsung selama kira-kira 140 juta tahun, antara 251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Pada zaman pertengahan ini, reptil berkembang dan menyebar ke seluruh dunia sehingga pada zaman ini sering pula disebut sebagai zaman reptil.
4. Neozoikum
Neozoikum atau zaman hidup pertengahan dibagi menjadi menjadi dua zaman, yaitu zaman Tersier dan zaman Kuartier. Zaman Tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun. Zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui.
Sementara itu, Zaman Kuartier ditandai dengan munculnya manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Zaman ini kemudian dibagi lagi menjadi dua zaman, yaitu zaman Pleitosen dan Holosin. Zaman Pleitosen (Dilluvium) berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba.
Zaman pleistosen ditandai dengan meluasnya lapisan es di kedua kutub Bumi (zaman glacial) dan diseling dengan zaman ketika es kembali mencair (zaman interglacial). Keadaan ini silih berganti selama zaman pleistosin sampai empat kali. Di daerah tropika zaman glacial ini berupa zaman hujan (zaman pluvial) yang diseling dengan zaman kering (interpluvial).
Pada zaman glacial permukaan air laut telah menurun dengan drastis sehingga hanyak dasar laut yang kering menjadi daratan. Di Indonesia bagian barat dasar laut yang mengering itu disebut Dataran Sunda, sedangkan di Indonesia bagian timur disebut Dataran Sahul. Dataran Sunda telah menyebabkan kepulauan Indonesia bagian barat menjadi satu dengan Benua Asia, sedangkan Dataran Sahul telah pula menghubungkan kepulauan Indonesia bagian timur dengan Benua Australia. Itulah sebabnya fauna dan flora Indonesia barat mirip dengan fauna dan flora Asia dan sebaliknya fauna dan flora Indonesia timur mirip dengan Australia. Manusia yang hidup zaman pleistosin adalah spesies homo erectus, yang menjadi pendukung kebudayaan batu tua (Palaeolithicum).
Zaman pleistosin berakhir 10.000 tahun Sebelum Masehi kemudian diikuti oleh datangnya zaman Alluvium atau zaman Holosin yang masih berlangsung sampai sekarang. Dari zaman ini muncullah nenek moyang manusia sekarang, yaitu spesies homo sapiens atau makhluk cerdas.
Arkeologi
1. Zaman Batu
Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas :
1. Zaman batu tua (Paleolitikum)
Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri.
2. Zaman batu tengah (mesolitikum)
Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).
3. Zaman batu baru (Neolitikum)
Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).
2. Zaman Logam
Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas :
1. Zaman tembaga
Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.
2. Zaman perunggu
Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
3. Zaman besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
Antara zaman neolithicum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithicum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalithicum justru pada zaman logam.
Secara geologi, wilayah barat Indonesia moderen muncul kira-kira sekitar kala Pleistosen terhubung dengan Asia Daratan. Wilayah ini sekarang mencakup Pulau-pulau besar Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan ribuan pulau-pulau yang lebih kecil lainnya. Batas daratan lama ini sekarang dikenal sebagai Garis Wallace. Sementara itu, wilayah timur Indonesia, yang mencakup Pulau Papua dan Kepulauan Aru sekarang, secara geografis terhubung dengan benua Australia dan berumur lebih tua.
Makhluk mirip manusia yang menghuni wilayah ini yang diketahui adalah manusia Jawa, yang hidup sekitar 500.000 tahun lalu. Fosil-fosil Homo erectus ditemukan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di lembah sepanjang Bengawan Solo, seperti di Sangiran. Fosil Homo sapiens pertama ditemukan di dekat Mojokerto (Wajak), di tepian Sungai Brantas.
Pendatang berupa manusia modern yang keturunannya masih hidup pada masa kini masuk ke Nusantara paling cepat sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Berdasarkan kemiripan peninggalan temuan gambaran-gambaran di gua, mereka diperkirakan merupakan pendahulu dari penghuni wilayah Melanesia dan Australia asli sekarang. Kebudayaan yang didukung adalah Paleolitikum (Batu Tua).
Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnya Zaman Es.
Para cendekiawan India telah menulis tentang Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa di pulau Jawa dan Sumatra sekitar 200 SM. Kerajaan Tarumanagara menguasai wilayah Sunda sekitar tahun 400 sampai tahun 600 yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Pada tahun 425 agama Buddha telah mencapai wilayah tersebut.
Peninggalan masa prasejarah Nusantara diketahui dari berbagai temuan-temuan coretan/lukisan di dinding gua atau ceruk di tebing-tebing serta dari penggalian-penggalian pada situs-situs purbakala.
Beberapa lokasi penemuan sisa-sisa prasejarah Nusantara :
1. Situs Gua Putri, Baturaja, Sumatera Selatan
2. Lembah Sangiran, sekarang menjadi Taman Purbakala Sangiran
3. Situs Purbakala Wajak, Mojokerto
4. Liang Bua, Pulau Flores
5. Gua Leang-leang, Sulawesi
6. Situs Gua-gua Sangkulirang, Kutai Timur
7. Situs Pasemah di Lampung
8. Situs Cipari, Kuningan, Jawa Barat
9. Situs Goa Pawon, Bandung, Jawa Barat
10.Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat
11.Situs Gilimanuk, Jembrana, Bali
12.Situs Gua-gua Biak, Papua (40.000-30.000 SM)
13.Situs Lukisan tepi pantai di Raja Ampat, Papua Barat
14.Situs Tutari, Kabupaten Jayapura, (periode Megalitikum)
15.Gua Babi di Gunung Batu Buli, desa Randu, Muara Uya, Tabalong
Kebudayaan Indonesia pada zaman dahulu
Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum bentuknya nasional Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.
Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.
Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.
Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama Islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.
Kedatangan penjelajah dari Eropa sejak abad ke-16 ke Nusantara, dan penjajahan yang berlangsung selanjutnya, membawa berbagai bentuk kebudayaan Barat dan membentuk kebudayaan Indonesia modern sebagaimana yang dapat dijumpai sekarang. Teknologi, sistem organisasi dan politik, sistem sosial, berbagai elemen budaya seperti boga, busana, perekonomian, dan sebagainya, banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang lambat-laun terintegrasi dalam masyarakat.
Kebudayaan Dahulu Menjadi Tradisi Sebagai Tradisi Nenek Noyang Sejarah Di Indonesia
Jika kita ketahui dari semua peristiwa dari peristiwa prasejarah menuju sejarah, kita bisa mengambil hikmah dari sebuah peristiwa itu, baik dari segi apresiasi dan kreativitas. Di dalam masa prasejarah dan budaya sejarah yang saya sebutkan sebelumnya. Ada sebuah tradisi yang dikembangkan hingga masa sekarang masih digunakan.
Perkembangan dan bertahannya budaya tersebut merupakan tradisi budaya nenek moyang kita saat pada zaman sejarah dan prasejarah. Dari jenis budaya cerita, tarian, seni, pakaian, makanan, dan lain-lain. Dari hal-hal yang terlihat disitu, baahwa kebudayan tersebut minoritas berasal dari luar negeri terutama pada budaya agama dan bahasa. Mayoritas, pada zaman dahulu kala, tradisi kebudayaan nenek moyang kita mulai ada saat sebelum zaman pangkal sejarah (abad ke-0). Kebanyakan dari kebudayaan tersebut budaya tardisional ala perkampungan seperti pakaian, tarian. Lebih cenderung mayoritas pada tarian karena dahulu negara Indonesia belum memiliki belum memiliki kebudayaan yang normal sehingga dibuat seperti budaya suku-suku ras yang berbeda-beda.
Sampai saat ini, tradisi budaya nenek moyang kita masih kita pertahankan dalam negara kita ini. Jika kebudayaan punah, kita tidak bisa lagi melihat budaya sebelumnya. Apalagi dalam merasakannya dan lain-lain. Maka dari itu, kita sering memanfaatkan budaya barat dari pada budaya kita sendiri. Kenapa bisa begitu ? Budaya barat menrupakan budaya yang biasanya lebih bebas tanpa peraturan. Sehingga, dari perbutan baik dan perbuatan yang negatif menjadi 1 dan membuat budaya barat terkesan lebih menyenangkan dan mudah dimasuki ke budaya kita dan itulah yang membuat budaya kita hancur lembur menjadi budaya yang rusak dan asusila dan tidak bermoral.
Selain itu, budaya kita pernha di curi oleh malaysia akibat kita tidak bisa menjaga budaya nenek moyang kita. Sehingga budaya kita telah di anggap budaya milik Malaysia. Yang bisa kita simpulkan ialah, kita jangan lengah dalam menjaga budaya kita. Karena sekali lengah, bisa berakibat buruk dan hancurnya budaya kita itu. Conoth budaya yang telah diambil : Reog Ponorogo, Tari pendet, dan lain-lain.
Budaya negara Indonesia merupakan budaya terbanyak di Asia. Dari beribu-ribu jenis budaya dari orang yang mengetahui, menemukan, hingga, budaya yang belum mereka ketahui (seperti mitos, legenda, ghaib, keajaiban, dan lain-lain). Termasuk dari bagian tarian, lagu, seni, dan lain-lain.
Di bawah ini merupakan penjelasan mengenai tradisi kebudayaan masyarakat sejarah yang dilakukan oleh nenek moyang kita, walau hanya beberapa saja :
1. Arsitektur
Budaya arsitektur merupakan suatu tradisi peninggalan nenek moyang kita pada saat pada saat zaman sejarah dalam bentuk lukisan atau sebuah karya arsitek. Biasanya, karya arsitek ini berupa bentuk gambar, bangunan, lukisan, dan lain-lain. Sebagai contoh, bangunan Candi Borobudur yang merupakan peninggalan nenek moyang kita dalam budaya agama Hindu-Budha. Lalu seperti bangunan monumen rapat penjajah yang ada di Bogor walau banyak orang yang belum mengetahuinya. Kemudian gambar-gambar dan lukisan legenda pada suatu cerita tertentu dan jika kita lihat dalam pandangan masa sejarah negara kita, terdapat gambar-gambar peninggalan kehidupan kita pada saat dalam peristiwa romusha oleh jepang walau ini juga tidak diketahui oleh banyak orang (tapi wajarnya kalau hal yang diketahui dan di publis disini sama saja bohong atuh).
Selain itu, nenek moyang kita meninggalkan tradisi budaya untuk membangun dan membuat kreasi dalam membangun sebuah karya arsitek. Seperti dalam membuat rumah adat daerah, candi, lukisan, motif natural. Dalam selama zaman sekarang ini, peninggalan nenek moyang mengenai budaya ini merupakan favorit seorang lukisan dan seorang arsitek dalam membuat kebudayaan ini agar tidak punah.
2. Cerita
Budaya cerita merupakan budaya peninggalan nenek moyang kita dalam sebuah cerita. Cerita biasanya diambil dari sebuah peristiwa pada masa lampau di daerah Indonesia ini. Cerita ini dapat berupa cerita kenyataan, maupun hanya buatan seseorang. Seperti cerita dongeng, legenda, mitos, rakyat, keajaiban, dan lain-lain. Sebuah cerita tetntu tidak bisa kita tinggal dan punahkan karenacerita merupakan inti dari sejarah dalam kebudayaan nenek moyang kita maupun tradisi masyarakat dalam membuat cerita.
Dalam hal bercerita, kita hanya mendegarkan dan melihat isi cerita dalam sebuah cerita, tetapi jika kita ingin membuat sebuah cerita, kita pun harus membuat dan mempublikasikannya ke masyarakat luas. Seperti layaknya budaya cerita yang dibuat oleh nenek moyang kita.
Cerita mitos ialah cerita yang dianggap benar-benar terjadi yang berhubungan dengan terjadinya suatu tempat, alam, kehidupan dewa-dewi, juga menyangkut adat-istiadat. Suatu cerita mitos mempunyai sifat sejarah, akan tetapi sebenarnya sebagian dari cerita sejarah tersebut memiliki unsur khayalan dan religius. Karena itu, mitos pada umumnya, memuat tetang kehidupan kemanusiaan, sama halnya dengan legenda, tetapi denagn tokoh-tokoh manusia yang memiliki kesaktian-kesaktian yang berlebihan atau super. Contohnya seperti cerita Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang ada di Indonesia.
Cerita dongeng merupakan suatu cerita terdiri atas ikatan waktu, tempat, dan perorangan yang tidak menentu, atau suatu cerita yang tidak benar-benar terjadi yang diceritakan karena mempunyai tujuan-tujuan tertentu seperti petuah, kebaikan, ajaran moral, dan sebagainya. Dongeng yang mengisahkan tetang cerita hewan disebut fabel. Contoh dongeng diantaranya : Ande-Ande Lumut, Bawah merah dan Bawang putih. Dan contoh fabel diantaranya : Si kancil series, Semut dan kupu-kupu, dan lain-lain.
Cerita Legenda merupakan suatu cerita sejarah yang memaparkan perbuatan para pahlawan atau terciptanya adat kebiasaan lokal yang berupa campuran antara kenyataan dan hal-hal yang bersifat mistis. Sifat-sifat legenda diantaranya cerita yang historis, unsur elemen yang nyata. Legenda ada 4 macam, diantaranya Legenda Keagamaan, Legenda Lokal, Legenda Gaib, dan Legenda Perseorangan.
Cerita Folklore atau cerita rakyat ialah cerita rakyat atau adat istiadat yang berkembang di masyarakat dan di wariskan secara turun-temurun. Folklore ada yang berbentuk cerita lisan seperti bahasa, teka-teki, puisi rakyat, dan sebagainya. Adapun yang berbentuk nonlisan seperti karya arsitek, pakaian, kerajinan tangan, dan jenis kebendaan lainnya. Folklore juga mempunyai makna sebagai cerita lisan tradisional atau pepatah kuno. Tetapi dalam perkembangannya kemudian folklore diae\rtikan menjadi tradisi lisan yang terdapat di semua masyarakat karena pada awalnya merupakan kebudayaan nenek moyang kita yang akan menjadi tradisi masyarakat.
3. Tarian
Tarian merupakan sebuah budaya yang di tinggalkan oleh nenek moyang kita pada zaman sejarah. Biasanya, tarian merupakan budaya harus tidak boleh dilupakan dan harus di rawat dengan baik. Karena hanya sekarang-sekarang saja ada kejadian pencurian budaya oleh pihak negara iseng. To the point, Tarian adalah suatu budaya kesenian yang digunakan untuk menghibur. Sifat-sifat tarian yaitu selalu diiringi musik, dipenuhi dengan gerak-gerak menari dan gaya tertentum, dan biasanya yang menari merupakan 2 orang atau lebih.
Tarian biasannya banyak bervariasi dan pakaiannya yang bervariasi tergantung pada daerah yang ditempat tinggalkan, seperti aceh dengan sumatera utara, jawa barat dengan jakarta, dan lain-lain. Tarian yang berjenis natural biasanya ada di wilayah indonesia timur, karena daerah tersebut merupakan daerah yang menjadi ciri khas dan menonjolnya kebudayaan yang disebabkan oleh nenek moyang kita ini. Akan tetapi budaya ini memang sulit sekali untuk di jaga dan di kembangkan karena peminatnya yang kurang. Belum lagi, dengan pemasukan budaya barat tarian ini bisa saja langsung punah.
Beberapa kebudayaan hasil budaya sejarah nenek moyang kita yaitu seperti pendidikan, busana, teather, dan kuliner merupakan tradisi budaya nenek moyang kita yang secara angsur ke angsur mengalami perkembangan. Biasanya, dari semua budaya tersebut memiliki perkembangan yang cukup dratis meningkat sesuai dengan waktu dan pengaruh dari luar. Akibat dari itu, semua kebudayaan tersebut sudah menjadi tradisi masyarakat. Dibawah ini penjelasan mengenai tradisi budaya lama yang terus mengalamai perkembangan :
1. Pendidikan
Siapa yang tidak mengenal tradisi nenek moyang kita dalam budaya yang satu ini ? Budaya pendidikan merupakan tradisi budaya untuk menimba ilmu sebagai mana dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas negara dengan membangun suatu negeri. Sebuah perndidikan tertuju pada subjek dan objek tertentu. Perkembangan pendidikan dalma zaman nenek moyang kita hingga sekarang mengalami perubahan yang cukup dratis seiring tercampurnya budaya pendidikan di luar negeri.
Biasanya kalau kita sedang sekolah kita pasti mengenal ilmu. Dari ilmu fisika, matematika, bahasa, sosial, budaya, dan lain-lain. Budaya ini merupakan budaya yang tidak pernah di tinggalkan, karena pendidkkan merupakan tradisi budaya nenek moyang yang akan berguna dan berpengaruh untuk masa depan kita. Dalam tradisi masyarakat, budaya ini telah membuat pembangunan zaman ke zaman dengan baik. Sehingga tidak adanya lagi kesulitan pada zaman yang akan datang. Selain itu, tradisi budaya ini sekaligus budaya yang membuat seseorang menjadi kreatif dan imajinatif dari hasil belajarnya di sebuah pendidikannya itu yang kemudian akan di kembangkan yang berguna untuk masa depannya.
2. Busana
Busana merupakan sebuah tradisi budaya nenek moyang dalam membuat sebuah pakaian untuk digunakan. Kita tidak bisa hidup standar tanpa busana apalagi kalau kita hidup bertelanjangan. Maka dari itu, busana merupakan budaya yang penting bagi kita untuk menutup kemaluan kita dan mempercantik penampilan kita. Di dalam sebuah kehidupan, kecantikan dalam suatu busana dilihat dari motif busana, cara mengerjakan, dan itensitas kemampuan.
Di Indonesia, tradisi budaya busana ini yang paling populer ialah batik. Batik memiliki motif yang bervariasi dan natural. Corak dan pelukisan sungguh mendetail. Memang kelihatan sulit untuk jika kita melakuakan, karena pembuatan batik ini perlu kesabaran yang ekstrim dan kosentrasi yang tinggi. Sekali salah, maka batikpun tidak akan jadi. Busana batik ini merupakan budaya nenek moyang kita, dan dikembangkan menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk mengembangkannya. Seperti batik untuk sekolahan, kerja, dan lain-lain.
3. Teather
Tradisi budaya teather merupakan tradisi yang bercampur dengan budaya kesenian. Tradisi budaya teather nenek moyang kita ini merupakan tradisi kreativitas dalam memainkan peran dan gaya hidup. Sebuah teather memiliki unsur-unsur kehidupan yang berguna bagi kehidupan kita setelah kita melihat adegan teather ini. Selain itu, disamping teather ada yang disebut drama, sandiwara, film, sinetron dan lain-lain. Bagi seorang ahli cerita, budaya teather ini cukup bagus untuk membuat karya yang lain. Maka dari itu, hasil budaya nenek moyang kita dikembangkan menjadi tradisi maasyarakat di Indonesia ini.
Banyak budaya teather pada masa sekarang mengalami pembaharuan dan perkembangan di Indonesia ini, termasuk budaya nenek moyang kita yang masih belum punah ini (kalau contohnya saya lupa). Perkembangan ini banyak orang yaang ingin berperan dalam teathernya tetapi peran tersebut menimbulkan efek bagi orang yang menontonnya, baik itu penampilan segi positif dan segi negatifnya. Teather pada zaman dulu biasanya hanya menceritakan tetang legenda, mitos, atau cerita rakyat yang di karang oleh masyrakat. Budaya teather ini juga termasuk dalam budaya kesenian, karena bisa membuat sebuah kreatifitas yang kita buat.
4. Kuliner
Kuliner merupakan sebuah budaya makanan atau minuman yang mungkin pasti kita kenal di Indonesia dan di seluruh dunia. Kuliner menyangkut maslaha mengenai makan dan minuman. Budaya kuliner ini tidak pernah terlepaskan dari selera kita. Karena manusia memiliki rasa haus, dan lapar di setiap saatnya.
Di Indonesia, kuliner menjadi budaya selera makanan dan minuman yang ada di seluruh daerah di Indonesia ini. Nenek moyang kita ini meninggalkan tradisi kuliner ini. Dalam bentuk makanan, yang biasa populer di daerah kita ini ialah soto, sate, dan lain-lain. Begitupun dengan minumannya (walau saya lupa juga contohnya). Banyak daerah yang mempunyai suatu spesial dalam budaya kuliner ini. Tetapi, budaya kuliner ini sedikit tercampur dengan budaya kuliner di daerah barat. Walau tidak terlalu banyak yang tercemar dan tidak trjadi kepunahan dalam budaya kuliner ini. Dalam tradisi masyrakat Indonesia, budaya ini sering dikembangkan melewati variasi campuran bahan-bahan makanan atau minuman yang lain sehingga membuat kuliner nenek moyang kita semakin terasa enaknya.
Dari banyaknya tradisi budaya nenek moyang kita, banyak sekali perkembangan yang menjadi tradisi budaya masyarakat indonesia yang tidak pernah ditnggalkan. Walau hanya sekilas mengenal, kita perlu membudidayakan dan menjaganya. Sejarah dan prasejarah harus kita ketahui dari budayanya dan kita lakukan pengembangan hingga budaya sejarah tersebut masih tetap terjaga kecuali budaya yang akan membawa dampak buruk bagi negara kita.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
6:36:00 am
Keberagaman Kultur Kelompok Etnis
Pengetian dan Pendekatan Etnis
Etnis menurut etimologi ialah suku atau kesukuan. Sementara, etnis menurut terminologi ialah suatu sekumpulan kelompok yang tergabung dalam suatu satu suku atau kesukuan. Dalam kehidupan etnis, keberagaman kultur merupakan suatu identitas yang harus dimiliki oleh kelompok etnis. Dalam mencari pendekatan untuk memahami dari suatu identitas etnisitas, di gunakan 2 pendekatan yaitu :
1. Pendekatan Primodalisme
Pendekatan Primodalisme yaitu menyatakan bahwa identitas etnis merupakan sesuatu yang bersifat given, artinya sekali seorang individu lahir dengan askriptif tertentu, maka selamanya ia akan memiliki identitas tertentu yang didasarkan pada askriptif tersebut.
2. Pendekatan Kontruktifisme
Pendekatan Kontruktifisme yaitu identitas etnis diinterpretasikan dari berbagai kondisi yang berkaitan, dan terus dikonstruksikan sepanjang kehidupan individu atau kelompok sesuai dengan situasi sosial yang dihadapi.
Pada buku Economy and Society yang dituliskan oleh Max Weber, Identitas ras adalah suatu ciri umum yang diwarisi dan dapat diwariskan yang sebenarnya diperoleh secara turun temurun. Jadi, suatu kelompok etnis memiliki keutuhan dimana keutuhan tersebut merupakan suatu kewarisan yang harus di budidayakan secara turun menurun agar tidak terjadi kepunahan.
Dalam hal tersebut, kelompok etnis memiliki kebudayaan yang harus di jaga dan diwariskan secara turun-temurun. Seperti kita mewariskan dan menjaga budaya daerah kita sendiri. Maka bisa disimpulkan bahwa kelompok etnis merupakan kelompok suku-suku yang sesuaidenagn kebudyaannya masing-masing. Sebagai contoh budaya etnis India, orang india mempunyai kulturisasi dalam berburu hewan, yaitu menggunakan tombak. Begitu juga dengan tradisi rumah suku india, perumahan suku india berbentuk seperti rumah kerucut.
Keberagaman kultur pada kelompok etnis sangat banyak dan tersebar di seluruh muka bumi ini. Pernyataan tersebut bisa kita ambil karena kita pun mempunyai kelompok etnis sendiri. Semua mahluk yang ada di dunia pasti memiliki kelompok etnisnya tersendiri. Jika ada salah satu mahluk yang memiliki kecocokan dengan etnisnya, maka dia wajib untuk masuk ke dalam kelompok etnis tersebut. Jika tidak sesuai dengan kecocokan etnisnya, maka dia wajib keluar dan diusir dari kelompoknya.
Perkembangan dan Pembangunan kelompok Etnis
Didalam pembanguan kelompok Etnis, ada beberapa kriteria yang bisa kita lihat dalam melihat suatu kelompok etnis, yaitu dari segi :
1. Religi
Religi merupakan sebuah akidah, agama, maupun kepercayaan yang dimiliki oleh setiap orang. Seseorang pasti mempercayai tetang keberadaannya tuhan. Dan mengikuti ajran yang di adakannya. Pada pembangunan kelompok etnis, religi merupakan pusat dalam menjalani pembangunan kelom;pok etnis. Semua suku mempercayai tentang keajaiban yang terjadi di sukunya walau tidak merasakannya. Adapun etnis yang hanya mempercayai mengenai agam yang dianutnnya dan melaksanakannya. Dewa, tuhan, dan lain-lain semua etnis percaya mengeani keajaiban yang ada. Dan menagnut agama yang dimilikinya.
2. Interaksi
Interaksi merupakan sebuah tanggapan yang dilakukan seseorang kepada seseorang yang lain. Jika seseorang melihat orang mengalami kesulitan, pasti orang tersebut akan membantunya. Jika kita merasakan kesepian, kita bisa mengajak seseoang yang lain untuk berbicara. Dalam pembangunan kelompok etnis, biasanya jaringan interaksi merupakan sebuah komponen untuk bisa bersosialisasi dengan seseorang didalam etnisnya sendiri. Adapun etnis yang yang berinteraksi dengan etnis lain. Akan tetapi jika suatu etnis berkelompok dengan etnis lain dan menimbulkan suatu kerusuhan merupakan interaksi terhadap etnis yang lain ialah salah berinteraksi.
3. Kulturisasi
Kulturisasi merupakan kebudayaan yang ada pada wilayah atau tempat itu sendiri. Semua orang pasti mempunyai kebudayaannya masing-masing. Apalagi jika kebudayaan itu merupakan kebudayaan sehari-hari dalam kehidupan bangsa dan negara. Dalam pembangunan kelompok etnis, kulturisasi sangat diperlukan dalam membedakan etnis yang lain. Karena kulturisasi merupakan simbolis dan identitas dalam kelompok etnis. Begitupun sebagai ideologi dalam pembangunan negara.
4. Ritual
Ritual merupakan sebuah atraksi yang dilakukan pada wilayah atau tempat tertentu. Dalam acara ritual, kebudayaan dan kepercayaan bergabung menjadi satu. Acara ritual merupakan cara dimana seseorang sudah menjadi tradisi dan memercayakan karena hal-hal sesuatu yang kadang bersifat mistis. Dalam pada zaman dahulu, kebudayaan nenek moyang kita selalu mengadakan acara ritual dan hingga saat ini ritual masih tetap saja. Seperti contoh ritual memuja nenek moyang kita yang telah meninggal, manggil hujan, dan lain-lain. Dalam pembangunan kelompok etnis, ritual termasuk dalam religi dan kulturisasi. Karena kebanyaka kelompok etnis selalu mementingkan kebudayaan dan kepercayaannya masing-masing karena agar tidak membawa bencana pada s\kelopok etnis tersebut.
5. Idealisasi
Idealisasi merupakan sebuah cita-cita yang dimiliki oleh seseorang untuk menggapai kesuksesan. Semua orang pasti ingin mendapatkan cita-cita yang menjadikan orang tersebut sukses. Baik sukses dalam kesuksesan dan sukses dalam kegagalan. Keinginan orang menjadikan sukses harus diperlukan degan usaha yang keras. Dalam pembangunan kelompok etnis, kelompok etnis memliki tujuan dan cita-cita dalam menggapai masa depan yang cemerlang. Itupun dari sebuah ritual dan kulturisasi. Jika religi, interaksi, kulturisasi, dan ritual mnereka jalani dengan baik maka sebuah idealisasi akan tercapai dengan baik dan menghasilkan nilai yang baik bagi masa depan.
Dalam perkembangan kelompok etnis sama halnya dengan pembangunan kelompok etnis. Dalam usaha perkembangannya, kelompok etnis selalu menemukan hal-hal yang baru, dari penemuan yang ditemuaknnya, kemudian dari ajaran kelompok etnis yang lain, dan kerja sama dalam menghasilkan sebuah idealisme suatu unsur yang ada. Jika perkembangan suatu kelompok etnis berjalan dengan baik, maka kelompok etnis tersebut memiliki kepopularitas dan kekuatan kelompok etnis menjadi kuat. Adapun dengan bergunanya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam masyarakat tradisional yang masih memegang batasan etnis dan budaya, ketika satu etnis bertemu dengan etnis yang lain dan melakukan aktifitas ekonomi diantara mereka, maka mereka akan membentuk suatu peraturan yang dianggap lazim oleh kedua belah pihak tanpa meninggalkan ciri masing-masing etnis dalam berinteraksi. Sedangkan dalam masyarakat yang terbuka, mereka akan menanggalkan ciri etnis masing-masing dan membaur dalam peraturan yang disepakati bersama.
Hal inilah yang dapat mendorong pembangunan kearah yang lebih baik, yaitu setiap kelompok etnis bebas untuk melakukan adat istiadat yang diyakininya tanpa merasa terancam oleh kelompok etnis lain tetapi juga bersikap toleran terhadap kelompok etnis lain sehingga tiap-tiap orang tidak perlu meninggalkan ciri etnis dan budayanya untuk berinteraksi dengan kelompok etnis lain untuk menyesuaikan diri terhadap hubungan-hubungan dan institusi pasar. Kepatuhan akan keputusan bersama yang timbul baik secara konstitusi kenegaraan maupun hukum adat, tertulis ataupun tidak tertulis karena berdasarkan pada kebiasaan harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran bahwa tiap-tiap orang meskipun berasal dari etnis dan budaya yang berbeda mempunyai hak-hak dan kewajiban sipil sebagai warga Negara yang harus mendukung pembangunan Indonesia kearah yang lebih baik.
Penyebaran Budaya Kelompok Etnis
Kebudayaan suku-suku ras tertentu mungkin bisa menjadi alternatif bagi penyamaan budaya dan perkembagan kulturisasi. Sebagai contoh, penemuan yang inovatif dan bermanfaat bagi kehidupan harus dikembangkan dan disebarkan ke seluruh dunia untuk pengembangan lebih lanjut dan dimanfaatkan untuk kepentingan kehidupan sehari-harinya. Begitupun juga dengan budaya kelompok etnis.
Teknik persebaran budaya kelompok etnis dilakukan dengan beberapa cara, yaitu diantaranya :
1. Eksplorasi
Eksplorasi merupakan penjelajahan dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam penyebaran kultur etnis, eksplorasi merupakan hal utama untuk memancing perhatian etnis lainnya untuk masuk ke etnis itu sendiri. Sebenarnya, teknik ini sangat sulit dan memerlukan perjuangan sosial terhadap budaya lainnya. Selain itu, selain kita menjajah kita pun akan mengalami kesulitan seperti bertemu dengan budaya lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan kita. Seandainya jika budaya tersebut mempunyai daya taarik mengenai budayanya itu sendiri. Mungkin bisa berpindah tangan ke budaya itu sendiri. Sebagai salah satu contoh budaya yang menggunakan teknik eksplorasi : Budaya eropa menjelajah seluruh dunia dan memberikan ilmu dan budayanya ke tempat wilayah yang di jelajahinya.
2. Perwarisan
Dalam teknik budaya berbentuk warisan ini, biasanya jika budaya tersebut hampir punah atau sudah punah. Budaya tersebut diwariskan ke suku atau etnis yang lain. Sehingga kelompok etnis tersebut mendapatkan budaya yang sama dengan budaya yang diwariskannya itu. Tetapi terkadang banyak kelompok etnis yang tidak meninginkan budayanya dimasuki oleh budaya lain. Sebagai contoh budaya timur tidak mau dimasuki oleh budaya barat. Teknik ini sebenarnnya jarang di lakukan oleh etnis lain, karena hal yang telah dikatakan sebelumnya. Tidak ingin mencampuri dengan budaya lainnya.
3. Keturunan
Jika kita ketahui, banyak sekali budaya yang tercampur dengan budaya lain. Apakah yang terjadi ? Ini terjadi karena pencampuran budaya yang disebabkan oleh keturunan. Selain dari kewarisan, keturunan juga berpengaruh bagi budaya kelompok etnisnya. Sebagai contoh : jika kita dewasa nanti, jika kita merupakan orang sunda dan jodoh kita ialah orang jawa. Maka keturunan yang dihasilkan ialah sunda jawa. Jika sama, hasilnya pun akan sama. Bisa saja teknik ini merupakan teknik penyebaran sekaligus mendapatkan kelompok etnis yang baru. Jadi, teknik penyebaran berbentuk keturunan ini merupakan teknik yang sering kita lakukan pada saat menciptakan generasi yang baru.
4. Provokasi (Peperangan)
Provokasi merupakan penggusaran atau penghasutan. Dalam teknik ini, biasanya efek yang ditimbulkannya ialah terjadinya perang antara budaya yang satu ke budaya yang lainnya. Karena sistem ini merupakan sistem untuk menghasut atau menggusarkan budaya lain. Sehingga ada rasa kekesalan dan kemarahan dterhadap budaya yang lainnya. Akhirnya terjadilah peperangan. Dibalik peperangan pasti ada yang dinamakan kedamaian dan kemusuhan. Jika terjadi kedamaian, maka penyebaran kelompok etnis ini menjadi satu dan bercampur hingga 1 karena perdamaian yang telah di selesaikan. Akan tetapi jika terjadi permusuhan biasanya ada 2 kemungkinan pada penyebaran kelompok etnis, yaitu yang pertama memperbanyak pasukan kelompok etnis dan yang kedua kemungkinan banyaknya yang hilang dan berpindah ke kelompok etnis yang lainnya.
5. Afinitas (Pemancingan/Affinity)
Afinitas adalah daya tarik yang disebabkan oleh sesuatu. Dalam teknik penyebaran berbentuk ini, sebuah budaya kelompok etnis harus memiliki daya tarik tersendiri agar budaya lain tertarik dengan budayanya. Biasanya daya tarik ini meliputi yang ada pada 5 kriteria dalam melihat suatu kelompok etnis. Sebenarnya, daya tarik ini merupakan sebuah tindakan yang tidak bisa di tolak dan sulit untuk dilepaskan. Jadi, teknik afinitas ini hanya mengandalkan kemampuan daya tariknya sehingga bisa memancing buddaya etnis lainnya untuk bergabung dengan budaya itu.
Pandangan Mengenai Kelompok Etnis dan Di Indonesia
Munculnya kelompok etnis secara hereditas menimbulkan suatu keyakinan bahwa satu individu tidak akan mengalami penolakan dalam kelompok etnis tersebut. Namun kesadaran akan memurnikan keturunan agar tidak tercemar oleh ciri primodial suku atau etnis lain menimbulkan aktivitas intermarriage (connubium). Bahkan dalam kasus tertentu, terdapat peraturan yang dibuat secara konstitusi yang melarang pernikahan dengan orang yang berbeda ras untuk menghindari afiliasi antar-ras. Hal ini dilakukan untuk memelihara kesamaan status sosial, kesamaan dalam pandangan hidup baik yang dibentuk secara turun temurun ataupun secara religi, dalam kehidupan yang mulai beragam.
Pandangan mengenai etnis lain menimbulkan batas antara satu etnis dengan etnis yang lainnya. Konstruksi-kontsruksi dan dasar pelabelan yang dikenakan kepada diri kita dan mereka merupakan salah satu aktifitas pelabelan yang sering terjadi. Pelabelan ini selain membedakan ciri antar etnis, juga berpengaruh dalam interaksi sosial antar etnis didalamnya. Dalam pemikiran anggota masing-masing etnis, pelabelan yang tidak sempurna atau ideology general mengenai suatu etnis menimbulkan stereotype pada etnis tersebut. Pandangan inilah yang menimbulkan segregasi diantara kedua etnis atau lebih dan pula menimbulkan konflik entis yang berdasarkan pada pelabelan tersebut. Peneguhan atas identitas etnis yang dimiliki oleh satu kelompok etnis atas kelompok etnis lain dapat memicu kerenggangan bahkan konflik horizontal antar etnik.
Indonesia pada saat zaman kolonial merencanakan pembangunan runtuk mencapai tujuan-tujuan nasional, termasuk didalamnya konsep mengenai integrasi nasional yang secara tidak langsung mengikis keberagaman etnis yang ada di Indonesia. Karena dalam pandangan pembangunan, keberagaman etnis yang menimbulkan berbagai macam kepentiangan kelompok etnis tertentu harus dihilangkan demi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. Dorongan kuat untuk melaksanakan modernisasi pembangunan di Indonesia memunculkan kebijakan yang mengejawantahkan harmonisasi dan asimilasi dalam menyeragamkan berbagai macam etnis di Indonesia. Tapi tetap pada pendiriannya, setiap etnis pasti akan meneguhkan eksistensinya, memperlihatkan harmonisasi antar etnis yang ternyata didalamnya terkandung konflik laten.
Ide-ide nasionalisasi dalam wacana etnis sering meleburkan suatu etnis dalam nasionalisasi. Mengkritik salah satu pernyataan dalam UU Rencana Pembangunan Indonesia 2005-2025 yang mengatakan bahwa nilai budaya bangsa merupakan akar pandangan integralistik bangsa dan prinsip kekeluargaan sehingga sangat strategis untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia: Bhineka Tunggal Ika, yang hanya mengangkat ciri satu etnis sebagai simbol kenegaraan menyebabkan adanya sentiment negatif dari kelompok etnis lainnya yang justru dapat menyebabkan disintegrasi bangsa. Kemampuan untuk mengelola keragaman inilah yang menjadi kunci utama dalam harmonisasi antar etnis.
Konflik dan Pendekatan Dalam Konflik Kelompok Etnis
Pendekatan yang dapat digunakan sebelum mengarah pada fakta persoalan bahwa konflik etnis dapat meledak sewaktu-waktu adalah dengan cara :
1. Pendekatan Paradigma
Pendekatan Paradigma dilakukan bukan hanya untuk merubah pandangan bahwa kelompok etnis tertentu harus berkuasa dan kelompok etnis lain hanya menjadi kaum proletar, tetapi juga untuk merubah pandangan bahwa suatu kelompok etnis adalah ancaman bagi kelompok etnis yang lain. Karena dalam interaksi sosial-ekonomi, kebutuhan atas kemampuan suatu etnis untuk melengkapi kebutuhan etnis lain sangat dibutuhkan agar tercipta keselarasan dan kesinambungan interaksi sosial yang dapat membangun bangsa ini.
2. Pendekatan Struktural
Pendekatan Struktural yaitu suatu peraturan yang dikeluarkan secara konstitusi dapat melindungi suatu etnis dari ancaman etnis lain ataupun dari ancaman kepunahan suatu etnis. Perlindungan kenegaraan dibutuhkan untuk menciptakan hubungan sosial antar etnis yang harmonis sehingga dapat mendukung pembangunan nasional. Keputusan-keputusan yang mempunyai kekuatan kenegaraan dapat meminimalisir konflik etnis yang terjadi selama Negara tidak memihak pada satu kelompok etnis saja. Intervensi Negara dalam wacana etnis harus dilakukan secara hati-hati. Karena kelompok etnis, baik yang terbentuk secara primodial ataupun konstruksial, mempunyai pandangan yang fanatik terhadap eksistensi etnisnya. Fanatisme inilah yang perlu dirubah atau diperbaiki sesuai dengan pendekatan utama diatas.
Selain itu, perlunya representasi tiap-tiap etnis dalam memajukan Negara dapat mengurangi konflik etnis yang terjadi. Munculnya tokoh-tokoh dalam pembangunan yang mewakili satu etnis dapat menularkan rasa cinta tanah air kepada anggota-anggota etnis yang sama dengannya. Orang-orang yang terpilih ini dapat meredam konflik eksistensi etnis yang terjadi dan menjadikan perbedaan etnis menjadi potensi pembangunan yang dapat berjalan secara sinergis.
Konflik inter-etnis juga dapat terjadi ketika ada diantara mereka anggota yang tidak sejalan secara ideologi ataupun tidak serupa dengan ciri etnis yang ada. Seperti yang terjadi dalam penolakan pada minoritas kaum cina benteng yang terpisah dari kelompok etnis cina yang utama hanya karena perbedaan pada ciri fisiknya. Sense untuk menegakkan kehormatan suatu kelompok etnis atas dasar kesamaan etnis menciptakan diskriminasi dalam prakteknya. Hal ini turut mempengaruhi keadaan ekonomi di wilayah konflik tersebut. Seperti yang terjadi pada politik apartheid-nya Amerika yang ingin memurnikan ras kulit putih, justru sempat menggoyang perekonomian mereka. Atau ketika kita melihat pada sub-etnis Minangkabau, dimana anggapan bahwa pembantu rumah tangga adalah pekerjaan yang hina maka jika ada seorang dari sub-etnis Minangkabau yang melakukan pekerjaan tersebut, maka ia akan tersisihkan dari kelompok etnisnya karena penghormatan terhadap etnisnya.
Keberadaan, Keberagaman dan Kesamaan kelompok Etnis
Dalam wilayah tertentu, pandangan yang menyatakan kesamaan etnis untuk mengelompokkan etnis didasarkan pada adat kebiasaan dan pandangan yang khas tidak cocok untuk diterapkan pada masyarakat yang latar belakang dan cara hidupnya berbeda, sehingga homogenitas etnis tetap dipertahankan meskipun terdapat beragam cara hidup dan bentuk sosial. Penyebaran masyarakat yang berangkat dari budaya yang sama membentuk ciri etnis yang berbeda ketika masyarakat tersebut mulai menyebar dan beradaptasi dengan lingkungan tempat masing-masing dari mereka menetap dan tinggal.
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa kelompok etnis dapat berdiri berdasarkan atas asas primodialisme dan konstruktifisme, namun kelompok etnis juga dapat berubah dari berlandaskan asas primodial menjadi konstruktif. Hal ini dikarenakan sikap terbuka dari masing-masing etnis untuk menerima keberadaan etnis lain. Proses asimilasi dan akulturasi budaya dapat terjadi pada kelompok etnis dengan paradigma terbuka ini dapat merubah ciri etnis yang ada. Intensitas interaksi sosial-ekonomi yang terjadi antar etnis dapat membuat satu kelompok etnis yang tadinya bersifat primodial, menjadi konstruksial dengan kesadaran akan kemajemukan dan kesadaran akan keadaan sosial-politik-ekonomi yang terjadi pada saat itu.
Keberagaman etnis di negara Indonesia sangatlah banyak dan tersebar dimana-mana. Maka dari itu, Indonesia merupakan negara yang mempunyai beribu-ribu budaya, suku, ras, dan lain-lain. Saat zaman akhir dari zaman penjajahan belanda, budaya negara indonesia dimanfaatkan dan dipertahankan agar tidak terjadi pengkaliman dari negara lain. Etnis di negara Indonesia bercampur aduk dari etnis cina, belanda, inggris, betawi, dan lain-lain. Andai saja negara indonesia ini tidak di jajah oleh penjajahan yang brutal. Maka mungkin saja negara kita masih saja seperti tidak ada kebudayaan lain.
Negara kita merupakan negara yang berasal dari budaya timur. Negara yang berasal dari budaya timur merupakan negara yang mempunyai keberagaman dan banyaknya budaya. Adapun ciri-ciri etnis yang ada di budaya timur. Jadi mungkin saja negara kita merupakan negara yang paling banyak budaya dan kelompok etnis dari negara yang lain. Belum lagi dengan perbandingan antara budaya negara barat.
Etnis menurut etimologi ialah suku atau kesukuan. Sementara, etnis menurut terminologi ialah suatu sekumpulan kelompok yang tergabung dalam suatu satu suku atau kesukuan. Dalam kehidupan etnis, keberagaman kultur merupakan suatu identitas yang harus dimiliki oleh kelompok etnis. Dalam mencari pendekatan untuk memahami dari suatu identitas etnisitas, di gunakan 2 pendekatan yaitu :
1. Pendekatan Primodalisme
Pendekatan Primodalisme yaitu menyatakan bahwa identitas etnis merupakan sesuatu yang bersifat given, artinya sekali seorang individu lahir dengan askriptif tertentu, maka selamanya ia akan memiliki identitas tertentu yang didasarkan pada askriptif tersebut.
2. Pendekatan Kontruktifisme
Pendekatan Kontruktifisme yaitu identitas etnis diinterpretasikan dari berbagai kondisi yang berkaitan, dan terus dikonstruksikan sepanjang kehidupan individu atau kelompok sesuai dengan situasi sosial yang dihadapi.
Pada buku Economy and Society yang dituliskan oleh Max Weber, Identitas ras adalah suatu ciri umum yang diwarisi dan dapat diwariskan yang sebenarnya diperoleh secara turun temurun. Jadi, suatu kelompok etnis memiliki keutuhan dimana keutuhan tersebut merupakan suatu kewarisan yang harus di budidayakan secara turun menurun agar tidak terjadi kepunahan.
Dalam hal tersebut, kelompok etnis memiliki kebudayaan yang harus di jaga dan diwariskan secara turun-temurun. Seperti kita mewariskan dan menjaga budaya daerah kita sendiri. Maka bisa disimpulkan bahwa kelompok etnis merupakan kelompok suku-suku yang sesuaidenagn kebudyaannya masing-masing. Sebagai contoh budaya etnis India, orang india mempunyai kulturisasi dalam berburu hewan, yaitu menggunakan tombak. Begitu juga dengan tradisi rumah suku india, perumahan suku india berbentuk seperti rumah kerucut.
Keberagaman kultur pada kelompok etnis sangat banyak dan tersebar di seluruh muka bumi ini. Pernyataan tersebut bisa kita ambil karena kita pun mempunyai kelompok etnis sendiri. Semua mahluk yang ada di dunia pasti memiliki kelompok etnisnya tersendiri. Jika ada salah satu mahluk yang memiliki kecocokan dengan etnisnya, maka dia wajib untuk masuk ke dalam kelompok etnis tersebut. Jika tidak sesuai dengan kecocokan etnisnya, maka dia wajib keluar dan diusir dari kelompoknya.
Perkembangan dan Pembangunan kelompok Etnis
Didalam pembanguan kelompok Etnis, ada beberapa kriteria yang bisa kita lihat dalam melihat suatu kelompok etnis, yaitu dari segi :
1. Religi
Religi merupakan sebuah akidah, agama, maupun kepercayaan yang dimiliki oleh setiap orang. Seseorang pasti mempercayai tetang keberadaannya tuhan. Dan mengikuti ajran yang di adakannya. Pada pembangunan kelompok etnis, religi merupakan pusat dalam menjalani pembangunan kelom;pok etnis. Semua suku mempercayai tentang keajaiban yang terjadi di sukunya walau tidak merasakannya. Adapun etnis yang hanya mempercayai mengenai agam yang dianutnnya dan melaksanakannya. Dewa, tuhan, dan lain-lain semua etnis percaya mengeani keajaiban yang ada. Dan menagnut agama yang dimilikinya.
2. Interaksi
Interaksi merupakan sebuah tanggapan yang dilakukan seseorang kepada seseorang yang lain. Jika seseorang melihat orang mengalami kesulitan, pasti orang tersebut akan membantunya. Jika kita merasakan kesepian, kita bisa mengajak seseoang yang lain untuk berbicara. Dalam pembangunan kelompok etnis, biasanya jaringan interaksi merupakan sebuah komponen untuk bisa bersosialisasi dengan seseorang didalam etnisnya sendiri. Adapun etnis yang yang berinteraksi dengan etnis lain. Akan tetapi jika suatu etnis berkelompok dengan etnis lain dan menimbulkan suatu kerusuhan merupakan interaksi terhadap etnis yang lain ialah salah berinteraksi.
3. Kulturisasi
Kulturisasi merupakan kebudayaan yang ada pada wilayah atau tempat itu sendiri. Semua orang pasti mempunyai kebudayaannya masing-masing. Apalagi jika kebudayaan itu merupakan kebudayaan sehari-hari dalam kehidupan bangsa dan negara. Dalam pembangunan kelompok etnis, kulturisasi sangat diperlukan dalam membedakan etnis yang lain. Karena kulturisasi merupakan simbolis dan identitas dalam kelompok etnis. Begitupun sebagai ideologi dalam pembangunan negara.
4. Ritual
Ritual merupakan sebuah atraksi yang dilakukan pada wilayah atau tempat tertentu. Dalam acara ritual, kebudayaan dan kepercayaan bergabung menjadi satu. Acara ritual merupakan cara dimana seseorang sudah menjadi tradisi dan memercayakan karena hal-hal sesuatu yang kadang bersifat mistis. Dalam pada zaman dahulu, kebudayaan nenek moyang kita selalu mengadakan acara ritual dan hingga saat ini ritual masih tetap saja. Seperti contoh ritual memuja nenek moyang kita yang telah meninggal, manggil hujan, dan lain-lain. Dalam pembangunan kelompok etnis, ritual termasuk dalam religi dan kulturisasi. Karena kebanyaka kelompok etnis selalu mementingkan kebudayaan dan kepercayaannya masing-masing karena agar tidak membawa bencana pada s\kelopok etnis tersebut.
5. Idealisasi
Idealisasi merupakan sebuah cita-cita yang dimiliki oleh seseorang untuk menggapai kesuksesan. Semua orang pasti ingin mendapatkan cita-cita yang menjadikan orang tersebut sukses. Baik sukses dalam kesuksesan dan sukses dalam kegagalan. Keinginan orang menjadikan sukses harus diperlukan degan usaha yang keras. Dalam pembangunan kelompok etnis, kelompok etnis memliki tujuan dan cita-cita dalam menggapai masa depan yang cemerlang. Itupun dari sebuah ritual dan kulturisasi. Jika religi, interaksi, kulturisasi, dan ritual mnereka jalani dengan baik maka sebuah idealisasi akan tercapai dengan baik dan menghasilkan nilai yang baik bagi masa depan.
Dalam perkembangan kelompok etnis sama halnya dengan pembangunan kelompok etnis. Dalam usaha perkembangannya, kelompok etnis selalu menemukan hal-hal yang baru, dari penemuan yang ditemuaknnya, kemudian dari ajaran kelompok etnis yang lain, dan kerja sama dalam menghasilkan sebuah idealisme suatu unsur yang ada. Jika perkembangan suatu kelompok etnis berjalan dengan baik, maka kelompok etnis tersebut memiliki kepopularitas dan kekuatan kelompok etnis menjadi kuat. Adapun dengan bergunanya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam masyarakat tradisional yang masih memegang batasan etnis dan budaya, ketika satu etnis bertemu dengan etnis yang lain dan melakukan aktifitas ekonomi diantara mereka, maka mereka akan membentuk suatu peraturan yang dianggap lazim oleh kedua belah pihak tanpa meninggalkan ciri masing-masing etnis dalam berinteraksi. Sedangkan dalam masyarakat yang terbuka, mereka akan menanggalkan ciri etnis masing-masing dan membaur dalam peraturan yang disepakati bersama.
Hal inilah yang dapat mendorong pembangunan kearah yang lebih baik, yaitu setiap kelompok etnis bebas untuk melakukan adat istiadat yang diyakininya tanpa merasa terancam oleh kelompok etnis lain tetapi juga bersikap toleran terhadap kelompok etnis lain sehingga tiap-tiap orang tidak perlu meninggalkan ciri etnis dan budayanya untuk berinteraksi dengan kelompok etnis lain untuk menyesuaikan diri terhadap hubungan-hubungan dan institusi pasar. Kepatuhan akan keputusan bersama yang timbul baik secara konstitusi kenegaraan maupun hukum adat, tertulis ataupun tidak tertulis karena berdasarkan pada kebiasaan harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran bahwa tiap-tiap orang meskipun berasal dari etnis dan budaya yang berbeda mempunyai hak-hak dan kewajiban sipil sebagai warga Negara yang harus mendukung pembangunan Indonesia kearah yang lebih baik.
Penyebaran Budaya Kelompok Etnis
Kebudayaan suku-suku ras tertentu mungkin bisa menjadi alternatif bagi penyamaan budaya dan perkembagan kulturisasi. Sebagai contoh, penemuan yang inovatif dan bermanfaat bagi kehidupan harus dikembangkan dan disebarkan ke seluruh dunia untuk pengembangan lebih lanjut dan dimanfaatkan untuk kepentingan kehidupan sehari-harinya. Begitupun juga dengan budaya kelompok etnis.
Teknik persebaran budaya kelompok etnis dilakukan dengan beberapa cara, yaitu diantaranya :
1. Eksplorasi
Eksplorasi merupakan penjelajahan dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam penyebaran kultur etnis, eksplorasi merupakan hal utama untuk memancing perhatian etnis lainnya untuk masuk ke etnis itu sendiri. Sebenarnya, teknik ini sangat sulit dan memerlukan perjuangan sosial terhadap budaya lainnya. Selain itu, selain kita menjajah kita pun akan mengalami kesulitan seperti bertemu dengan budaya lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan kita. Seandainya jika budaya tersebut mempunyai daya taarik mengenai budayanya itu sendiri. Mungkin bisa berpindah tangan ke budaya itu sendiri. Sebagai salah satu contoh budaya yang menggunakan teknik eksplorasi : Budaya eropa menjelajah seluruh dunia dan memberikan ilmu dan budayanya ke tempat wilayah yang di jelajahinya.
2. Perwarisan
Dalam teknik budaya berbentuk warisan ini, biasanya jika budaya tersebut hampir punah atau sudah punah. Budaya tersebut diwariskan ke suku atau etnis yang lain. Sehingga kelompok etnis tersebut mendapatkan budaya yang sama dengan budaya yang diwariskannya itu. Tetapi terkadang banyak kelompok etnis yang tidak meninginkan budayanya dimasuki oleh budaya lain. Sebagai contoh budaya timur tidak mau dimasuki oleh budaya barat. Teknik ini sebenarnnya jarang di lakukan oleh etnis lain, karena hal yang telah dikatakan sebelumnya. Tidak ingin mencampuri dengan budaya lainnya.
3. Keturunan
Jika kita ketahui, banyak sekali budaya yang tercampur dengan budaya lain. Apakah yang terjadi ? Ini terjadi karena pencampuran budaya yang disebabkan oleh keturunan. Selain dari kewarisan, keturunan juga berpengaruh bagi budaya kelompok etnisnya. Sebagai contoh : jika kita dewasa nanti, jika kita merupakan orang sunda dan jodoh kita ialah orang jawa. Maka keturunan yang dihasilkan ialah sunda jawa. Jika sama, hasilnya pun akan sama. Bisa saja teknik ini merupakan teknik penyebaran sekaligus mendapatkan kelompok etnis yang baru. Jadi, teknik penyebaran berbentuk keturunan ini merupakan teknik yang sering kita lakukan pada saat menciptakan generasi yang baru.
4. Provokasi (Peperangan)
Provokasi merupakan penggusaran atau penghasutan. Dalam teknik ini, biasanya efek yang ditimbulkannya ialah terjadinya perang antara budaya yang satu ke budaya yang lainnya. Karena sistem ini merupakan sistem untuk menghasut atau menggusarkan budaya lain. Sehingga ada rasa kekesalan dan kemarahan dterhadap budaya yang lainnya. Akhirnya terjadilah peperangan. Dibalik peperangan pasti ada yang dinamakan kedamaian dan kemusuhan. Jika terjadi kedamaian, maka penyebaran kelompok etnis ini menjadi satu dan bercampur hingga 1 karena perdamaian yang telah di selesaikan. Akan tetapi jika terjadi permusuhan biasanya ada 2 kemungkinan pada penyebaran kelompok etnis, yaitu yang pertama memperbanyak pasukan kelompok etnis dan yang kedua kemungkinan banyaknya yang hilang dan berpindah ke kelompok etnis yang lainnya.
5. Afinitas (Pemancingan/Affinity)
Afinitas adalah daya tarik yang disebabkan oleh sesuatu. Dalam teknik penyebaran berbentuk ini, sebuah budaya kelompok etnis harus memiliki daya tarik tersendiri agar budaya lain tertarik dengan budayanya. Biasanya daya tarik ini meliputi yang ada pada 5 kriteria dalam melihat suatu kelompok etnis. Sebenarnya, daya tarik ini merupakan sebuah tindakan yang tidak bisa di tolak dan sulit untuk dilepaskan. Jadi, teknik afinitas ini hanya mengandalkan kemampuan daya tariknya sehingga bisa memancing buddaya etnis lainnya untuk bergabung dengan budaya itu.
Pandangan Mengenai Kelompok Etnis dan Di Indonesia
Munculnya kelompok etnis secara hereditas menimbulkan suatu keyakinan bahwa satu individu tidak akan mengalami penolakan dalam kelompok etnis tersebut. Namun kesadaran akan memurnikan keturunan agar tidak tercemar oleh ciri primodial suku atau etnis lain menimbulkan aktivitas intermarriage (connubium). Bahkan dalam kasus tertentu, terdapat peraturan yang dibuat secara konstitusi yang melarang pernikahan dengan orang yang berbeda ras untuk menghindari afiliasi antar-ras. Hal ini dilakukan untuk memelihara kesamaan status sosial, kesamaan dalam pandangan hidup baik yang dibentuk secara turun temurun ataupun secara religi, dalam kehidupan yang mulai beragam.
Pandangan mengenai etnis lain menimbulkan batas antara satu etnis dengan etnis yang lainnya. Konstruksi-kontsruksi dan dasar pelabelan yang dikenakan kepada diri kita dan mereka merupakan salah satu aktifitas pelabelan yang sering terjadi. Pelabelan ini selain membedakan ciri antar etnis, juga berpengaruh dalam interaksi sosial antar etnis didalamnya. Dalam pemikiran anggota masing-masing etnis, pelabelan yang tidak sempurna atau ideology general mengenai suatu etnis menimbulkan stereotype pada etnis tersebut. Pandangan inilah yang menimbulkan segregasi diantara kedua etnis atau lebih dan pula menimbulkan konflik entis yang berdasarkan pada pelabelan tersebut. Peneguhan atas identitas etnis yang dimiliki oleh satu kelompok etnis atas kelompok etnis lain dapat memicu kerenggangan bahkan konflik horizontal antar etnik.
Indonesia pada saat zaman kolonial merencanakan pembangunan runtuk mencapai tujuan-tujuan nasional, termasuk didalamnya konsep mengenai integrasi nasional yang secara tidak langsung mengikis keberagaman etnis yang ada di Indonesia. Karena dalam pandangan pembangunan, keberagaman etnis yang menimbulkan berbagai macam kepentiangan kelompok etnis tertentu harus dihilangkan demi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. Dorongan kuat untuk melaksanakan modernisasi pembangunan di Indonesia memunculkan kebijakan yang mengejawantahkan harmonisasi dan asimilasi dalam menyeragamkan berbagai macam etnis di Indonesia. Tapi tetap pada pendiriannya, setiap etnis pasti akan meneguhkan eksistensinya, memperlihatkan harmonisasi antar etnis yang ternyata didalamnya terkandung konflik laten.
Ide-ide nasionalisasi dalam wacana etnis sering meleburkan suatu etnis dalam nasionalisasi. Mengkritik salah satu pernyataan dalam UU Rencana Pembangunan Indonesia 2005-2025 yang mengatakan bahwa nilai budaya bangsa merupakan akar pandangan integralistik bangsa dan prinsip kekeluargaan sehingga sangat strategis untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia: Bhineka Tunggal Ika, yang hanya mengangkat ciri satu etnis sebagai simbol kenegaraan menyebabkan adanya sentiment negatif dari kelompok etnis lainnya yang justru dapat menyebabkan disintegrasi bangsa. Kemampuan untuk mengelola keragaman inilah yang menjadi kunci utama dalam harmonisasi antar etnis.
Konflik dan Pendekatan Dalam Konflik Kelompok Etnis
Pendekatan yang dapat digunakan sebelum mengarah pada fakta persoalan bahwa konflik etnis dapat meledak sewaktu-waktu adalah dengan cara :
1. Pendekatan Paradigma
Pendekatan Paradigma dilakukan bukan hanya untuk merubah pandangan bahwa kelompok etnis tertentu harus berkuasa dan kelompok etnis lain hanya menjadi kaum proletar, tetapi juga untuk merubah pandangan bahwa suatu kelompok etnis adalah ancaman bagi kelompok etnis yang lain. Karena dalam interaksi sosial-ekonomi, kebutuhan atas kemampuan suatu etnis untuk melengkapi kebutuhan etnis lain sangat dibutuhkan agar tercipta keselarasan dan kesinambungan interaksi sosial yang dapat membangun bangsa ini.
2. Pendekatan Struktural
Pendekatan Struktural yaitu suatu peraturan yang dikeluarkan secara konstitusi dapat melindungi suatu etnis dari ancaman etnis lain ataupun dari ancaman kepunahan suatu etnis. Perlindungan kenegaraan dibutuhkan untuk menciptakan hubungan sosial antar etnis yang harmonis sehingga dapat mendukung pembangunan nasional. Keputusan-keputusan yang mempunyai kekuatan kenegaraan dapat meminimalisir konflik etnis yang terjadi selama Negara tidak memihak pada satu kelompok etnis saja. Intervensi Negara dalam wacana etnis harus dilakukan secara hati-hati. Karena kelompok etnis, baik yang terbentuk secara primodial ataupun konstruksial, mempunyai pandangan yang fanatik terhadap eksistensi etnisnya. Fanatisme inilah yang perlu dirubah atau diperbaiki sesuai dengan pendekatan utama diatas.
Selain itu, perlunya representasi tiap-tiap etnis dalam memajukan Negara dapat mengurangi konflik etnis yang terjadi. Munculnya tokoh-tokoh dalam pembangunan yang mewakili satu etnis dapat menularkan rasa cinta tanah air kepada anggota-anggota etnis yang sama dengannya. Orang-orang yang terpilih ini dapat meredam konflik eksistensi etnis yang terjadi dan menjadikan perbedaan etnis menjadi potensi pembangunan yang dapat berjalan secara sinergis.
Konflik inter-etnis juga dapat terjadi ketika ada diantara mereka anggota yang tidak sejalan secara ideologi ataupun tidak serupa dengan ciri etnis yang ada. Seperti yang terjadi dalam penolakan pada minoritas kaum cina benteng yang terpisah dari kelompok etnis cina yang utama hanya karena perbedaan pada ciri fisiknya. Sense untuk menegakkan kehormatan suatu kelompok etnis atas dasar kesamaan etnis menciptakan diskriminasi dalam prakteknya. Hal ini turut mempengaruhi keadaan ekonomi di wilayah konflik tersebut. Seperti yang terjadi pada politik apartheid-nya Amerika yang ingin memurnikan ras kulit putih, justru sempat menggoyang perekonomian mereka. Atau ketika kita melihat pada sub-etnis Minangkabau, dimana anggapan bahwa pembantu rumah tangga adalah pekerjaan yang hina maka jika ada seorang dari sub-etnis Minangkabau yang melakukan pekerjaan tersebut, maka ia akan tersisihkan dari kelompok etnisnya karena penghormatan terhadap etnisnya.
Keberadaan, Keberagaman dan Kesamaan kelompok Etnis
Dalam wilayah tertentu, pandangan yang menyatakan kesamaan etnis untuk mengelompokkan etnis didasarkan pada adat kebiasaan dan pandangan yang khas tidak cocok untuk diterapkan pada masyarakat yang latar belakang dan cara hidupnya berbeda, sehingga homogenitas etnis tetap dipertahankan meskipun terdapat beragam cara hidup dan bentuk sosial. Penyebaran masyarakat yang berangkat dari budaya yang sama membentuk ciri etnis yang berbeda ketika masyarakat tersebut mulai menyebar dan beradaptasi dengan lingkungan tempat masing-masing dari mereka menetap dan tinggal.
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa kelompok etnis dapat berdiri berdasarkan atas asas primodialisme dan konstruktifisme, namun kelompok etnis juga dapat berubah dari berlandaskan asas primodial menjadi konstruktif. Hal ini dikarenakan sikap terbuka dari masing-masing etnis untuk menerima keberadaan etnis lain. Proses asimilasi dan akulturasi budaya dapat terjadi pada kelompok etnis dengan paradigma terbuka ini dapat merubah ciri etnis yang ada. Intensitas interaksi sosial-ekonomi yang terjadi antar etnis dapat membuat satu kelompok etnis yang tadinya bersifat primodial, menjadi konstruksial dengan kesadaran akan kemajemukan dan kesadaran akan keadaan sosial-politik-ekonomi yang terjadi pada saat itu.
Keberagaman etnis di negara Indonesia sangatlah banyak dan tersebar dimana-mana. Maka dari itu, Indonesia merupakan negara yang mempunyai beribu-ribu budaya, suku, ras, dan lain-lain. Saat zaman akhir dari zaman penjajahan belanda, budaya negara indonesia dimanfaatkan dan dipertahankan agar tidak terjadi pengkaliman dari negara lain. Etnis di negara Indonesia bercampur aduk dari etnis cina, belanda, inggris, betawi, dan lain-lain. Andai saja negara indonesia ini tidak di jajah oleh penjajahan yang brutal. Maka mungkin saja negara kita masih saja seperti tidak ada kebudayaan lain.
Negara kita merupakan negara yang berasal dari budaya timur. Negara yang berasal dari budaya timur merupakan negara yang mempunyai keberagaman dan banyaknya budaya. Adapun ciri-ciri etnis yang ada di budaya timur. Jadi mungkin saja negara kita merupakan negara yang paling banyak budaya dan kelompok etnis dari negara yang lain. Belum lagi dengan perbandingan antara budaya negara barat.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
4:29:00 pm