Kepada Para Pengunjung

Hallo semuanya, ini merupakan blog bagian pertama ku. Kalian bisa melihat cerita saya dan lainnya. Oh yang belum kenalan tentang saya, lihat di profil saya.

Catatan : Setelah membaca artikel saya, dimohon untuk berkomentar di blog saya.

Note for english people : If you don't know about my language you can translate my language in This Link . Some word can't translate. Because, several word are Indonesian Style language.


Note : If you translate it, text will look funny. Enjoy reading

Translate This Blog

Jumat, 14 Maret 2014

Days 73 - Flat Moment

Hari ini tepatnya tanggal 14 Maret 2014. Merupakan hari yang menurutku tidak begitu istimewa. Tidak begitu berwarna semenjak hilangnya laptopku di Masjid Baranangsiang 3. Postinganku sebelumnya dibuat agar orang-orang di sekitarku tidak mengalami kejadian yang serupa denganku. Karena sangat disayangkan apabila barang yang berharga yang dibawa hilang dan berada ditangan orang lain untuk mencari keuntungan.

Pagi hari itu aku memulai hari-hariku dengan kuliah pengganti. Datang jam 07:30 namun dosennya baru datang pada jam 08:00. Belajar kalkulus lanjutan 2 dan riset operasi. Dalam kalkulus lanjutan 2 yang aku pelajari ini mempelajari tentang fungsi gamma dan riset operasi yang dipelajari hari ini adalah tentang linear programming. Buku yang disarankan pada mata kuliah riset operasi ini adalah buku Introduction to Operation Research karangan Hiller dan Liebermann. Tebal buku sangat tidak karuan. Katanya halaman buku tersebut lebih dari 1000 halaman. Harga 1 bukunya bila dibeli originalnya mencapai 1 jutaan. Kalau mencetak langsung dari internet kena 300 ribu. Karena aku ingin menghemat uang untuk membalikkan keadaan yang aku alami ini, aku hanya mencari PDFnya saja. Untungnya, edisi yang aku dapat di goole lebih bagus dibandingkan yang dimiliki oleh dosen itu. Yang ada di google merupakan edisi tujuh dan yang dimiliki dosen merupakan edisi keenam.

Hari ini aku resmi lengser dari jabatan kepengurusan kelas sebagai komti kelas. Digantikan dengan salah satu temanku, Agus Sugiarto. Dengan wakil komti adalah Sintya Dwi Rosady. Sekretaris dipegang oleh Rahayu Cipta Lestari. Bendahara 1 oleh Esti Oktaviani dan Bendahara 2 oleh Amirul Khoerul Mahmud. Sengaja tidak ada sekretaris 2 dikarenakan sudah cukup dengan tugas seorang sekretaris. Aku merasa bersyukur bisa keluar dari kepengurusan kelas, setidaknya tidak ada beban yang aku pegang selama ini.

Setelah itu, aku bergegas pulang ke rumah untuk melaksanakan sholat jumat. Dilanjut dengan menabung ke bank agar aku bisa membeli laptop kembali. Memang sangat diperlukan penghematan selama di semester 4 ini. Tapi perjuangan aku di semester ini penuh dengan pengoptimalan dalam segala hal.

Aku berharap semua keadaan bisa kembali seperti dulu dan lebih maksimal lagi. Bisa mendapatkan laptop baru dengan spesifikasi lebih bagus dari sebelumnya. Usahaku bisa lebih maksimal untuk mendapatkan apa yang diharapkan kedepannya.

Kamis, 13 Maret 2014

Zaman Sekarang, Masjid Nyaman Namun Tidak Aman

Sudah lama aku tidak pernah posting blog disini. Semenjak tugas kuliah yang begitu banyak sehingga waktu untuk bermain di dunia blog semakin tidak ada. Bukan berarti hilang. Buktinya saja aku masih bisa posting di waktu ini karena masih ada waktunya. Walau skill menulisku mulai berkurang karena jarang berkarya, dan lebih memilih berhitung tapi aku ingin agar skillku bisa seperti dulu lagi. Mohon maaf apabila banyak sekali kata-kata yang sulit dipahami dalam postingan ini dan kedepannya.

Dalam postingan kali ini, aku akan mengulas mengenai salah satu tempat ibadah yang selalu dilakukan oleh orang beragama islam pada umumnya. Yaitu Masjid. Kenapa aku mengangkat judul ini dalam postinganku kali ini? Mari kita simak ulasan dariku.

Masjid merupakan salah satu tempat ibadah umat islam pada umumnya untuk melaksanakan sholat. Baik sholat fardhu maupun sholat sunah, entah sendiri maupun berjamaah tergantung ketentuan pada sholatnya. Masjid juga merupakan tempat ibadah yang sangat nyaman, sejuk, aman, dan enak. Banyak sekali orang-orang yang mengunjungi masjid untuk melaksanakan sholat lima waktu, bisa juga melaksanakan sholat di tempat itu ketika orang tersebut sedang melakukan perjalanan, hingga ada juga yang menggunakan untuk tempat beristirahat sambil bersantai, dan tempat untuk diskusi bersama secara tenang. Hal tersebut membuat seseorang yang mendatangi masjid menjadi nyaman dan betah. Bahkan aman dari segala kejahatan.

Namun itu semua hanya bisa dirasakan saat zaman dahulu. Tidak pada zaman sekarang. Banyak sekali kejadian dan kasus yang tidak mengenakkan yang terjadi di masjid. Salah satunya terjadi pencurian isi uang pada kotak amal, barang-barang bawaan seseorang hilang, sendal atau sepatu yang tertukar bahkan hilang, motor dan mobil yang dibawa pergi, dan lainnya. Yang aku sebutkan merupakan kejadian yang paling dominan terjadi di masjid saat ini. Hal tersebut terjadi karena kurangnya keamanan yang ada di masjid, kurangnya pengawasan pengelola masjid, barang yang dibawa terlalu mencolok oleh seseorang, hingga kecerobohan dan ketelodoran seseorang ketika menyimpan barang.

Beberapa pesan di masjid memberitahukan bahwa pengelola masjid tidak bertanggung jawab apabila terjadi kehilangan barang bawaan yang dibawa oleh seseorang. Lalu bagaimana apabila jika hilangnya itu merupakan aset berharga yang ada di dalam masjid? Apalagi hilangnya kotak amal? Siapa yang harus dibutuhkan bantuan dan siapa yang bertanggung jawab?

Ketidakamanan masjid saat ini sudah menjadi suatu peringatan bagi orang-orang yang ingin beribadah di suatu masjid, terutama ketika dia membawa suatu barang apalagi barang tersebut merupakan aset berharga. Tidak setiap jam, menit, bahkan detik pengelola masjid (Dewan Kerja Masjid atau DKM) mengawasi sekitaran masjid. Walaupun ada seorang pengelola masjid yang sedang bertugas atau bersantai namun mereka tidak bertanggung jawab ketika ada barang yang seseorang miliki itu hilang, karena pengelola masjid hampir tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya sebuah peringatan ketika orang itu kena musibah saja. Entah dalam benakku, apabila pengelola masjid mengalami musibah yang serupa di masjid itu, apa yang bisa mereka lakukan untuk masjid itu?

Aku sendiri baru merasakan sekitar tanggal 11 Maret 2014 saat itu ketika aku kehilangan laptop yang harganya mendekati 6 juta ketika aku sedang melaksanakan sholat dhuhur. Saat aku menyadari laptopku hilang dan lapor ke pengelola masjid, pengelola masjid tidak mau bertanggung jawab atas kehilangan laptop yang aku miliki ini. Memang aku awalnya salah telah menyimpan tas berserta laptop yang letaknya jauh dari pandangan sehingga pencuri pun bergegas saat magmum dan imam sedang sujud. Tapi tidak aku saja yang mengalami hal serupa, tapi orang lain pun dahulunya pernah mengalami hal yang sama di tempat yang sama.

Beberapa saran dariku agar bisa terhindar dari pencurian saat di masjid, baik seseorang yang ingin melaksanakan ibadah sholat maupun pengelola masjid.

1. Ketika ke masjid menggunakan sandal, disarankan menggunakan sandal yang tidak terlalu samaan (seperti merek sw*ll*w) dan tidak terlalu mencolok dan mewah. Terkadang sandal yang samaan sering tertukar dengan warna yang berbeda dan bentuknya, bahkan saja sandal yang samaan sering diambil oleh seseorang untuk cadangan sewaktu-waktu dia kehilangan sandalnya juga. Begitupun dengan sandal yang mencolok dan mewah, tentu sendal tersebut mengundang hasrat seseorang yang melihatnya untuk mencuri barang mewah dan mencolok tersebut hingga kemudian dijual kembali. Tidak hanya sendal saja, hal tersebut berlaku untuk sepatu. Terkadang pencuri meninggalkan kaos kaki dari seseorang yang menggunakan sepatu. Pastinya pencuri itu tidak mau mencuri kaos kaki seseorang yang bau. Saran lain apabila membawa tas, lebih baik sandal maupun sepatu dimasukkan ke dalam tas. Satu hal lagi, letakkan sandal dan sepatu ditempat yang aman, dalam arti mudah diingat tapi susah dicari oleh orang. Di masjid memang banyak sandal dan sepatu yang berjejeran diluar masjid, namun carilah ruang yang sulit dicari oleh orang tapi diingat oleh kita. Hindari tempat terujung.
2. Ketika ke masjid membawa barang seperti tas dan laptop atau notebook, sangat disarankan barang yang dibawa tidak ditinggalkan saat ingin berwudhu, melainkan dibawa dan disimpan dekat dengan pandangan yang mudah dilihat yaitu didepan. Banyak orang yang meninggalkan barang bawaan mereka dikarenakan barang yang mereka bawa itu sangat berat atau mereka kelelahan. Tapi siapa sangka apabila jarak pandangan yang terbatas dapat membuat kita lengah. Alhasil barang kita pun menjadi hilang.
3. Masih yang sebelumnya, ketika hendak selesai wudhu dan bergegas masuk masjid untuk sholat, kita bisa melihat beberapa situasi tertentu.

a. Apabila tidak dilakukan sholat berjamaah. Lebih baik barang bawaan DILETAKKAN DIDEPAN saat kita sholat, JANGAN sesekali barang bawaan yang kita bawa diletakkan DISAMPING, apalagi diletakkannya DIBELAKANG. Fatalnya lagi, JANGAN sesekali meletakkan barang kita DITEMPAT YANG JAUH DARI PANDANGAN DAN PENGAWASAN kita. Situasi ini berlaku ketika masjid sepi tanpa orang maupun ada beberapa orang disekitar tempat itu. Saat kita sujud dan melakukan gerakan selanjutnya seperti tahiyatul awal dan akhir, pencuri bergegas melakukan aksinya.
b, Apabila dilakukan sholat berjamaah dan baru memulai dari rakaat awal. Lebih baik ambil barisan terdepan dan taruhlah barang di depan, apabila dapatnya di samping lebih baik barang diletakkan di samping depan. Namun jika kebagian di tengah barisan, lebih baik tunggu hingga kita dapat barisan di samping, atau lebih baik nunggu hingga sholat berjamaah selesai sehingga bisa kembali ke point a, namun jika tidak mau dan tidak memungkinkan, barang yang dibawa diletakkan di depan kita dan letakkan barang itu secara horizontal.
c. Apabila dilakukan sholat berjamaah dan sudah beberapa rakaat dilaksanakan. Lebih baik menunggu hingga selesai dan kembali ke point a. Jika tidak mau dan tidak memungkinkan, lakukan point b dimana harus meletakkan barang didepan kita secara horizontal.

Memang barang yang ditaruh di depan kita saat posisi kita berada di tengah, di samping, maupun di depan barisan sedikit mengganggu saat kita sujud apalagi orang yang di depan kita (kecuali posisi kita yang berada di depan barisan), tapi peletakkan barang di posisi tersebut sangatlah aman sehingga mudah diawasi, Walau sujud seperti sujud terhadap tas, tapi selama kita sujud karena sholat karena Allah bukan karena takut barang hilang, hal itu tidak jadi masalah. Namun banyak orang yang menyarankan bahwa lebih baik apabila barang yang dibawa diletakkan didepan mimbar atau podium khotbah apabila barangnya besar. Apabila di masjid ada tempat penitipan tas, lebih baik titipkan saja.

4, Ketika ke masjid membawa kendaraan seperti sepeda, motor, dan mobil. Lebih baik kunci ganda kendaraan tersebut. Terkadang satu kunci saja masih bisa dibobol oleh pencuri. Gunakan kunci rahasia yang sulit dilacak dan dibongkar oleh pencuri. Jika menggunakan sepeda, lebih baik diletakkan di tempat yang mudah diingat oleh kita tapi sulit dilacak oleh pencuri seperti halnya point nomor 1.

5, Menyangkut aset berharga dalam masjid. Khususnya kotak amal, lebih baik kotak amal selalu dilakukan tiap waktu dalam sehari. Apabila hanya dilakukan di hari jumat saja saat kotak amal berjalan pada saat khotbah jumat, lebih baik setelah sholat jumat, kotak amal tersebut segera diperiksa dan isinya diamankan dan dimasukkan dalam kebendaharaan. Apabila hal tersebut menyangkut barang sekitar, alangkah baiknya diletakkan dekat mimbar ataupun podium khotbah, saran lain apabila dilakukan pengawasan atau kegiatan yang dilakukan oleh DKM masjid tersebut sehingga orang yang ingin mencuri enggan melakukan tindakan tersebut.

Mungkin inilah yang bisa aku sampaikan dalam postingan kali ini. Semoga bermanfaat dan tetap diberikan pengawasan dalam menjaga harta dan barang di sekitar kita terutama barang-barang penting kita sendiri oleh Allah swt. Kejahatan terjadi karena kesempatan, Tetap waspada dan berdoa semoga Allah selalu melindungi kita dari segala kejahatan yang akan menyerang kita. Aamiin.

Minggu, 05 Januari 2014

Days 3 - The Bad Luck Year Phase

Tanggal 3 Januari 2014, hari ketiga di tahun 2014. Hari pertama dan kedua tidak ada yang spesial dariku. Entah kenapa aku menulis judul The Trouble Year Phase di hari ketiga ini, kenapa bukan pas hari pertama saja. Aku sengaja menulis di hari ketiga ini dikarenakan aku merasakan sesuatu yang aneh dan benar-benar terjadi saat dimulai tahun 2014 ini.

Hari jumat, aku dari tanggal 2 Januari 2014 dan 3 Januari 2014 bergadang untuk menyelesaikan tugas akhir Praktikum Metode Statista 2 sebagai syarat untuk mengikuti UAS Praktikum mata kuliah itu. Karena gak kuat, aku melanjutkan di pagi harinya. Walau mata masih kerasa kantuk bahkan sampai tenggorokanku sakit dan kering, aku melanjutkan tugas yang hampir 90% selesai. Aku bangun jam 05:30, tugas selesai pada jam 07:30. Setelah mengerjakan tugas, aku pergi ke kamar mandi untuk mandi, kemudian berangkat pada pukul 08:00.

Setelah aku keluar dari rumah dan menunggu bis di samping Jalan Raya Bogor yang mengarah ke arah Bogor, aku melihat anak Pramuka sedang membawa bambu panjang, mungkin sekitar 180 cm, dengan adanya bendera yang terikat pada bambu tersebut. Jumlah bambu yang dia bawa cukup banyak dan besar. Aku kira anak Pramuka tersebut ingin mengikat bambu panjang tersebut di tiang listrik untuk menandai adanya acara Jambore. Ternyata tidak, anak tersebut meletakkan bambu tersebut di trotoar, dan menghampiri bapaknya. Bapaknya itu adalah tukang susu yang sering mengantarkan susu kepadaku setiap paginya. Ternyata anaknya itu sedang mengikuti kegiatan perkemahan di Cimandala. Entah Jambore entah apa. Tukang susu itu ingin mengantarkan anaknya ke Cimandala sambil membawa bambu yang cukup banyak dan besar. Sayangnya, bambu itu tidak kuat dibawa di motor tukang susu itu. Pada akhirnya, tukang susu berniat untuk mencari mobil Pick Up agar mempermudah pembawaan bambu-bambu tersebut. Tukang susu berusaha untuk melambaikan tangan ke Mobil Pick Up yang melintas di Jalan Raya Bogor dengan maksud membutuhkan pertolongan. Namun sayangnya, tidak ada satupun Mobil Pick Up yang merespon pertolongan tukang susu itu. Aku pun sembari menolong tukang susu itu namun hasilnya nihil, supir mobil Pick Up langsung lewat tanpa merespon pertolongan. Selama mencari mobil Pick Up yang lewat di Jalan Raya Bogor, bis yang aku tunggu untuk menuju ke kampus tak kunjung datang. Setelah 30 menit, tepatnya pada pukul 08:30. Bis yang ditunggu pun datang dan aku segera menaiki bis tersebut.

Perjalanan dari rumah menuju kampus membutuhkan waktu 45 menit normalnya, 1 jam sebagai pembulatan ke atas. Sementara Ujian dimulai pada pukul 09:00. Jelas, aku telat parah karena menunggu bis yang datangnya begitu lama. Aku berada di bis dalam kondisi penuh penumpang, tidak bergelantungan di pintu seperti hari kedua. Aku baru dapat tempat duduk ketika berada di Kandang Roda, Nanggewer. Perjalanan bis sangat rusuh, bisa dibilang ngebutnya gak karuan. Biasanya, bis ngebut dikarenakan beberapa hal. Pertama, ingin menyalip mobil didepannya termasuk bis saingannya yang ada didepan atau dibelakang sehingga bis yang ngebut tersebut dapat penumpang yang harus diangkut. Kedua, mengejar waktu pada saat rush hour. Ketiga, tertinggal jauh dengan bis lainnya. Walau bis yang aku naiki ini dalam kecepatan penuh yang tidak karuan, namun tetap saja telat ketika tiba di kampus. Selama perjalanan, bis yang aku tumpangi ini mengalami beberapa kesialan. Pertama, bis yang aku tumpangi sempat menabrak pengemudi motor saat di pertigaan lampu merah talang saking tidak sabarannya tukang supir untuk lewat. Untungnya pengemudi motor tersebut tidak jatuh, hanya oleng dan bisa mengendalikan motornya. Kesal hati, supir bis yang menabrak motor tersebut bilang, "Goblok lu, minggir dong, ini lagi dikejar waktu.". Posisi saat itu si pengemudi motor kebetulan menghalangi jalan lurus pada garis lampu merah kearah Jalan Baru, otomatis bis yang posisinya persis dibelakang si pengemudi motor pun mengambil ancang-ancang gas dan menabrak si pengemudi motor. Padahal lampu saat itu sedang merah, baik ke arah Jalan Baru maupun ke arah Cikaret. Kedua, setelah lewat dari tempat itu, tak jauh dari lokasi, banyak penumpang yang naik dan turun untuk transit. Tiba-tiba, bis yang aku tumpangi ditabrak oleh mobil sambil membunyikan klakson terus menerus. Entah mobil apa yang menabrak bis itu. Ternyata yang menabrak bis yang aku tumpangi itu adalah mobil brimob, ya akhirnya teman supir yang ada didalam mobil brimob pun berkata kepada supir bis, "Eh, lu kalau mau naikin dan nurunin penumpang jangan dijalan, kalau gua polisi, udah gua tilang itu bis lu.". Aku kira mobil brimob itu memarahi karena bis yang aku tumpangi sempat menabrak pengemudi motor, gak taunya soal bis yang sengaja naik dan menurunkan penumpang di tengah jalan. Dan yang terakhir, setibanya di Jembatan dekat dengan Pool Bis Damri Botani Square, yang kedua kalinya bis ini malah berhenti dan menurunkan penumpang ditengah jalan. Alhasil, kemacetan panjang tak terduga setelah turun dari bis. Akhirnya bis itu ngacir dan ngebut gak karuan.

Setelah tiba di Pool Bis Damri Botani Square, aku berjalan menuju kampus dengan jalan cepat. Sebenarnya aku ingin berlari namun dikarenakan tas yang aku bawa jebol, akhirnya aku membawa tas dengan posisi tas didepan, bukan dibelakang. Namun selama dijalan, aku lupa untuk merapihkan kertas-kertas PR Modul Praktikum Metode Statistika 2. Akhirnya aku rapihkan saat aku tiba di masjid Baranangsiang 3. Setelah itu, aku lanjut ke tempat fotocopy-an untuk membeli pulpen dan meminjam steples untuk men-steples-kan kertas-kertas PR Modul mata kuliah itu. Di tempat fotocopy-an, aku ketemu Adit, kakak senior angkatan 2011, sedang fotocopy tugas PR Praktikum Metode Statistika 2 untuk bisa ikut UAS Praktikum. Dia datang telat karena baru print tugas yang dia buat. Akhirnya aku cepat-cepat ke Laboratorium Statistika dan Optimasi. Ternyata UAS Praktikum sudah dimulai, aku telat 30 menit. Aku langsung mengambil kertas HVS untuk menulis jawaban dan soal. Soal yang aku dapat adalah soal A setelah pengocokan tipe soal apa yang harus diambil dan dikerjakan.

Pada soal A, terdapat soal teori mencari perbedaan antara korelasi ganda dengan korelasi parsial berserta contohnya termaasuk korelasi sederhana. Kemudian 3 soal yang harus ditulis outputnya berserta analisis dari hasil outputnya itu. 1 soal pada nomor 2 mencari regresi sederhana, nomor 3 menghitung Chi-Square, dan nomor 4 mengambil salah satu soal di modul mengenai Regresi Berganda. Awalnya aku mengerjakan nomor 2 karena terlihat mudah. Karena keadaanku yang sedang terburu-buru dikejar waktu, capek, sehingga melihat jawaban yang sudah aku tulis panjang sampai satu halaman kertas HVS salah total. Aku tidak teliti membaca soal yang diberikan. Untungnya saja baru 1 nomor yang salah, sehingga masih ada waktu untuk meralat jawaban itu.

Tak lama kemudian, Dani, Imam, dan Adit datang dan masuk ke kelas karena datang telat. Aku kira mereka ikut yang kelompok B pada pukul 13:00, ternyata mereka ikut yang A. Dani duduk disampingku, Imam dan Adit duduk didepanku. Dani kebagian soal B. Sementara mereka berdua juga B. Sehingga mereka tidak bisa menyontek kecuali mereka bisa kerja sama. Tak lama setelah mereka datang, Anggela datang untuk mengikuti UAS Praktikum, dia dapat soal B dan posisi duduk disamping Dani. Ya pada akhirnya yang kebetulan mereka dapat soal B bisa kerjasama, sementara aku tidak bisa kerja sama karena selingkaran posisiku pada kebagian soal B. entah ada yang dapat soal A pasti jauh dariku. Dengan situasi yang seperti ini, aku bisa konsentrasi dan segera untuk menyelesaikan soal yang ada. Sebelum aku meralat soal nomor 2, aku mengerjakan soal nomor 3, nomor 4, nomor 1, setelah itu baru nomor 2. Selama mengerjakan UAS, suasana tidak begitu kondusif terutama disampingku, Dani dan Anggela, ngobrol sambil kerja sama. Bahkan saat suasana hening, Dani sengaja kentut. Suaranya nyaring dan baunya pun bikin gak nahan. Ya baru-baru ini dia kentut saat lagi UAS Praktikum. Entah dengan UAS Teori.

Satu hal yang sial saat sedang mengerjakan nomor 1 karena tidak tahu perbedaan antara korelasi ganda dengan korelasi parsial berserta contohnya termasuk korelasi sederhana. Padahal sifat UAS Praktikum ini adalah Open Modul, tapi di modul tidak lengkap. Aku mencari definisi dan contoh tersebut lewat Help yang ada di program SPSS. Ketika aku sudah menemukannya, aku menyalin yang ada di Help mengenai definisi dan contoh-contohnya. Namun tindakanku membuka Help ini ketahuan saat aku sedang menulis sambil melihat layar. Dan pengawas, teh Widi, memberikan peringatan kepadaku, "Wahyu.. kamu lagi apa buka Help disitu?". Akhirnya aku segera close Help dan kembali lanjut menulis, entah apa yang aku tulis walaupun sedikit-dikit aku ingat apa yang aku lihat di Help.

Aku terlalu boros kertas HVS untuk UAS Praktikum ini. Seperti biasa, selain tulisanku yang jelek nan besar, kecerobohan dan ketidaktelitian pada di awal aku mengerjakan pun membuat malapetaka saat aku mengerjakan soal ini. Sehingga aku menghabiskan 3 kertas. 2 Kertas HVS, dan 1 kertas lagi di kertas soal akibat persediaan kertas HVS habis. Sehingga beberapa temenku yang ingin minta kertas HVS pun kecewa dan terlanjur menulis di kertas soal.

Setelah selesai UAS Praktikum, semua tugas yang menjadi syarat mengikuti UAS dikumpulkan. Karena aku mengerjakan tugasnya langsung di modul, teh Widi langsung tercengang-cengang melihat hasil tugas yang sudah aku kerjakan selama bergadang.

Teh Widi: "Subhanallah, Masya Allah, rajin amat kamu ngerjainnya. Kamu ini ngetik atau nulis?"
Aku: "Yang ditulis itu yang khusus manualnya teh, tapi ada beberapa yang ditulis karena outputnya dikit. Jadinya yang banyak aku print dan aku tempel. Maaf teh kalau tulisanku berantakan."
Teh Widi: "Wah... hebat.. ini kamu di kampus sampai jam berapa?"
Aku: "Memangnya ada apa teh?"
Teh Widi: "Kamu kan ngerjainnya di modul, kalau kamu sampai siang jam 1, kamu bisa ambil kembali modulnya ini."
Aku: "Oh ya udah teh, aku ambil nanti sekitar jam 1an."

Setelah itu, aku turun kebawah menuju ke masjid Baranangsiang 3 untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat. Kemudian berlanjut ke kantin kampus untuk makan siang. Dalam makan siang kali ini, aku ingin mencoba makanan yang biasa dimakan oleh orang-orang yang biasa makan di kantin Mirasari. Makanannya berupa seperti telur tepung goreng berukuran besar. Ketika aku berada di kantin itu dan memesan makanan yang dimaksud, ternyata nama makanannya adalah Puyung Hai. Sejenis makanan china dan rasanya seperti bakwan dengan ukuran besar. Walaupun aku tidak menyukai bakwan, aku mencoba untuk mencicipi makanan baru ini. Harganya 10000. Tapi anehnya aku dikasih dua Puyung Hai oleh pelayan, padahal aku hanya memesan satu. Harga tidak dikali dua, melainkan tetap sama. Sayangnya aku tidak menghabiskan makanan itu karena kekenyangan. Ya akhirnya aku bayar ke pelayannya. Puyung Hai (10000) + Nasi (3000) + Teh Manis (3000) = 16000 rupiah. Uangku masih tersisa untuk pulang dan tabungan harianku.

Selama di bis, aku sempet memikirkan yang terjadi hari ini di waktu sebelumnya. Pada hari pertama tahun 2014 ada berita bahwa 150 penonton malam tahun baruan dibawa ke rumah sakit akibat dehidrasi.  Kemudian muncul berita di hari pertama tahun 2014 kalau ada teroris di daerah Ciputat. Adapun pas hari kedua banyak berita yang menjelaskan kesialan seseorang pada saat transaksi dengan kartu ATM. Melihat tiga berita itu termasuk yang aku alami ini, aku mengingat berita yang pernah dipublish bahwa tahun 2014 ini merupakan tahun kesialan bagi semua orang. Apabila pada malam tahun baru orang tersebut tidak melaksanakan pengajian, melainkan bersenang ria diluar rumah tanpa berdoa, maka otomatis kesialan akan menimpa orang-orang yang melanggar. Malam tahun baru merupakan malam Rebo Wekasan, apabila malam tersebut tidak mengerjakan yang harus dikerjakan, maka kesialan akan terus menimpa hingga pergantian tahun baru. Untuk menghindari hal ini, seseorang perlu mendekatkan diri kepada Tuhan dan berdoa demi perlindungan dan keamanan pada dirinya. Itulah sebabnya, selama 3 hari berturut-turut orang sekitar mengalami kesialan yang tidak terduga. Bahkan, lebih bahaya lagi dengan orang yang sedang melaksanakan perjalanan jauh, mengambil sebuah pilihan, dan juga ketika menjalin hubungan dengan seseorang. Kesialan bisa datang kapan saja, tidak ada yang tahu kapan kesialan itu datang. Jadi keingat salah satu ramalan yang pernah dilakukan oleh salah satu organisasi islam (entah namanya apa), sekitar pertengahan Januari 2014 kota Jakarta akan terus diguyur hujan hingga membuat banjir yang lebih parah dari sebelumnya. Entah benar atau enggaknya kita lihat pertengahan januari nanti.

Untuk itulah, di tahun 2014 resolusi yang sangat diwajibkan adalah mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjalankan perintah yang ada dan menjauhi segala larangannya. Perbanyak berdoa dan bersyukur. Ditambah harus membuang sikap malas dan berhati-hati dalam setiap pilihan. Karena setiap pilihan akan menentukan kelanjutan kedepannya. Tahun 2013 merupakan tahun tantangan bagi seluruh manusia, sementara tahun 2014 merupakan tahun kesialan bagi seluruh manusia. Dari tahun 2013 merupakan resolusi untuk memaksimalkan usaha yang sedang dikerjakan dan tidak menyerah dalam melaksanakan usaha. Dan di tahun 2014 inilah kita harus mendekatkan diri dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mungkin ini yang bisa kuceritakan di hari ketiga ini, walaupun tidak jelas. Tapi ada maksud tertentu untuk diceritakan. Aku sempat berpikir bahwa yang namanya ramalan kadang benar dan kadang juga enggak, namun entah kenapa yang namanya ramalan jawa hampir 100% benar. Bukan berarti sudah teruji di IPB dan ITB, tapi fakta dan kenyataannya memang benar-benar terjadi setelah diteliti lebih dalam. Kadang ada orang yang tidak percaya dengan yang ada ramalan dikarenakan dikatakan syirik, kadang ada yang menganggap ramalan tersebut adalah hal biasa, kadang bisa dipercaya dan kadang juga enggak. Bahkan ada orang yang benar-benar mempercayai ramalan karena ramalan merupakan petunjuk yang datangnya berasal dari Tuhan untuk bisa memperbaiki diri agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Entah mana yang benar, hanya Tuhan yang tahu.

Rabu, 01 Januari 2014

Empat Kepribadian Koleris, Sanguinis, Melankolis, Plegmatis

Jika berbicara mengenai karakter, akan sangat dekat sekali dengan kecocokan atau ketidakcocokan seseorang dengan orang lainnya... memaksakan orang lain memahami karakter kita tanpa timbal balik untuk memahami orang lain sama saja dengan menebar garam di lautan, yang berarti, sia-sia.

Sungguh sangat indah jika kita dapat saling memahami dan melengkapi, karena Allah menciptakan perbedaan sebagai suatu keniscayaan dan menguji kita untuk runtuh karenanya atau kokoh dengan memanfaatkannya


Harmonisasi hubungan dalam komunitas sosial adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Seperti halnya musik, harmoni tidak akan tercipta jika pemain terus menggunakan satu nada saja, artinya, sinkronisasi dari nada-nada yang ada menciptakan melodi yang harmoni, dengan memperhatikan kolaborasi nada yang digabungkan. Dengan sedikit sentuhan dan pemahaman, perbedaan tidak hanya akan seindah pelangi yang dapat dilihat, tetapi juga seindah melodi yang mampu didengar.
Kali ini, untuk memudahkan, akan dirangkum empat karakter yang dirumuskan oleh FLORENCE LITTAUER dalam bukunya Personality Plus dan dikemas dengan gaya penyampaian saya, agar kita semua dapat saling mengisi kekosongan, dan memahami perbedaan.


SANGUINIS YANG POPULER
Karakter dominan:
1. Suka bicara dan bercerita, menjadikan cerita apapun spektakuler dan menyenangkan
2. Lugu dan polos, kesenangannya berbicara membuatnya mengatakan apapun yang diinginkannya, walaupun terdengar konyol dan memalukan
3. Antusias dan ekpresif
4. Penuh rasa ingin tahu, karena itu jangan memberikan petunjuk apapun jika anda tidak ingin rahasia anda diketahui oleh seorang sanguinis
5. Kreatif, menyukai hal-hal baru dan bersemangat memulainya.
6. Mudah berteman, fleksibel, dan mudah akrab dengan orang asing


Masalah untuk para sanguinis:
1. Terlalu banyak berbicara hingga tidak menyadari lawan bicara tidak lagi memerhatikannya
2. Mementingkan diri sendiri (egois), suka mendengar suaranya sendiri dan tidak memperhatikan apa yang dikatakan lawan bicara
3. Pelupa, karena pikiran seorang sanguinis sangat mudah dialihkan oleh hal-hal yang menurut mereka menarik
4. Suka menyela dan menjawab untuk orang lain, menjadikannya bahan lelucon dan menganggap semua orang menyukai cerita-ceritanya
5. Tidak tertib dan tidak dewasa, dapat memiliki emosi yang beragam dalam satu hari. Fluktuasi emosi seorang sanguinis terjadi begitu cepat dalam rentang waktu yang singkat.

Saran untuk para sanguinis:
1. Bicaralah separuh dari sebelumnya. Karena seorang sanguinis terlalu banyak bicara, bicara separuh dari kebiasaan merupakan hal sulit, untuk tidak memecahkan kesunyian merupakan tantangan terbesar para sanguinis
2. Peka dengan tanda-tanda kebosanan, karena tidak semua orang senang dengan cerita-cerita anda yang tanpa anda sadar selalu anda ulang.
3. Meringkas komentar anda. Memberikan komentar berlebihan membuat anda dipandang tidak berisi, terutama bagi para melankolis
4. Berhenti membesar-besarkan. Orang lain akan menganggap anda pembohong, walaupun anda tahu anda hanya membumbui cerita agar terkesan lebih menakjubkan
5. Peka dengan perasaan orang lain, karena tanpa anda sadari, ucapan spontan anda mungkin menyakiti beberapa orang, meskipun anda tahu anda tidak bermaksud menyakiti mereka sama sekali
6. Belajarlah mendengarkan, semua orang pada dasarnya ingin didengarkan, berbicara terus menerus tidak akan membuat anda mendapat simpati. Tapi dengan mendengarkan, anda akan menyadari, begitu mudah orang menerima keberadaan anda
7. Tulis segala-galanya, karena anda pelupa
8. Dahulukanlah kepentingan orang lain, berusahalah untuk memandang orang lain penting, seperti anda menggap seberapa pentingnya diri anda
9. Jangan berpikir anda harus selalu mengisi kekosongan, karena kesunyian tidak terlalu buruk untuk beberapa orang, meskipun tentunya tidak bagi anda
10. Bersikaplah dewasa

Cara menyikapi mereka yang berwatak sanguinis:
1. Kenali kesulitan mereka dalam menyelesaikan tugas. Mereka menyukai hal-hal baru yang mengundang ketenaran, karena itulah pikiran mereka sangat mudah dialihkan hingga mereka kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang mereka mulai. Karena itu, bantu mereka untuk fokus pada pekerjaan lama sebelum memulai pekerjaan yang baru, seberapapun sulitnya mereka menahan diri dari godaan.
2. Sadarilah bahwa mereka bicara tanpa berpikir lebih dulu dan ucapan mereka sama sekali tidak bermaksud menyakiti siapapun. Mereka hanya ingin semua orang bergembira walaupun terkadang menggunakan lelucon yang menyakitkan dan menyinggung orang lain. Tapi mereka tidak pernah bermaksud buruk. Semua hanya untuk permainan yang lebih menyenangkan.
3. Sadarilah mereka menyukai fleksibilitas. Mereka tidak menyukai deadline karena itu membuat mereka frustasi dan terguncang. Mereka senang dengan tempat yang membuat mereka menjadi pusat perhatian. Pahamilah mereka mencintai ketenaran lebih dari siapapun.
4. Jangan harapkan mereka mengingat janji, karena sesuatu selalu terjadi. Karena sifat pelupa mereka, mungkin mereka mninggalkan sesuatu yang sangat penting dan harus kembali untuk mengambilnya atau menemani tamu mengobrol hingga lupa waktu dengan janji selanjutnya.
5. Pujilah mereka untuk segala yang mereka capai, karena mereka sangat bergantung pada pujian untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Jangan sekali-kali merendahkan mereka, karena mereka akan berhenti mengerjakan apapun juga atau mengerjakannya dengan sangat buruk.
6. Berilah mereka hadiah, mereka sangat menyukai segala bentuk apresiasi. Memberikan hadiah kecil karena keberhasilan mereka mengerjakan tugas akan melipatgandakan gairah dan semangat mereka untuk menuntaskan pekerjaan berikutnya.
7. Terimalah kenyataan bahwa mereka mendapat kesenangan karena mempermalukan orang lain. Sekali lagi, mereka tidak bermaksud buruk, mereka hanya ingin membuat orang disekitar mereka rileks dan bahagia walalupun lelucon mereka menyudutkan pihak lainnya
8. Sadari bahwa mereka bermaksud baik untuk membuat suasana selalu gembira.


MELANKOLIS YANG SEMPURNA
Karakter utama:
1. Mendalam, penuh pikiran, analitis. Mereka banyak menghabiskan waktunya untuk mempertimbangkan segala aspek dalam kehidupan mereka
2. Serius dan tekun dalam menerjemahkan segala hal sehingga membuat mereka memiliki pengetahuan lebih daripada pencapaian yang dilakukan watak lainnya
3. Jenius dan intelek. Mereka menyukai hal-hal yang rumit sehingga segala pemikiran mereka bersikap mendalam dan berdasarkan fakta
4. Berbakat dan kreatif
5. Menyukai daftar, diagram, grafik, dan bagan. Mereka suka menganalisis sesuatu dan menterjemahkannya menjadi data akurat yang spesifik untuk memudahkan mereka mengambil kesimpulan
6. Sangat terperinci dan mendetail untuk segala hal yang dilakukan
7. Terorganisasi
8. Teratur dan rapi
9. Perfeksionis, memiliki standar tinggi dalam segala hal, yang artinya selalu mengharapkan segala sesuatunya sempurna
10. Ekonomis

Masalah untuk para Melankolis:
1. Mudah tertekan dan sering berwajah muram. Jika seorang melankolis berada pada suasana hati tidak baik, mereka akan membawa awan mendung hitam kesegala tempat dan membuat orang-orang tidak nyaman berada didekat mereka
2. Menilai rendah diri sendiri, dan menganggap semua akan berantakan jika dia tidak melakukannya dengan perencanaan yang matang, sangat pesimis dan selalu melihat segi negatif segala hal
3. Menunda keputusan karena pentingnya membuat perencanaan mendalam hingga membuat keputusan tersebut terlambat untuk dikeluarkan
4. Banyak menuntut jika orang lain tidak berhasil mengerjakan sesuatu sesuai dengan standar yang diinginkannya hingga membuat orang lain merasa tidak berguna, sementara orang melankolis akan tertekan karenanya.

Saran untuk para melankolis:
1. Sadarilah bahwa tidak ada yang menyukai wajah muram, siapapun menyukai kegembiraan dan tidak ada siapapun yang suka tenggelam dalam kesedihan. Karena itu, untuk apa anda bersedih hati terhadap sesuatu yang telah terjadi? Move on! Bangkit dan perbaiki segala sesuatu yang salah dengan gembira. Keluh kesah hanya akan membuat kesulitan anda bertambah, selain hasil tidak akan berubah, anda juga akan merasa sangat lelah
2. Jangan mencari kesulitan, orang lain yang bermaksud membantu anda akan pergi begitu anda mengarahkan mereka dengan tekanan dan tuntutan yang berlebihan. Perlakukan orang dengan senyum walaupun anda merasa tertekan. Dan anda akan melihat, betapa mudahnya masalah itu
3. Jangan mudah sakit hati. Berhenti berfikir negatif tentang segala hal, maka anda akna mendapati diri anda bekerja dengan emosi positif dan menyenangkan orang lain.
4. Carilah segi positif
5. Cari sumber masalah anda, jangan terlarut pada hal-hal yang tidak jelas. Telusuri pokok permasalahannya, dan selesaikanlah. Jangan hanya menjadikannya tekanan dan beban, percayalah, itu tidak akan mengubah apapun juga
6. Jangan terlalu banyak merencanakan. Meskipun ini adalah poin positif anda, namun perencanaan yang anda lakukan kerap sangat sempurna hingga anda dan tim anda tidak dapat mencapainya, atau perencanaan yang memakan waktu lama akan membuat anda kehilangan moment yang tepat untuk mengambil keputusan
7. Kendurkan standar anda, dan berterimakasihlah karena orang-orang telah bekerja semampu mereka. Menuntut hanya akan membuat orang lain kesal dan anda tertekan.

Cara menyikapi mereka yag berwatak melankolis:
1.  Ketahuilah bahwa mereka sangat perasa dan mudah sakit hati, jadi berhati-hatilah dalam berbicara, terutama untuk watak sanguinis. Mereka tidak suka disudutkan dan disalahkan, jadi dalam berargumen, benarkanlah mereka kemudian arahkan bahwa ada ide yang lebih baik.
2. Sadarilah bahwa mereka diprogram dengan sikap pesimis, dan mereka tidak terlalu menyukai pujian ringan. Pujian ringan justru akan membuat mereka tertekan karena itu artinya orang lain menaruh harapan padanya.
3. Belajarkan berurusan dengan tekanan jiwa, dan terbiasalah dengan wajahnya yang muram
4. Pujilah mereka dengan tulus dan kasih sayang, mereka sangat menghargai orang yang dengan tulus bersahabat dengan mereka dan akan selalu mengenang pujian tulus yang jarang diberikan
5. Terima kenyataan bahwa kadang mereka menyukai kesunyian. Jangan usik mereka saat hati mereka tidak dalam kondisi yang baik, mereka menyukai kesendirian, tetap perlakukan mereka seperti biasanya dan jangan berlebihan memperhatikan mereka yang sedang bermasalah
6. Berusahalah menepati janji
7. Sadari bahwa kerapihan itu perlu


KOLERIS YANG KUAT
Karakter utama:
1. Dilahirkan sebagai pemimpin dan mencintai pengendalian terhadap orang lain
2. Sangat memerlukan perubahan. Menjadikan perubahan sebagai standar utama mencapai keberhasilan
3. Berkemauan kuat dan tegas. Pantang mundur, dan selalu berusaha sampai tujuan akhir
4. Bisa menjalankan apa saja. Para koleris dilahirkan dengan kemampuan akselerasi tinggi, mudah beradaptasi dengan tugas-tugas baru dan membuatnya terkesan tau segala hal
5. Berorientasi tujuan, tidak peduli dengan apapun yang terjadi di perjalanan, selama hal tersebut mempermudah mencapai tujuan, dia akan melakukannya dengan segala cara
6. Mengorganisasi dengan baik
7. Mendelegasikan pekerjaan dan membuat dirinya menjadi sentral segala urusan
8. Tidak terlalu perlu teman. Bagi koleris, teman adalah rekan kerja.
9. Biasanya selalu benar dan mencari argumen untuk membenarkan diri saat salah
10. Unggul dalam keadaan darurat. Kemampuannya mengorganisasi dan membuat keputusan cepat memberikannya keistimewaan saat kondisi darurat. Semua orang akan bergantung padanya

Masalah untuk para koleris:
1. Terlalu keras bekerja hingga melupakan teman atau keluarga
2. Suka mengendalikan segalanya. Beranggapan bahwa jika bukan dia yang memegang kendali, semua akan berjalan tidak semestinya
3. Tidak tahu bagaimana menangani orang lain. Karena berorientasi pada tujuan, para koleris tidak terlalu memerhatikan perasaan orang lain
4. Benar tapi tidak populer, karena pembawaannya yang keras dan harus benar, banyak orang yang akan merasa kesal karenanya

Saran untuk para koleris:
1. Belajarlah rileks. Pergi sebentar saja dari tugas-tugas anda, tidak akan menghancurkan apapun
2. Singkirkan tekanan dari orang lain, perlakukan mereka seperti sahabat untuk berjalan bersama mencapai tujuan
3. Rencanakan kegiatan untuk refreshing
4. Tanggapi kepemimpinan orang lain. Dan mulailah berfikir, anda tidak harus selamanya mengambil kendali, percayalah pada kepemimpinan orang lain.
5. Jangan menyepelekan orang yang tidak seperti anda. Mereka memiliki cara sendiri untuk mengerjakan segala sesuatunya. Tidak selamanya anda adalah orang yang paling benar
6. Berhentilah memanipulasi.
7. Latihlah kesabaran. Hanya anda yang mampu bekerja cepat, jadi belajarlah memahami orang lain dan tuntun mereka untuk menyelesaikan tugas tepat pada waktunya
8. Simpanlah nasihat sampai diminta. Meskipun anda merasa mampu memberikan solusi segalanya, namun anda harus menyadari, bahwa ada beberapa orang yang hanya butuh didengarkan, bukan diceramahi
9. Perlunak cara pendekatan anda. Bersikaplah lebih bersahabat. Mungkin anda tidak tahu bahwa hubungan personal dapat mempermudah anda mencapai tujuan
10. Berhenti bertengkar dan menimbulkan kesulitan. Jangan selalu memaksakan anda benar dan orang lain harus mengakui kebenaran anda, itu menyulitkan bagi sebagian orang
11. Biarkan orang lain benar, meskipun sangat sulit, tapi belajarlah melapangkan dada untuk menerima bahwa orang lain juga dapat benar, tidak hanya anda
12. Belajarlah meminta maaf, karena anda memiliki gengsi yang tinggi, hal ini sulit dilakukan, karena ini berarti anda mengakui bahwa anda salah. Tapi meminta maaf merupakan fondasi awal persahabatan
13. Akuilah anda punya kesalahan

Cara menyikapi mereka yang koleris:
1. Sadari bahwa mereka memang berbakat memimpin dan mereka ahli dalam mengarahkan orang. Bagi orang sanguinis, ini akan sulit karena itu berarti mereka memiliki saingan untuk bersinar. Tapi ini harus dilakukan, untuk harmonisasi hubungan
2. Bersikeraslah melakukan komunikasi dua arah, dan paksa orang koleris untuk mendengarkan anda, dan anda mendengarkannya, maka anda akan mendapati, koleris telah menerima keberadaan anda
3. Sadari bahwa mereka tidak bermaksud menyakiti. Segala hal yang dikatakannya dilakukan untuk pencapaian tujuan, dia tidak bermaksud menyakiti siapapun dengan gaya kepemimpinannya
4. Berusahalah membagi-bagi bidang tanggungjawab, karena orang koleris tidak menyukai jika mereka tidak memiliki tanggung jawab untuk mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya
5. Sadari mereka tidak penuh belas kasihan, mereka senang berbicara to the point dan tidak menyukai basa-basi. Jadi bersabarlah jika mereka mengatakan apa yang mereka ingin anda lakukan dengan lugas dan kesan menggurui
6. Ketahuilah bahwa mereka selalu benar, bagaimanapun anda mencari celah, koleris akan selalu mampu memberikan argumen mereka benar


PLEGMATIS YANG DAMAI
Karakter utama:
1. Serba guna
2. Kepribadian rendah hati
3/ Selalu santai
4. Diam, tenang dan terkendali
5. Sabar
6. Berbahagia menerima kehidupan
7. Punya kemampuan administrasi
8. Menengahi masalah
9. Mudah diajak bergaul
10. Punya banyak teman
11. Menjadi pendengar yang baik

Masalah untuk para plegmatis:
1. Anda seperti tidak ada. Ekspresi anda yang tidak hidup dan kesenangan anda dengan ketenangan membuat anda tidak terlihat oleh orang lain dan keberadaan anda tidak disadari mereka
2. Melawan perubahan. Anda tidak menyukai resiko, yang artinya perubahan berarti kondisi tidak aman menurut anda
3. Terlihat malas karena anda senang menunda-nunda pekerjaan untuk menikmati masa senggang. Kemudian, anda akan kesulitan saat pekerjaan tersebut harus segera diselesaikan
4. Memiliki kemauan baja yang tenang. Kemauan yang keras namun anda tetap tenang sehingga orang lain tidak tau apa yang ingin anda kerjakan dan mereka tidak bisa membantu anda
5. Tidak memiliki pendirian. Anda akan berpendapat apapun yang membuat keadaan tanpa konflik. Yang penting semua senang adalah jargon hidup anda hingga anda tidak memiliki tujuan untuk apa anda melakukannya

Saran untuk para plegmatis:
1. Berusahalah membangkitkan semangat dan memperlihatkannya agar orang lain tahu bahwa anda menyukai hal yang anda lakukan
2. Cobalah sesuatu yang baru, keluarlah dari zona nyaman, karena perubahan memang pangkal dari keberhasilan yang lebih besar
3. Belajarlah menerima tanggungjawab dan melaksanakannya denga bertanggungjawab, jangan sia-siakan waktu anda untuk hal-hal sepele dan menunda pekerjaan yang penting untuk anda
4. Jangan menunda hal-hal yang dapat segera diselesaikan
5. Motivasilah diri anda untuk mengerjakan tugas-tugas anda dengan cepat
6. Belajarlah mengomunikasikan perasaan anda agar orang lain tahu apa yang anda inginkan. Tidak selamanya konflik akan terjadi jika anda mengatakan apa yang anda inginkan
7. Berlatihlah membuat keputusan
8. Belajarlah mengatakan tidak untuk membuat anda memiliki pendirian yang prinsipil

Cara menghadapi mereka yang plegmatis:
1. Sadarilah mereka memerlukan motivasi langsung, dan mereka akan bekerja dengan giat jika mereka dimotivasi, jangan sekali-kali menghina pekerjaan mereka, karena mereka akan segera meninggalkannya dan menyerahkannya kepada orang lain
2. Bantulah mereka menetapkan tujuan
3. Jangan mengharapkan antusiasme, walaupun mereka bersemangat, namun jangan berharap hal itu akan terpancar jelas di wajahnya.
4. Sadarilah bahwa menunda-nunda merupakan bentuk kontrol mereka secara diam-diam
5. Paksalah mereka membuat keputusan
6. Jangan terlalu sering menyalahkan mereka, mereka suka di motivasi dan diberi kepercayaan
7. Doronglah mereka untuk menerima tanggungjawab

Disarikan oleh Masturaa Aria (masturaa-aria.blogspot.com)

Sumber: https://m.facebook.com/photo.php?fbid=487759411344849&id=465045926949531&set=a.465219523598838.1073741825.465045926949531&refid=7&_ft_=qid.5961509981620357020%3Amf_story_key.-2482567582823265402

Jumat, 20 Desember 2013

Long Time No See Posting This Blog

Rasanya di tahun 2013 ini aku jarang sekali posting sesuatu di Blog ini. Baik mengenai artikel, berita, cerita, pelajaran, maupun hal-hal lainnya di Blog ini. Hal tersebut dikarenakan semenjak aku masuk dunia perkuliahan. Sudah dikelilingi oleh kesibukan dan aktivitas yang ada di kampus. Sesuatu alasan yang selalu ada ketika seseorang sudah sibuk di dunia perkuliahan adalah ketika mereka memiliki banyak tugas kuliah dan aktivitas di dunia organisasi, baik himpunan mahasiswa, badan eksekutif atau legislatif, maupun unit kerja mahasiswa.

Namun tidak bagiku, walaupun di masa kuliah ini aku tidak mengikuti organisasi manapun, kesibukanku seharusnya bisa diminimalisir. Sayangnya, sesuatu hal yang menuntutku untuk bisa lebih unggul dari yang mengikuti organisasi lainnya. Entah secara otodidak akademis maupun non akademis. Apa gunannya seseorang jika tidak ikut organisasi tapi dirinya tidak mengembangkan secara inisiatif untuk bisa lebih unggul dari yang lainnya? Sama saja hal tersebut dikatakan sebagai pengangguran yang tidak memiliki kemampuan apa-apa.

Untuk itulah, kesibukkan diriku saat ini mencoba untuk menempuh yang lebih baik dari yang lainnya. Paling tidak berusaha untuk lebih unggul dari yang lainnya. Mengingat beberapa moment langka saat semester 2 yang lalu bahwa nilai IP yang aku raih di semester 2 itu adalah 3.93. Hanya 1 nilai B di semester 2 tersebut. Itupun bukan mata kuliah inti, melainkan mata kuliah umum yang suka ada di masa sekolahan. Pada dasarnya, di jurusanku ini di semester 1 hingga 2 merupakan pembelajaran pengulangan dari masa sekolahan cuma diperdalam lagi akan lebih memahami penggunaan di semester mendatang. Di semester 3 hingga 4 merupakan pembelajaran inti, sehingga di jurusanku, khususnya matematika, mulai mempelajari matematika yang sesungguhnya di masa kuliahan. Di semester 5 dan 6 merupakan pembelajaran aplikasi, yang awalnya di jurusanku ini fokus pada perhitungan dan analisis,, namun di rentang semester tersebut mempelajari bagaimana cara mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Dan di masa terakhir di kuliahan, yaitu semester 7 hingga 8, merupakan pembelajaran untuk mengabdi ke masyarakat sekitar. Sehingga, pembelajaran umum, inti, dan aplikasi yang kita dapatkan, kita harus bisa untuk bergabung ke masyarakat luas dengan menggunakan ilmu yang sudah didapat.

Terkadang, pembelajaran umum tidak hanya mencangkup penguasaan teori secara tertulis. Namun dibutuhkan pula penguasaan teori secara praktek agar mudah diaplikasikan suatu saat nanti. Dalam bidang pembangunan karakter pada dunia perkuliahan memang harus diadakan untuk membangun karakter pada masing-masing mahasiswa, namun sayangnya, pembangunan karakter yang sudah menjadi salah satu bagian dari mata kuliah wajib di kuliah hanya sebagai penguasaan teori saja. Tidak bisa diterapkan pada seluruh mahasiswa. Maka dari itu, sudah hal umum jika organisasi yang ada di kampus, baik itu himpunan mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa, maupun badan eksekutif mahasiswa dibentuk untuk membangun karakter pada mahasiswa, khususnya untuk menjadi seorang pemimpin.

Oke, dalam pembahasan kali ini, walaupun postingan ini bercampur aduk dengan aktivitas mengenai diriku, aku sedikit membahas mengenai salah satu organisasi yang ada di kampus yang di setiap jurusan sudah ada. Yaitu himpunan mahasiswa. Himpunan mahasiswa merupakan suatu organisasi yang menjadi wadah untuk seluruh mahasiswa membangun karakter untuk berorganisasi, menjadi jiwa pemimpin, dan membentuk karakter yang lebih baik. Di beberapa kampus tertentu, apabila jurusan tersebut memiliki jumlah mahasiswa yang banyak, maka terkadang mahasiswa tidak diwajibkan untuk mengikuti himpunan mahasiswa kecuali bagi yang ingin mengikuti organisasi tersebut. Namun sebaliknya, apabila jurusan tersebut memiliki jumlah mahasiswa yang sedikit dan hanya terdiri dari satu kelas saja, maka seluruhnya wajib mengikuti organisasi himpunan mahasiswa kecuali yang tidak diizinkan mengikuti. Untuk masalah penting atau tidaknya himpunan mahasiswa di kampus, sebagian besar orang menganggap hal tersebut adalah penting dikarenakan sangat diperlukan untuk membangun karakter menjadi yang lebih baik ketika sudah masuk ke dunia kerja. Namun beberapa orang menganggap bahwa hal tersebut adalah tidak penting dikarenakan hanya membuang waktu, memperlambat proses kesuksesan yang diraih, dan hanya mendapatkan hasil yang apa adanya saja sehingga mementingkan yang lain dibandingkan diri sendiri.

Sebenarnya, untuk membangun karakter menjadi lebih baik ketika sudah masuk ke dunia kerja tergantung pada diri kita sendiri, hal tersebut dapat dilakukan sendiri tergantung pada kemauan diri sendiri. Walaupun ada situasi dimana kita tidak mau ikut organisasi himpunan mahasiswa dikarenakan alasan orang tua karena tidak mau melihat anaknya kecapean, tidak mau berlamaan di kampus, bahkan hingga alasan diri sendiri yang paling jelek-jeleknya adalah malas. Namun diri sendiri dapat melatih diri atau membangun karakter untuk berorganisasi dan memimpin dengan beberapa cara. Yaitu diantaranya:

1. Membantu pekerjaan orang tua, entah pekerjaan dari menyuci piring, mengepel lantai, menyuci baju, menyetrika baju, bahkan juga membantu beberapa proyek dan pekerjaan orang tua kita dapat melatih membangun karakter diri berorganisasi untuk membantu sesama. Khususnya sesama kekeluargaan
2. Membantu orang lain di sekitar tempat tinggal kita, entah ditimpa musibah, atau sedang bergotong-royong, lebih baik ikut membantu orang-orang tersebut. Hal tersebut tergantung apa yang dibantu, entah mengenai persiapan untuk mengadakan acara di daerah tersebut, entah menolong orang yang lagi kesusahan. Biasanya kalau sering ikut bergotong-royong dengan warga sekitar, maka hal tersebut dapat membangun karakter untuk bekerja sama dan berkordinasi dengan yang lainnya. Sehingga karakter untuk berorganisasi dapat ditingkatkan dari membantu orang lain di sekitar rumah kita.

Contoh yang aku ambil merupakan aplikasi yang termudah apabila tidak mengikuti organisasi himpunan mahasiswa. Contoh tersebut dapat diterapkan tidak jauh dari rumah di sekitaran tempat tinggal kita. Karena hal tersebut dapat kita mulai dari inisiatif diri kita sendiri. Hanya saja, kita harus menjauh-jauhkan rasa ketergantungan dan rasa malas dalam diri apabila ingin membangun karakter berorganisasi.

Efisien, Fleksibel, atau tidaknya kita untuk membangun karakter berorganisasi dalam diri tergantung dalam diri kita. Hanya saja, kita harus melatih diri secara otodidak (belajar sendiri), dengan adanya situasi tertentu bisa kita manfaatkan untuk membantu orang sekitar. Asalkan bukan kita yang dimanfaatkan orang lain

Mungkin sekian dari postinganku hari ini. Sedikit pembahasan mengenai organisasi. Jadi postingan ini sedikit bercampur. Sehingga bahasanya pun masih berantakan. Aku akan posting beberapa yang terdapat di kepalaku, entah pengalaman atau apa. Nantinya aku share disini.

Beberapa Mata Kuliah Inti di Jurusan Matematika

Berikut ini beberapa mata kuliah inti yang terdapat pada jurusan atau program studi matematika. Matematika di kuliahan sangat berbeda dengan matematika di sekolahan. Matematika di sekolahan pada umumnya mempelajari mengenai dasar-dasar perhitungan maupun dasar-dasar ilmu di bidang matematika. Sementara di kuliahan, matematika terbagi lagi atas beberapa sub-bidang. Sehingga dasar-dasar yang dipelajari di sekolahan dapat diperdalam lagi di kuliahan.

1. Kalkulus
2. Matematika Dasar
3. Aljabar Linear
4. Aljabar Elementer
5. Struktur Aljabar
6. Aljabar Abstrak
7. Aljabar Modern
8. Geometri
9. Kalkulus Lanjutan
10. Logika Matematika
11. Teori Himpunan
12. Teori Peluang
13. Metode Statistika
14. Statistika Matematika
15. Matematika Ekonomi
16. Matematika Keuangan
17. Matematika Asuransi
18. Matematika Diskret
19. Persamaan Differensial
20. Analisis Real
21. Fungsi Real
22. Analisis Kompleks
23. Fungsi Kompleks
24. Analisis Numerik
25. Pemodelan Matematika
26. Proses Stokastik
27. Teori Graph
28. Metode Sampling
29. Analisa Regresi
30. Statistika Non Parametrik
31. Analisis dan Eksplorasi Data
32. Model dan Simulasi
33. Psikologi Pendidikan Matematika
34. Strategi Pembelajaran Matematika
35. Optimasi
36. Manajemen Proyek
37. Manajemen Operasi Industri
38. Quality Control
39. Analisis Deret Waktu
40. Rancangan Percobaan
41. Evaluasi Pendidikan Matematika
42. Perencanaan Pengajaran Matematika
43. Aktuaria
44. Analisis Multivariat
45. Ekonometrika Dasar
46. Analisis Data Kategorik
47. Kapita Selekta Matematika Sekolah
48. Teori Resiko
49. Teori Bilangan
50. Pembuktian Matematika
51. Geometri Insidensi
52. Geometri Analitik

Jumat, 20 September 2013

Menguji Cinta Pacar dengan Logika Matematika Implikasi

Ada saatnya kita agak merahukan cinta pacar kita. Bukan apa-apa sih, cuman kadang bikin keki aja. Bilangnya sayang, eh suruh jemput aja gak mau. Atau katanya sayang, tapi kalau janji nggak ditepati. Capek deh! Nah, untuk mengetahui sejauh mana pacar kita itu sayang dan sungguh-sungguh mau berkorban untuk diri kita, kita bisa cek cengan logika matematika.

Misalnya, kita buat janji sama pacar kita kalau mau datang di pameran foto, dan kita sudah mengirim SMS begini:

"say, jk sr nanti ga hjn, u jemput aq ke pmrn foto ya.."

dan dia pun membakas SMS:

" Ok, nanti aq jemput! C U!"

Nah, atas janji yang kita buat itu, ada empat kemungkinan yang bakal terjadi dan dari situ kita bisa lihat apakah pacar kita sungguh seperti yang kita harapkan. Empat kemungkinan itu adalah:

1. Sore itu cerah dan pacar kita menjemput untuk pergi ke pameran foto. Kalau itu yang terjadi, memang itu yang seharusnya. Pacar kita cukup konsisten dan bisa diharapkan.

2. Sore itu cerah, tetapi pacar kita tidak menjemput, ini berarti kita tidak jadi pergi ke pameran foto. Secara logika ini tidak benar, pacar kita sudah tidak menepati janji untuk menjemput kita, padahal kita sudah cukup lama menunggu. Jika ini yang terjadi, kita pantas meragukannya. Bersiap-siaplah untuk melepasnya dan memang mendingan jomblo daripada punya pacar yang tidak konsisten dan tidak menepati janji.

3. Sore itu hujan, tetapi pacar kita tetep datang untuk menjemput ke pamera foto. Berbahagialah kita punya pacar seperti itu. Pacar kita itu patut dibanggakan. Dia memberi lebih dari sekedar yang kita minta, dia memang sayang sama kita.

4. Sore itu hujan dan pacar kita tidak datang. Kemungkinan secara logika ini bisa dibenarkan, karena kita waktu meminta sebelumnya dengan syarat jika tidak hujan dan ternyata sore itu hujan. Wajar kalau pacar kita nggak data, kita tidak bisa menyalahkan dia. Sisi positifnya mungkin dia nggak mau kalau kita jadi pergi terus kehujanan dan malah sakit.

Nah kita-kita yang manakah pacarmu? Konsep yang kita gunakan untuk menguji pacar kita diatas sebenarnya hanya didasarkan pada konsep implikasi dalam logika matematika. Keempat kemungkinan di atas merupakan kemungkinan dari nilai kebenaran suatu implikasi.

Tabel Kebenaran untuk Implikasi


P Q P → Q
B B B
B S S
S B B
S S B

Dimana:
P = Pernyataan Pertama
Q = Pernyataan kedua
B = Benar
S = Salah
→ = Implikasi

Selain kita menguji cinta pacar, kita juga bisa menguji kejujuran, kebenaran, bahkan kesolidaritas sesama teman dengan logika matematika implikasi ini.. Try it!

Sumber: Bermain Sulap dengan Matematika, Hj. Sriyanto

Selasa, 03 September 2013

Days 246 - Wrong Address

Tanggal 3 September 2013. Hari itu aku dengan teman kelasanku yang bernama Mega Mustika Mukaramah ingin pergi ke Jakarta untuk servis kamera milik temanku ini. Semenjak pulang dari acara menginap bersama kelasanku pada tanggal 31 Agustus 2013 itu. Kamera yang biasa sering dia gunakan kemana-mana rusak pada lensa tutupnya. Jadinya saat mengambil foto, yang ada gambarnya menjadi hitam secara total.

Sebelum berangkat kesana, sehari sebelum berangkat. Mega mengirimkan SMS kepadaku. Percakapan SMSnya seperti ini:

Mega: " Wahyu mau nanya boleh?"
Aku: "Boleh, mau nanya apa mega?"
Mega: "Hem tau alamat ini ga JL. Pademangan II no. 1B? Itu jakarta mana ya? Terus kalau kesana naik apa? Maaf ngerepotin :( "
Aku: "Jalan Pademangan ya? Pernah denger pas naik busway. Itu ada di Jakarta Uatara. Deket jalan raya Gunung Sahari. Kalau naik busway aku lupa turun dimana deketnya. Tapi kalau naik kereta deket sama stasiun Rajawali."
Mega: "Oh jadi kalau dari bogor turun di jakarta kota atau dimana? Terus naik angkutan apa? Bingung. Maaf ya wahyu."
Aku: "Ada 2 cara: (1) Naik kereta api dari stasiun Bogor turun di stasiun Jakarta Kota naik Busway ke arah Tanjung Priok turun di Gunung Sahari. (2) Naik kereta api dari stasiun Bogor turun di stasiun Rajawali naik Angkot P12 terus jalan kaki. Disaranin naik bajai kalau mau cepet."
Mega: "Oh gitu kalau dari gunung sahari naik apa? Atau jalan? Maaf ya banyak tanya :( ga ngeti jakut."
Aku: "Dari situ lanjut bajai mega. Kalau angkot sebenarnya ada cuma gak tau angkot berapa buat ke jalan Pademangan 2nya. =.=a "
Mega: "Kata wahyu mendingan yang mana? Yg rada cepetan. Abis st rajawali itu baru tau :( "
Aku: "Kalau aku lebih cepet lewat stasiun Rajawali disambung bajaj, nanti nyampe deh disana."
Mega: "Oh gitu iya sih ya. Mega baru denger loh ada st. Rajawali -_- "
Aku: "Stasiun Rajawali tuh antara stasiun Kampung Bandan/stasiun Ancol sama stasiun Kemayoran. Jarang naik kereta ya mega?"
Mega: "Hahaha iya wahyu terakhir udah lama banget awal bulan tahun ini -_- mau beli tiketnya aja ga ngerti :( "
Aku: "Oh pantes, kalau pernah naik pas bulan sebelumnya sih gak apa-apa. Kalau buat beli tiketnya sebenarnya gampang kok mega. Cuma bayar sesuai jarak+jaminan, lalu tap in, tap out, dan dibawa deh sampai mega balik lagi ke Bogor naik kereta :) "
Mega: "Nanti kalau pake cara 2. Bilangnya turun di st. Rajawali?"
Aku: "Iya mega, turun di stasiun Rajawali"
Mega: "Emg ada yah langsung gitu? Maaf byk tanya. Tkt nyasar :( "
Aku: "Ada mega yang langsung kesana. Naik kereta api yang jurusan Jatinegara. MEmangnya mega sendirian kesanannya?"
Mega: "Oh gitu baru tau banget deh sumpah. Sama temen ga tau deh dia bisa atau engga soalnya ga tau daerah sana :( mau benerin kamera wahyu :( "
Aku: "Kalau temen mega tau sebenarnya gak apa-apa. Kalau baru pertama kesana harus banyak nanya orang sekitar. Tapi kenapa servis kameranya harus disitu?" :o
Mega: "Iya wahyu kan itu baru banget jd haransi tea. Cuman ga tau deh bisa garansi atau engga. Soalnya kalau kata org toko tmpt mega beli mending ke sana langsung soalnya kalau sama toko biasanya sampe 2 bulan nunggu. Mega ga mau lama bgt wahyu -_- "
Aku: "Lah kok begitu? Harusnya sih garansinya masih bisa dipakai di toko kamera yang mega beli itu. Tapi kayanya itu mega masih ada garansi pabrik. Kalau garansi toko udah expired. Jadi terpaksa ke sana. Mau gak mau turun dari stasiun Rajawali naik bajai."
Mega: "Oh ya? Ga tau deh. Tp kata dia bisa aja cuman jangka nya lama bgt di proses. Mending dtg langsung gitu. Iya wahyu. Aduh ga ngerti. Temen mega juga ga ngerti :( "
Aku: "Kalau garansi pabrik harus ke alamat yang dikasih itu mega. Cuma itu doang, ya berharap bisa diproses segera. Kalau lama gak nyampe berbulan-bulan. Kalau aku sih mau aja nganterin mega kesana. Aku tau namanya, kesanannya belum tau. Pernah denger/liat pas naik busway."
Mega: "Wahyu seriusan mau anterin mega?"
Aku: "Aku serius mau nganterin mega. Itu pun kalau mega mau. Soalnya aku lagi jenuh di rumah. Pengen main keluar."
Mega: "Ahhhh boleh banget wahyu boleh bangetttttt! (y) makasih banyak malah :D tapi mega ga ngerti tau dari st.bogornya juga takut salah naik -_- "
Aku: "Iya mega sama-sama. Oke deh kalau gitu. :) kalau mau janjian, di stasiun Bogor jam 8an mega. Aku rasa lebih enak naik busway turun di Pademangan deh. Bukan di Gunung Sahari. Kayanya deket halte Pademangan."
Mega: "Oh gitu iya mega mah ga tau jadi ngikutin aja. Oke jam 8an di st.bogor yaaa :) makasih banyak lohhhh :D "
Aku: "Oke deh gak apa-apa. Sekalian jalan-jalan bair tau tempat untuk kesanannya ;) besok jam 8 pagi ua mega di stasiun Bogor :) aku tunggu di stasiun Bogor arah Laladon/Bubulak ya."

Jadi dari percakapan lewat SMS ini, si Mega ingin servis kamera miliknya dengan kartu garansi yang dia miliki. Namun kartu garansinya gak bisa diterima di toko yang dia beli dan harus ke tempat toko yang tercantum dalam alamat garansinya itu. Jadinya saat itu aku ingin mengantarkan dirinya untuk pergi ke toko itu karena daerah Jalan Pademangan berada di Jakarta Utara di sekitaran daerah pemukiman warga yang rada kumuh bagiku, jika dilihat di google map Jalan Pademangan 2 terletak dekat dengan stasiun Rajawali dan dekat dengan halte Pademangan walau aku gak tau kesanannya dilanjut dengan apa. Dilihat dari situasi dan kondisi di sekitaran Jalan Pademangan memang terbilang rawan apalagi kalau kesanannya seorang diri apalagi perempuan jika gak ada yang mewakili perjalanan kesana. Sehingga aku ingin mencoba kesana dengan menggunakan Busway.

Keesokan harinya, aku mulai mengantar Mega dari stasiun Bogor. Walau aku telat datang karena macet di jalan, tapi Mega sabar menungguku dekat stasiun. Setelah tiba di stasiun Bogor, aku dan Mega menuju loket untuk membeli kartu perjalanan. Aku tidak perlu membeli kartu perjalanan karena aku sudah memiliki multitrip sehingga aku hanya memandu Mega cara membeli kartu perjalanan yang biasa disebut dengan THB (Tiket Harian Berjamin) dan cara-cara menggunakannya. Setelah itu, aku dan Mega berada di peron stasiun dan mencari kereta yang cepat untuk diberangkatkan terlebih dahulu. Di stasiun Bogor mulanya ada 2 kereta, pertama kereta jurusan Bogor di jalur 3 dan yang kedua kereta jurusan Jatinegara di jalur 4 yang saat itu sedang tiba dengan waktu yang begitu telat. Tujuan aku dan Mega sebenarnya ingin pergi ke Jakarta untuk lanjut naik Busway, namun karena jalur 3 harus menunggu kereta yang jalur 4 berangkat terlebih dahulu maka aku dan Mega berpindah kereta yang ada di jalur 4 karena kereta tersebut mulai diberangkatkan lagi karena mengalami keterlambatan waktu yang hampir parah.

Ketika dalam perjalanan, aku dan Mega berbicara dan mengobrol. Adapun Mega menunjukkan letak rumahnya yang terletak di daerah Kebon Pedes. Rumahnya tidak jauh dari perlintasan rel kereta api. Sekitar PJL yang terdapat banyak penjualan tanaman hias. Selain itu, aku dan Mega membicarakan soal masalah yang pernah dibahas mengenai teman kelasan saat acara kelasan bersama di api unggun. Memang masalah temanku yang satu ini begitu rumit, menganggap uang kas yang fungsinya untuk kebersamaan tapi malah dianggap haram. Bagaimana tidak, hal itu sangat dikecamkan dan disesali oleh teman-temanku ketika dia mengeluarkan pernyataan kekesalannya di Facebook dengan membawakan nama Al-quran dan Agama. Perbuatan yang dia lakukan pun sangat tidak terpuji, menganggap dirinya benar padahal yang dia lakukan saja sudah sangat fatal bagi orang sekitar. Orang dianggap gak kenal dosa tapi dirinya sendiri juga sama saja gak kenal dosa. Itulah sebabnya, kejadian itu sudah menjadi topik terhangat kelasanku mengenai tingkah teman kelasanku yang tidak menyenangkan itu. Karena sudah geram, akhirnya hal tersebut akan dibahas bersama saat bertemu di kealsan nanti. Selain pembahasan mengenai teman kelasan yang tidak menyenangkan itu, aku dan Mega membahas hal lainnya hingga out of topic dari pembahasan yang ada selama perjalanan.

Ketika sampai di stasiun Kampung Bandan, aku dan Mega melanjutkan kereta api menuju stasiun Jakarta Kota yang terdapat di jalur 3. Di dalam kereta, Mega menunjukkan kamera yang rusak itu berserta kartu garansinya. Di dalam kartu garansi dari depan nya itu tertera PD. Asia Digital dengan alamat Jl. Pademangan 2 No. 1B. Di tengah kartu garansi tertera identitas kamera yang ada berserta tulisan, identitas, dan syarat mengenai kartu garansinya itu. Di belakang juga tertera tulisan yang sama dengan kartu di depannya namun terdapat nomor telepon yang terhapus. Entah ada apa kartu garansi ini menghapuskan nomor teleponnya itu.

Kartu garansi dilihat dari depan

Kartu garansi dilihat dari tengah 

Kartu garansi dilihat dari belakang, nomor yang dibawahnya terhapus a.k.a ditutupi oleh spidol

Ketika tiba di Stasiun Jakarta, aku memandu Mega untuk mengajarkan bagaimana caranya Tap Out di stasiun itu dengan menggunakan kartu THB. Setelah itu, Mega ingin menarikkan uang di mesin ATM, entah berada yang dia ambil itu. Walaupun sempat ada kejadian kucing masuk ke ruangan mesin ATMnya itu. Sulit diusir, sekalinya diusir malah masuk lagi ke ruangan mesin ATMnya itu. Kemudian aku dan Mega belanja makanan dan minuman di salah satu mini market di stasiun Jakarta Kota. Setelah itu aku dan Mega mulai melanjutkan perjalanan menuju halte Busway Stasiun Kota. Selama perjalanan Mega ingin membeli kerak telor, awalnya aku sering ngeliat yang jualan kerak telor di sekitar jalan menuju halte Busway, namun sayangnya yang jualan tidak terlihat di hari itu.

Tiba di halte Stasiun Kota, aku dan Mega berencana untuk turun di halte Pademangan setelah transit di halte Gunung Sahari untuk melanjutkan ke halte Pademangan. Tadinya memang aku kira jalan Pademangan itu dekat dengan halte Gunung Sahari, saat merubah pikiran untuk turun ke halte Pademangan ternyata halte Pademangan itu hanya sebuah mall jalanan bernama Pademangan. Saat bertanya ke orang sekitar yang dimaksud dengan jalan Pademangan itu dekat dengan halte Gunung Sahari. Ya akhirnya kita berjalan kesana sedikit. Karena Pademangan berada di pedalaman kota, aku dan Mega bertanya-tanya cara ke jalan Pademangan 2 harus naik angkot apa. Ada orang yang menjawab naik angkot 39 (Jakarta Kota-Pademangan), ada juga yang bilang harus naik angkot U10 (Sunter-Pademangan). Walau kebanyakan orang pada jawab harus naik angkot 39, maka aku dan temanku melanjutkan untuk naik angkot 39 untuk ke Jalan Pademangan 2 itu. Masuk ke jalan Hidup Baru dengan lingkungan yang begitu kumuh, jalan yang lagi diperbaiki, dan akhirnya kami diturunkan di Jalan Pademangan 4 memang tujuan angkot terakhir berada di jalan itu. Dan ya, selama perjalanan di angkot saat memasuki wilayah Pademangan itu ternyata kita pada awalnya masuk di Pademangan 5 dengan gang yang tertera setiap jalannya. Kami mencoba menanyakan alamat yang tertera di kartu garansi kepada orang sekitar. Kami ditawarkan untuk naik becak saja agar bisa cepat ke tempat yang dituju.

Tukang becak yang kami tumpangi kelihatan cukup tua, ya walaupun begitu sepertinya dia bekerja untuk menafkahi keluarganya setiap hari. Dia melihat alamat pada kartu garansi. Dia mengatakan bahwa patokan alamat ini berada pada gang di setiap Jalan Pademangan 2nya itu. Karena alamat yang tertera pada alamat itu tidak tercantum nomor gangnya. Akhirnya kita coba memutar setiap ruas jalan dan juga gang pada Jalan Pademangan 2. Gang yang ada di Jalan Pademangan 2 terdapat 22 gang. Kami sudah mencoba menanyakan alamat dan juga nama toko PD Asia Digital ternyata tidak membuahkan hasil, sudah memutar hingga 3 kali tidak ketemu-temu. Yang kesalnya lagi, ada orang yang mencoba ingin menghubungi nomor si pemilik toko itu namun nomornya terhapus di kartu garansinya itu. Tukang becak pun kelelahan, aku dan Mega tidak tega melihat tukang becak ini kecapean ketika berjalan memutar belok, sampai dimarahin mobil atau motor yang lewat. Memang terlihat keras di Jakarta orang-orang sekitar. Bahkan saja, sempat gerimis saat memutar sambil menanyakan orang sekitar. Walau ada yang tau tapi mereka sempat lupa lokasinya dimana. Ditambah lagi banyak gang yang membuat kita bingung. Nama Jalan Pademangan yang begitu banyak hingga 8, gang yang lebih dari 22, bahkan nomor rumah pun sekitar 50an. Memang luas daerah Pademangan, Jakarta Utara ini. Akhirnya orang yang membantu kami di sekitar jalanan dan juga tukang becak pun menyerah dan angkat tangan, bingung harus bagaimana. Pada akhirnya tukang becak pun mengantarkan kami menuju stasiun Rajawali yang dekat dengan daerah Pademangan 2 itu, letaknya juga tak terlalu jauh. Selama perjalanan menuju stasiun Rajawali juga, tukang becak ini terlihat lemas, bahkan dibuat marah oleh orang sekitar karena mengganggu jalan. Saat sampai di gang stasiun menuju stasiun Rajawali. Kelihatan lesu dan lemas, kami menanyakan harga biaya becaknya berapa. Orang ini hanya bilang seikhlasnya saja. Melihat kondisi dia yang seperti itu dan sudah menolong kami mutar-mutar mencarikan alamat sampai 3 kali keliling ditambah lagi halang rintang yang begitu banyak. Kami memberikan dia uang lebih kepadanya, Mega memberikan 50 ribu dan aku memberikan 30 ribu kepadanya. Semoga uang yang kami berikan kepada tukang becak itu menjadi berkah dan bermanfaat bagi keluarganya.

Kita masuk ke Gang Stasiun setelah meninggalkan tukang becak itu. Saat keluar dari Gang Stasiun, kita berada di Stasiun Rajawali di peron jalur kereta antara menuju Ancol dan menuju Kemayoran. Kami mencari jalan menuju pintu masuk utama stasiun Rajawali. Walau kita sempat mondar-mandir mencari jalan karena celah jalan yang begitu kecil, akhirnya kita berhasil menemukan pintu masuk utama Stasiun Rajawali. Aku mengantarkan Mega untuk membeli kartu tujuan untuk kembali ke Bogor. Rencanannya, aku dan Mega pergi ke Bogor ke toko dimana Mega membeli kamera tersebut untuk meminta penjelasan alamat palsu yang diberikan di kartu garansi itu.

Setelah tiba di stasiun Bogor, aku dan Mega melanjutkan naik angkot 07 dengan warna angkot hijau perak tujuan Merdeka-Warung Jambu. Sesampainya di Warung Jambu, aku dan Mega segera ke toko kamera yang dimaksud si Mega itu. Setelah sampai disana, Mega langsung mengatakan mengenai alamat itu bahwa kami tidak menemukan letak alamat itu karena alamat itu tidak lengkap. Namun penjaga tokonya saja hanya ketawa-ketiwi sambil asyik memainkan HP miliknya, terlihat seperti mereka mempermainkan dan gak niat melayani pelanggan. Ya akhirnya aku hanya memasang muka kesal kepada mereka agar mereka sadar betapa susah dan capeknya mencari alamat yang dituju namun tidak dapat sama sekali. Walaupun begitu, mereka masih tetep melayani kita dengan menawarkan untuk mengirimkan barang ke alamat yang dituju dengan memberikan kartu garansinya itu. Mega berharap kamera itu bisa kembali lagi dengan keadaan utuh dan sempurna. Akhirnya kita tidak membayar kepada mereka karena berhubung yang diberikan adalah kartu garansi. Jadinya apabila kamera sudah diperbaiki dan dikirim balik maka akan di konfirmasikan segera. Syukurlah, mereka serius mau menanggapi permintaan kami tapi ingin kami lihat saja kesanannya bagaimana. Karena dari kartu garansi yang ada terlihat bahwa ada pemalsuan garansi karena nomor kontak untuk garansi dihapus dari sanannya. Kita berharap semoga kamera yang dimiliki Mega bisa kembali dengan keadaan utuh dan sempurna. Karena kamera yang dimiliki oleh Mega sangat penting bagi aktvitas dirinya sebagai fotografi.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Visi dan Misi SMA Negeri 3 Cibinong

Visi:

Mewujudkan sekolah yang unggul berwawasan lingkungan berlandaskan Iman dan Taqwa

Indikator:

1. Meningkatkan minat siswa baru untuk masuk SMA 3 Cibinong
2. Siswa lulusan mampu masuk ke perguruan tinggi negeri
3. Mampu menjuarai lomba-lomba akademis tingkat kabupaten/propinsi
4. Mampu menjuarai lomba-lomba non akademis tingkat kabupaten/propinsi
5. Mampu menampilkan perilaku, berucap, bertindak, dan berpikir berdasarkan keimanan dan ketaqwaan, serta selaras dengan alam sekitar

Misi:

1. Mempertinggi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Membina akhlak dan budi pekerti luhur
3. Meningkatkan pengetahuan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan meningkatkan kemampuan sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan yang baik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar
4. Mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni budaya
5. Mewujudkan sekolah sebagai Wawasan Wiyata Mandala dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekolah baik dalam maupun keluar

Lingkungan SMAN 3 Cibinong di Awal Ajaran Tahun 2013/2014

Selama 1 tahun lulus dan meninggalkan lingkungan SMAN 3 Cibinong, aku mampir ke SMAN 3 Cibinong untuk melihat perkembangan SMAN 3 Cibinong sekarang ini sekaligus ingin minal aidin wal faidzin dan bersilahturahmi dengan penghuni SMAN 3 Cibinong berhubung suasana di hari itu masih suasana lebaran.

Aku datang ke SMAN 3 Cibinong pada tanggal 21 Agustus 2013, tepatnya pada hari Rabu. Sehari setelah aku mengikuti kuliah remedial. Sebelum aku berencana ke rumah temenku waktu sekelas di SMA dulu yaitu Risky Hardiyanto untuk bersilahturahmi, aku menyempatkan diriku untuk bersilahturahmi dengan warga SMAN 3 Cibinong. Baik dari guru-guru, tata usaha, staff-staff yang bertugas di SMAN 3 Cibinong, siswa-siswi dan bagian luar dari SMAN 3 Cibinong.

Sebelumnya, aku pernah membaca informasi mengenai pembangunan SMAN 3 Cibinong di situs Data Referensi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Check disini di tab Gallery Foto) kalau lingkungan SMAN 3 Cibinong sudah seperti ini:




Aku terkejut ketika melihat SMAN 3 Cibinong berubah drastis perkembangannya seperti ini. Bagaimana tidak? Terakhir kali aku ke sekolah ini warna tembok berwarna orange atau cream. Tapi sekarang sudah berubah menjadi kuning-hijau. Begitupun terdapat gerbang tralis dan terowongan seperti yang ada pada gambar ketiga. Tapi yang aku tanyakan, kemanakah masjid SMAN 3 Cibinong yang sekarang ini sedang dibangun? Dimanakah posisinya? Aku rasa sumber dari situs tersebut membuatku tidak percaya jika SMAN 3 Cibinong sudah berubah seperti ini.

Ketika aku tiba di SMAN 3 Cibinong (biasa dikenal dengan Smantic), setelah berbelok dari bilik besar dengan nama sekolahku itu, aku termegah-megah melihat Masjid SMAN 3 Cibinong yang bernama Baitul 'Ilmi sudah hampir selesai. Terlihat besar dan indah walaupun belum terlihat berwarna. Aku melihat dari pintu gerbang utama saja sudah takjub karena pembangunan sekolahku ini cepat sekali. Dulunya belum ada malahan sudah ada bangunan, dulunya bangunan tersebut bangunannya masih satu lantai sekarang sudah bertingkat. Dan juga, sudah ada Pos Security ditambah dengan warna tembok sekolah yang berubah seluruhnya menjadi warna oren, bukan warna hijau-kuning seperti pada gambar sebelumnya. Ternyata benar, foto yang ada pada situs Data Referensi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sepertinya salah upload gambar.

Aku masuk ke gerbang utama SMAN 3 Cibinong dan langsung bersilahturahmi dengan satpam Smantic. Pak Aef, Pak Dadun (staff kebersihan Smantic), dan satu lagi satpam baru Smantic (entah siapa namanya itu). Karena suasananya masih lebaran maka tak heran untuk minal aidin wal faidzin sekarang ini kepada mereka sekaligus berbincang-bincang kepada mereka. Tak lama berbincang kepada mereka, aku meminta izin untuk bertemu dengan guru-guru di ruang guru. Pak Aef memberikan aku petunjuk dimana letak ruang guru sekarang ini. Aku kira ruang guru pindah, ternyata masih berada di tempat yang sama sebelum aku lulus dari SMAN 3 Cibinong ini.

Ketika aku berjalan menuju ruang guru, di sebelah kiri yang biasa ada kelas bertingkat yang terdapat 2 kelas di masing-masing tingkatannya, terdapat ruang UKS. Walaupun aku tidak melihat isinya di dalam ruang itu, namun dilihat dari luar membuat tertarik di dalam ruangannya itu seperti apa. Namun aku berencana melihatnya nanti sambil foto lingkungan SMAN 3 Cibinong yang baru. Di sebelah kanan merupakan lapangan upacara yang baru yang saat itu dipenuhi dengan motor-motor yang berpakiran disitu. Tapi aku merasa kaget juga karena diseberang sana terdapat bangunan kelas bertingkat dan terdapat tulisan seperti kata-kata janji siswa di temboknya. Sekarang ini SMAN 3 Cibinong tidak lagi seperti dulu, sudah mulai ada kemajuan pada pembangunannya. Kemudian aku berjalan lagi, masih dalam jalan setapak yang sama menuju ruang guru, melihat ke kiri terdapat pondasi parkiran mobil. Mobilnya ditutupi dengan terpal berwarna abu-abu. Mungkin mobil tersebut merupakan mobil milik kepala sekolah atau mobil milik SMAN 3 Cibinong.

Kemudian aku jalan ke jalanan menanjak menuju ruang guru dan melihat ada Pak Sarmilih dan Ibu Kepala Sekolah, Bu Ayu sedang mengobrol mengenai administrasi. Setelah mereka mau mengakhiri obrolan mereka, aku menghampiri dan bersilahturahmi dengan mereka. Mereka pun sudah mengenalku dan senang melihatku sebagai orang yang sukses. Aku berbincang kepada mereka dan mereka sempat menawarkan aku untuk membantu mengajar matematika disitu berhubung aku pun kuliah di jurusan matematika. Bagiku Insya Allah mau saja asalkan jadwalnya pun tidak bentrok dengan kegiatan yang ada di kampus. Setelah aku berbincang dengan mereka, aku mencoba masuk ke ruang guru dan bersilahturahmi dengan guru-guru yang ada disitu. Mereka pun kaget melihat aku di depan pintu ruang guru. Banyak yang nanyain kabarku bagaimana, mudik kemana, bahkan saja ada yang sampai mengira kalau aku itu jadi ganteng dan bersih kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Dan aku pun sempat berbincang dengan guru bahasa indonesia aku waktu kelas 11 dan 12. Ibu Euis Kusmawati yang menanyakan aku mengenai karya yang aku buat sekarang ini, antara novel, puisi, pantun, dan lainnya. Namun karena berhubung aku berada di jurusan matematika maka memang wajar jika aku belakangan ini jarang berkarya lagi. Tapi aku pun masih tetep berkarya untuk membuat materi dan segala macam. Guru bahasa indonesia aku ini masih tetep mendukung karyaku jika nanti ada yang terbit ataupun ada sebelum diterbitkan, entah itu novel, pantun, puisi, dan juga materi yang aku buat.

Ketika aku keluar dari ruang guru, aku duduk di meja guru dan melihat daftar guru yang ngajar di Smantic sekarang ini. Banyak guru baru dan juga ada guru yang sudah tidak mengajar di Smantic. Jam istirahat pun di mulai. Banyak guru yang berkeluaran dan aku mulai bersilahturahmi dengan guru yang ada di hari ini. Walaupun ada guru yang gak ada di hari itu karena jadwalnya libur namun itu tidak jadi masalah untukku. Aku pun bertemu dengan Pak Andhika yang terkenal dengan guru terganteng mengajar TIK, Pak Andhika mengajakku makan bersama di kantin guru, adapun Pak Marshudi, guru yang pernah mengajarku Fisika di kelas 11 dulu, menanyakan aku untuk foto-foto lingkungan SMAN 3 Cibinong. Niatnya aku datang memang itu untuk membuat postingan ini disini. Tapi aku sempat menanyakan mengenai update di situs resmi SMAN 3 Cibinong apakah ada berita terbaru atau enggaknya. Namun katanya, belakangan ini jarang ada update berita terbaru termasuk foto terbaru mengenai perkembangan sekolah ini. Setelah aku buka lagi memang terlihat belum terupdate lagi setelah adanya Pendaftaran secara online ini. Belum lagi ada beberapa berantakan yang masih kelihatan berantakan dan juga lainnya. Akhirnya Pak Marshudi meminta bantuanku untuk menemui Pak Andhika karena dialah yang mengelola situs tersebut. Namun sayangnya, saat aku mau bertemu Pak Andhika, dianya sedang makan di kantin. Ya akhirnya aku menunggu waktu istirahat sambil keliling lingkungan Smantic. Aku pun menyempatkan diri untuk foto lingkungan Smantic saat ini seperti apa sekaligus bersilahturahmi dengan guru dan staff tata usaha yang aku temui. Pak Yaldi menghampiriku dan menanyakan aku siapa saja dosen yang mengajar di jurusan matematika di kampusku. Ternyata saat aku menyebutkan semuanya, Pak Yaldi mengenal salah satu dosen yang mengajar di jurusan matematika di kampusku. Yaitu Bu Hagni, dia mengajar Teori Peluang di jurusan matematika di kelasku saat semester 2. Ternyata Bu Hagni sama Pak Yaldi merupakan alumni UNPAK angkatan 1991. Aku pun gak menyangka jika Bu Hagni dan Pak Yaldi dulunya satu angkatan bersama. Entah kuliahnya jurusannya sama tau beda.

Waktu bel masuk berbunyi, aku menyempatkan diri untuk foto sekitar SMAN 3 Cibinong. Dan aku juga sempat bertemu dengan guru bahasa jerman ku, Frau Ina. Berbicara dengan sedikit bahasa jerman, dan aku sempat menanyakan apakah Frau Ina masih tetep mengajar bahasa jerman walau dengan kurikulum baru saat ini. Dia berharap kalau dia masih mengajar disitu, tapi sepertinya masih masuk dalam muatan lokal pelajaran bahasa asing untuk kurikulum saat ini. Setelah itu aku mulai foto mengenai lingkungan SMAN 3 Cibinong saat ini:

Tangga menuju zona atas SMAN 3 Cibinong. Terdapat taman dan pepohonan kecil di sekitarnya

 Zona Tengah dan Zona Bawah jika dilihat dari Zona Atas

 Taman di Zona Atas SMAN 3 Cibinong

Musholla SMAN 3 Cibinong yang sekarang ini menjadi Padepokan OSIS. Mungkin masih bisa difungsikan untuk Musholla saat ini.

 Kelas 10-1 aku waktu dulu, dulunya juga sempat menjadi kelas 12 IPA 1 disitu. Walau terujung tapi terlihat asri.

 Kelasku dulu, 12 IPA 2 saat ini jika dilihat dari depan. Masih terlihat aktivitas murid saat menunggu guru masuk kelas.

 Halaman kelas di Zona Atas. Terlihat bersih dan asri.

 Salah satu tempat untuk cuci tangan dan muka agar gak jauh-jauh lagi ke toilet atau musholla. Walaupun banyak yang menganggap tempat itu sebagai kumur dan tempat minum.

Laboratorium IPA SMAN 3 Cibinong saat ini dilihat dari luar. Sudah tidak ada tumpukan meja dan kursi lagi.

Saat aku mau foto di sekitaran Laboratorium IPA. Pak Marshudi memanggilku untuk foto Laboratorium IPA, awalnya sih aku mau foto dari jendela. Beruntungnya Pak Marshudi mengizinkan aku untuk foto dalamnya. Akhirnya aku masuk ke dalam ruangan laboratorium IPA sambil ditunggu salah satu staff baru Smantic yang cantik dan lupa siapa namanya.

Di dalam Laboratorium IPA SMAN 3 Cibinong. Bersih dan tersusun rapih.

Di dalam Laboratorium IPA SMAN 3 Cibinong. Bersih dan tersusun rapih. 

Boks dan peralatan untuk percobaaan.

Peralatan percobaan untuk listrik statis, dinamis, dan elektromagnetik untuk pelajaran Fisika.

Ruangan Laboratorium IPA jika dilihat dari papan tulis

Struktur Organisasi Laboratorium IPA SMA Negeri 3 Cibinong. Kepala Sekolahnya kemana ya?

Bonus. Kerangka Manusia untuk pelajaran Biologi.

Kemudian masuk ke pintu sebelah kiri yang ada di Laboratorium IPA kalau dilihat dari gambar kelima saat masuk Laboratorium IPA dan melihat beberapa peralatan penting pada percobaan praktikum.

 Ini tempat yang aku maksud, ruang khusus peralatan penting dalam percobaan praktikum IPA

 Ada alat-alat Fisika dan Biologi di lemari itu.

 Meja dan kursi guru. Dulunya ruangan ini ruangannya Pak Amir. Cuma sekarang pindah ke ruang guru. Dulunya juga sempat menjadi ruang panitia, entah panitia apa.

Alat-alat percobaan untuk Kimia.

 Sekarang mulai berpindah ke pintu yang sebelahnya.


 Ruangan yang entah ada namanya atau apa. Dulunya ini ruangan untuk Pak Yaldi dan Pak Marshudi sekaligus ruangan arsip yang sudah dibuat dan disimpan disitu.

Lemari arsip

 Meja dan kursi guru. Dan pintu menuju ruang laboratorium IPA.

 Ada alat PMR yang tersimpan di ruangan ini.

 Buku Inventaris Alat dan Bahan Laboratorium IPA SMA Negeri 3 Cibinong.

Foto kenangan di meja guru. Foto diatas foto bergayanya Pak Marshudi (kiri) dan Pak Rudi (kanan) dan dua foto kebawahnya foto adik kecil yang lucu dan imut. Entah siapa anaknya ini.  

Setelah aku foto di sekitar dalam Laboratorium IPA. Aku mulai keluar dan berterima kasih kepada staff yang telah menunggu aku dan mengizinkan aku untuk mengambil foto didalam laboratorium IPA ini. Setelah itu aku mulai mengambil foto di tempat lainnya.

Tanaman yang ada di belakang Laboratorium IPA

Tempat yang berada di antara Laboratorium IPA (kiri) dan Tata Usaha (kanan). Dulunya ini tempat tongkorongan anak-anak untuk menunggu tempat masuk.

Taman di belakang Tata Usaha. Terlihat indah jika dilihat dari sini. Dan lurus situ merupakan toilet khusus wanita.


Halaman (Koridor) di Zona Tengah yang terlihat bersih dan asri. Eh ada Bu Winda mau jalan ke kelas.

Kalau sebelumnya buat cuci tangan dan muka siswa. Kalau disitu buat cuci tangan dan muka staff tata usaha.

Halaman Zona Tengah sebelah Selatan. Sepertinya ada Lemari Piala. Ingin liat pialanya seperti apa saja.

Disini ruang tata usahanya.

Dan di pintu ruang tata usaha pun ada maksud bel di bunyikan beberapa kali.

Ada inilah Piala Prestasi yang didapatkan oleh siswa-siswi untuk SMAN 3 Cibinong. Ada yang dari Paskibra, Pramuka, PMR, Olahraga, dan juga Akademika lainnya.

Halaman (Koridor) Zona Tengah di sebelah Utara. Ada Toilet, Laboratorium Komputer, Ruang Konseling, dan di ujungnya terdapat ruang Perpustakaan. Tapi di koridor ujung, terdapat spanduk kecil bertuliskan sesuatu. Entah apa.

Setelah aku foto sebagian lingkungan Smantic. Aku beristirahat di tempat duduk dekat dengan pintu masuk ruang konseling dan laboratorium komputer. Aku pun bertemu dengan Pak Andhika untuk menanyakan soal pengembangan situs resmi Smantic ini. Awalnya aku berharap ada yang menggantikan posisiku sebagai pemberian update terbaru mengenai sekolahku ini, terutama yang menggantikannya itu adalah adik kelasku. Namun sayangnya, ternyata tidak ada. Karena pemrograman yang cukup rumit yaitu berbasis Joomla, jadinya memang rada susah untuk menemui siswa-siswi yang bisa mengoperasikan Joomla. Katanya, awalnya ingin kalau situs resmi Smantic ini berbasis Dreamweaver jadinya mudah untuk diutak-atik termasuk tata letaknya. Jadinya ada pengganti sementaraku ini. Cuman aku gak tau entah kenapa harus dioperasikan dengan Joomla. Aku pun ingin ikut mengembangkan situs resmi sekolah itu. Tapi aku sedikit ragu akan pengoperasiannya itu. Jadinya Pak Andhika menyarankan aku untuk meng-share mengenai Smantic lewat blogku dulu untuk sementara waktu.


Jalan menuju kantin guru, tinggal belok kanan dan walah, akhirnya ketemu kantin guru disitu.

Terpampang logo SMAN 3 Cibinong diantara tangga menuju zona atas.

Kemudian aku beristirahat kembali. Niatnya aku mau foto kantin cuma sayangnya ditutup. Aku sempat menemui Pak Marshudi untuk mengatakan apa yang sudah di dapat dari Pak Andhika mengenai perkembangan situs resmi sekolahan. Karena sulit, akhirnya Pak Marshudi menyarankan untuk mengirimkan foto ke situs resmi sekolahanku ini agar orang-orang sekitar makin mengenal bagaimana lingkungan Smantic itu. Walaupun begitu, aku masih ada situs tampungan foto mengenai lingkungan SMAN 3 Cibinong di photobucket.

Suasana Perpustakaan saat mencari materi pada mata pelajaran tertentu.

Uhm... sepuluh.

Ruang guru dengan meja piket. Ada jalan menanjak atau menurun menuju zona tengah dan zona bawah sekolah.

Lapangan zona tengah SMAN 3 Cibinong. Dulunya ini sebagai lapangan upacara. Sekarang jadi lapangan bulu tangkis dan parkir motor kalau ada upacara.

Halaman ruang guru dengan meja piket.

Jalanan menurun menuju zona bawah SMAN 3 Cibinong

Halaman belakang kelas bagian barat pada zona bawah sekolah yang dipenuhi dengan pohon kelapa (atau pohon palem sepertinya)

Dulunya ruang kesenian kesenian saat ini. Entah sekarang jadi ruang apa.

Ada pesan di ruang kesenian berupa "Narkoba bukan untuk sekali-kali dicoba, Say no to Drug"

Jalan setapak di sekitaran ruang kesenian untuk menuju zona tengah sekolah.

Di samping ruang kesenian terdapat tulisan menunjukan dimana kantin berada

Setelah dicek ternyata cuma tumpukan meja dan barang tak berguna yang berada di belakang ruang kesenian.

Kata-kata mutiara dibalik "Narkoba bukan untuk sekali-kali dicoba, Say no to Drug"

Kukira ruangan yang ku maksud itu ruang kesenian. Ternyata ruang gudang. Pantas saja dibelakangnya barang yang gak terpakai

Halaman Zona Bawah sebelah utara jika dilihat dari pintu masuk gudang.

Di sebelah utara gudang terdapat bangunan yang sedang di bangun. Entah untuk ruangan apa.

Ada anak-anak 12 IPA 2 yang sedang praktek PLH membuat pupuk.

Halaman Zona Bawah SMAN 3 Cibinong sebelah Utara.

Koridor Zona Bawah sebelah Utara. Pintu yang kedua lurus itu dulunya kelasanku waktu belum dibuat tingkat dan merupakan kelas terpojok saat aku kelas 11 IPA 2 dulu.

Kartu kendali pemelihara gedung sekolah bagian utara, terpampang di tangga menuju lantai atas di koridor zona bawah sebelah utara.

Dan inilah tangga menuju atasnya.

Proses pembangunan bangunan baru yang entah untuk apa. Apakah kelas baru atau ruang ekstrakulikuler.

Koridor lantai atas gedung utara zona bawah. Masih terlihat tumpukan meja dan bangku jika sewaktu-waktu terpakai.

Masjid Baitul Ilmi jika dilihat dari atas koridor gedung utara di zona bawah sekolah.

Sisi lain yang bisa kita lihat di tempat ini.

Dan lautan motor yang menutupi lapangan upacara.

Setelah aku foto di gedung utara zona bawah. Aku coba untuk foto gedung timur zona bawah dari belakang.

Halaman belakang gedung timur zona bawah. Ada lapangan badmintion yang menjadi ciri khas lapangan bersama dengan warga Bogor Asri.

 Halaman belakang gedung timur zona bawah jika diambil sisi lainnya.

Koridor gedung timur zona bawah diambil dari halaman belakang yang menuju pemandangan lapangan badminton.

 Ada kelas 11 IPA 4 di gedung ini.

Lapangan sekaligus parkir motor.

Taman sekaligus lapangan parkir mobil.

Semak-semak.

Tiang bendera untuk upacara.





 

 Tembok yang berwarna hijau ini merupakan tulisan visi dan misi SMAN 3 Cibinong. Tulisan ini terpampang jelas agar murid-murid mengenal apa visi dan misi SMAN 3 Cibinong saat ini.


Tanggal kecil yang biasa digunakan untuk upacara

 Koridor gedung barat zona bawah sekolah.

Prasasti yang mengatakan bahwa kelas tersebut dibangun dari dana APBN-P direktorat pembinaan SMA tahun 2012 dan Dana Swadaya SMAN 3 Cibinong Kabupaten Bogor. Kira-kira kelas berapa ya?

Oh ternyata kelas 12 IPA 2. Kelasku dulu. Dari dulu hingga sekarang kelas 12 IPA 2 merupakan kelas unik dan unggulan di sekolah ini.

Ini tempat parkiran mobil milik sekolah yang aku maksud. Entah ini mobil milik SMAN 3 Cibinong atau milik kepala sekolah.

Sisi lain tempat parkiran mobil milik sekolah.

Ketika aku coba jalan menuju parkiran mobil sekolah tersebut ternyata ada Koperasi Siswa Smantic. Dulunya koperasi Siswa Smantic letaknya di samping ruang konseling dan laboratorium komputer (bukan di toilet). Tapi sekarang sudah punya bangunan sendiri. Aku salut dengan pembangunan baru ini. 

Siswa dan siswi yang mengurusi Koperasi Siswa Smantic. Biasanya mereka yang mengurusi adalah siswa dan siswi yang sedang menyelesaikan tugas praktek Ekonomi.

Ke gedung selatan zona bawah dan ke lantai duanya. Dulu disini ruang 12 IPA 2 untuk angkatan ketiga. Tapi sekarang jadi kelas yang tidak terpakai. 

Tidak terurus karena tidak terpakai. Tapi akan terpakai ketika ada acara karena terdapat pintu tralis disitu.

Tembok kelas 12 IPA 1 angkatan 3 dulu sudah disulap menjadi tembok yang unik. Tapi sekarang tidak terurus karena tidak ada yang pakai


Lautan Motor di Lapangan Upacara

Sisi lain pemandangan di gedung selatan zona bawah lantai 2

Zona tengah dan Zona atas SMAN 3 Cibinong jika dilihat dari gedung selatan zona bawah lantai 2.

Ada toilet khusus perempuan disitu. Dan ada tangga menuju bangunan yang belum dibangun.

Ruang UKS, pas aku lihat dalamnya dari luar pintu baru ada meja, kursi, buku, dan juga alas untuk beristirahat. Sebenarnya belum lengkap. Tapi katanya mau dilengkapi lagi.

Petunjuk dimana parkir motor berada

 Ruang UKS jika dilihat dari sisi lapangan upacara.
Yahpp, setelah aku foto-foto mengenai lingkungan sekitar ini. Aku ingin mencoba untuk foto mengenai masjid Baitul Ilmu. Tapi sebelum kesitu, aku ingin mencari tempat dimana tempat wudhu di sekitar situ. Setelah aku keliling-keliling. Aku tidak menemukan dimana tempat wudhu itu. Ternyata setelah aku tanya kepada Pak Aef, ternyata belum dibuat. Walaupun masjid tersebut sudah bisa untuk digunakan, ternyata masih belum ke tahap finishing-nya seperti perwarnaan dan perapihan beberapa fisik bangun. Karena Pak Aef melihatku membawa HP untuk dokumentasi sekolah saat ini, Pak Aef mengizinkan aku untuk foto dalam masjid Baitul Ilmi saat ini. Akhirnya aku foto sekitaran dan dalaman masjid Baitul Ilmi ini seperti apa.

Masjid Baitul Ilmi dari depan Pos Security

Dalamnya Masjid Baitul Ilmi dari pintu masuk utama.

Sekitaran dalaman masjid Baitul Ilmi

Aku kira itu tempat wudhu. Ternyata tempat masuk untuk Imam kalau sholat Jumat dan sholat lainnya. Dan isinya pun barang-barang yang nantinya akan dipakai di masjid itu.

Parkiran mobil untuk guru, walau cuma bisa memuat 2 mobil

Tempat sholat masjid Baitul Ilmi SMAN 3 Cibinong. Kelihatan indah jika dilihat dari posisi sini.

Pintu masuk atau keluar masjid Baitul Ilmi.

Ruangan tak berpintu. Entah isinya apa.

Ternyata isinya alat-alat yang nantinya dipakai di masjid. Sama seperti pintu yang aku anggap itu tempat wudhu. Itulah sebabnya Pak Aef bilang kalau masjid ini sedang tahap finishing.

 Tempat sholat di lantai atas jika di ambil dari lantai bawah.

Tempat sholat di lantai atas jika di ambil dari lantai bawah diambil dari sisi lainnya.

 Jalan menuju tempat sholat di lantai dua.

Suasana lapangan upacara dilihat dari balkon masjid di lantai atas

Pos Security dilihat dari balkon masjid Baitul Ilmi SMA Negeri 3 Cibinong

Inilah dalaman lantai atas masjid.

Tempat sholat dilihat dari lantai atas masjid.

Bisa lihat pemandangan dari sini. Serasa sejuk.

Pintu masuk atau keluar lantai atas masjid Baitul Ilmi.

Balkon dalam masjid

Di balik kubah masjid. Serasa berada di atas awan.

Setelah aku foto-foto sekitar Masjid Baitul Ilmi SMAN 3 Cibinong. Aku pun keluar sambil mengobrol sama Satpam di Pos Security termasuk Pak Aef yang terkenal dengan satpam legendaris di Smantic. Disebut satpam legendaris karena tiap siang dan tiap malam selalu ada di Smantic. Selalu siaga 24 jam di Smantic. Hebat bukan? Itulah kesiagaan dan kesetiaan satpam ini terhadap sekolah tercinta di SMA Negeri 3 Cibinong.

Inilah Pos Security dan Pak Aef.

Selesai foto, aku pun foto di luar lingkungan Smantic.

Gerbang Utama atau Pintu Masuk SMAN 3 Cibinong

Taman di sisi Utara Pintu Gerbang

Papan nama SMAN Negeri 3 Cibinong yang ketutupan dengan tumbuhan. Nantinya direncanakan antara tanaman atau papan namanya yang dipindahkan agar papan nama sekolah bisa dilihat dengan jelas.

Taman di sisi Selatan Pintu Gerbang

Pintu gerbang utama yang dulu. Sekarang sudah jadi pagar.

Bilik sekolah SMA Negeri 3 Cibinong. Terlihat bagus walau warna latar logonya sudah mulai luntur.

Bilik sekolah SMA Negeri 3 Cibinong jika dilihat dari dekat.

Inilah papan yang mengatakan kapannya SMA Negeri 3 Cibinong di bangun sekaligus mempunyai bangunan baru di tempat itu.

Entah ada apa dengan triplek pagar yang ini. Kucing masuk, Tikus masuk, atau Siswa masuk?

Dulunya ini tempat jajan yang biasa di beli oleh siswa dan siswi Smantic. Entah kemanakah orang ini pergi.

Smantic di sisi selatan dekat dengan zona atas

Pintu masuk dan keluar ke zona atas. Biasanya pintu ini kebuka kalau lagi jam istirahat atau ada sesuatu hal penting yang perlu masuk di zona itu.

Warung tersebut merupakan Warung Alaska. Tempat yang sangat penting bagi warga SMA Negeri 3 Cibinong untuk jajan alat-alat tulis, arsip, dokumen, serta fotokopi dokumen yang dibutuhkan.

Ke kiri menuju ke sekolah. Ke kanan menuju ke luar gerbang Bogor Asri.


Itulah Lingkungan SMA Negeri 3 Cibinong di awal ajaran tahun 2013/2014. Banyak sekali perkembangan yang telah terjadi di sekolah ini. Lebih jelasnya ketika melihat perkembangan pembangunan yang cukup cepat. Sudah ada air keran untuk membersihkan tangan, mulut, muka, dan lainnya. Sudah ada papan kata-kata mutiara di setiap koridornya (walau tidak semua), tembok yang bertuliskan visi dan misi. Pembangunan kelas baru dan kelas tingkat yang baru. Pembangunan masjid Baitul Ilmi yang berada pada tahap finishing. Pembangunan bangunan yang baru. Lapangan upacara baru. Sudah ada UKS dan KSS (Koperasi Siswa Smantic). Sudah ada Padepokan OSIS SMAN 3 Cibinong. Ruang gudang. Dan ya tentunya guru-guru dan staff-staff baru yang ada di SMA Negeri 3 Cibinong ini.

Terima kasih kepada kepala sekolah, guru-guru, dan staff-staff SMA Negeri 3 Cibinong yang telah memberikan aku doa, semangat, dan juga dukungan kepadaku untuk masa depanku dan karya yang aku kerjakan sekarang ini, tak lupa juga adik kelasku yang sekarang ini berada di kelas 12 yang sedang menempuh persiapan menuju UN yang telah menemaniku tadi selama aku berkunjung di SMA Negeri 3 Cibinong. Semoga SMA Negeri 3 Cibinong menjadi lebih eksis, unggul, berprestasi, dan makin dikenal masyarakat akan kebaikannya.

N.B: Akreditasi SMA Negeri 3 Cibinong mulai tahun ajaran 2013/2014 resmi berubah menjadi A.