Kepada Para Pengunjung

Hallo semuanya, ini merupakan blog bagian pertama ku. Kalian bisa melihat cerita saya dan lainnya. Oh yang belum kenalan tentang saya, lihat di profil saya.

Catatan : Setelah membaca artikel saya, dimohon untuk berkomentar di blog saya.

Note for english people : If you don't know about my language you can translate my language in This Link . Some word can't translate. Because, several word are Indonesian Style language.


Note : If you translate it, text will look funny. Enjoy reading

Translate This Blog

Senin, 20 Oktober 2014

Cara ke Universitas Pakuan (UNPAK) dengan Naik Kereta Api.

Universitas Pakuan atau biasa disebut dengan UNPAK merupakan salah satu universitas swasta yang terkenal, unggul dan diminati di kota Bogor, sekitaran Bogor dan perbatasannya. Dengan banyaknya jurusan yang memadai, banyak penduduk yang ingin melanjutkan kuliah di Universitas Pakuan. Bagi para penglaju atau para perantauan yang biasa menggunakan transportasi kereta api untuk pergi ke suatu tempat, dalam postingan ini saya akan memberikan jalan sekaligus arahan cara ke Universitas Pakuan (UNPAK) dengan menggunakan kereta api.

Bagi yang tempat tinggalnya berasal dari daerah sekitaran Sukabumi atau sekitaran Cianjur dengan naik kereta api, bisa turun di stasiun Batu Tulis, dan stasiun Paledang (Bogor). Bagi yang tempat tinggalnya berasal dari daerah sekitaran Cilegon, Serang, Rangkasbitung, Parungpanjang, Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, dan Purwakarta dengan naik kereta api, bisa turun di stasiun Bogor. Selain dari wilayah tersebut dengan naik kereta api bisa menyesuaikan stasiun yang ingin dikehendaki.

1. Stasiun Batutulis

(belum dapat info tentang jalan ke universitas pakuan seperti apa)

2. Stasiun Paledang (Bogor)

Setelah turun dari stasiun, dilanjut jalan kaki (berjalan lurus terus) menuju pintu perlintasan kereta api yang kedua dengan melewati tempat parkiran Taman Topi Square. Kemudian menyebrangi jalan raya dan naik angkot nomor 03 (warna hijau biru) ke arah Baranangsiang atau Botani Square. Turun di shelter Transpakuan Baranangsiang. Perjalanan waktu sekitar 10-15 menit jika lancar dengan biaya sekitar 3000. Dari shelter Transpakuan Baranangsiang, anda tinggal memilih beberapa opsi berikut:

-Naik ojek dan minta turun di belakang kampus Universitas Pakuan (gedung Fakultas MIPA UNPAK yang diluar sampingnya terdapat masjid Baranangsiang 3), di samping kampus Universitas Pakuan (gedung Pascasarjana atau Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK)), atau di depan kampus Universitas Pakuan (gedung Fakultas Hukum dan Rektorat). Perjalanan waktu sekitar 1-2 menit dengan biaya sekitar 3000-5000 rupiah.

-Jalan kaki, berjalan lurus melewati jalan samping Botani Square hingga jalan di turunan yang terjal dan menanjak kembali hingga ketemu jalan bercabang pada saat menanjak jalanan. Apabila lewat kiri, maka anda berjalan lurus hingga ketemu pertigaan jalan dilanjut belok kanan dan jalan lurus terus hingga bertemu pintu masuk belakang kampus Universitas Pakuan. Apabila lewat kanan, maka anda tetap berjalan lurus hingga mentok jalan, belok ke kiri dan berjalan lurus hingga ketemu pintu masuk samping Universitas Pakuan. Apabila tidak melewati pintu samping, anda masih tetap berjalan lurus hingga bertemu dengan pintu masuk depan Universitas Pakuan. Perjalanan waktu sekitar 7-13 menit dan tidak membutuhkan biaya sepeserpun.

-Naik angkot nomor 06 (warna hijau kuning) ke arah Ciheuleut dan turun di depan kampus Universitas Pakuan. Biaya sekitar 2500-3000 dengan perjalanan waktu sekitar 10-15 menit.

3. Stasiun Bogor

Setelah dari stasiun, dilanjut keluar stasiun dan mencari angkot nomor 03 ke arah Baranangsiang atau Botani Square. Lokasi tempat angkot nomor 03 berada di arah selatan stasiun (arah menuju ke stasiun Paledang-Sukabumi). Turun di shelter Transpakuan Baranangsiang. Perjalanan waktu sekitar 10-15 menit jika lancar dengan biaya sekitar 3000. Dari shelter Transpakuan Baranangsiang, anda tinggal memilih beberapa opsi berikut:

-Naik ojek dan minta turun di belakang kampus Universitas Pakuan (gedung Fakultas MIPA UNPAK yang diluar sampingnya terdapat masjid Baranangsiang 3), di samping kampus Universitas Pakuan (gedung Pascasarjana atau Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK)), atau di depan kampus Universitas Pakuan (gedung Fakultas Hukum dan Rektorat). Perjalanan waktu sekitar 1-2 menit dengan biaya sekitar 3000-5000 rupiah.

-Jalan kaki, berjalan lurus melewati jalan samping Botani Square hingga jalan di turunan yang terjal dan menanjak kembali hingga ketemu jalan bercabang pada saat menanjak jalanan. Apabila lewat kiri, maka anda berjalan lurus hingga ketemu pertigaan jalan dilanjut belok kanan dan jalan lurus terus hingga bertemu pintu masuk belakang kampus Universitas Pakuan. Apabila lewat kanan, maka anda tetap berjalan lurus hingga mentok jalan, belok ke kiri dan berjalan lurus hingga ketemu pintu masuk samping Universitas Pakuan. Apabila tidak melewati pintu samping, anda masih tetap berjalan lurus hingga bertemu dengan pintu masuk depan Universitas Pakuan. Perjalanan waktu sekitar 7-13 menit dan tidak membutuhkan biaya sepeserpun.

-Naik angkot nomor 06 (warna hijau kuning) ke arah Ciheuleut dan turun di depan kampus Universitas Pakuan. Biaya sekitar 2500-3000 dengan perjalanan waktu sekitar 10-15 menit.

Sabtu, 18 Oktober 2014

Makalah Prinsip Induksi Kuat dan Bentuk Induksi Secara Umum

Bagi kalian yang ingin mencari materi atau makalah tentang prinsip induksi kuat dan bentuk induksi secara umum bisa kalian download di link berikut. Semoga bermanfaat.

Download

Contoh Soal Penerapan Sistem Persamaan Linear pada Penerapan Persimpangan Jalan

Di bagian kota yang ramai dari suatu kota tertentu, dua kelompok jalan satu-arah berpotongan seperti pada gambar dibawah ini. Rata-rata volume mobil per jam yang memasuki dan meninggalkan persimpangan diberikan pada gambar. Tentukan banyaknya lalu lintas antara pada setiap perempatan (x1, x2, x3, x4)



Jawaban:

Cara Manual:

Untuk menghitung nilai x pada persimpangan jalan, volume mobil per jam yang masuk ke suatu persimpangan sama dengan volume mobil per jam yang keluar dari suatu persimpangan tersebut. Maka setiap persimpangan memiliki perumusan sebagai berikut:

Volume Mobil per Jam yang Masuk = Volume Mobil per Jam yang Keluar

Persimpangan A:

x1 + 450 = 610 + x2
x1 – x2 = 610 – 450
x1 – x2 = 160

Persimpangan B:

x2 + 520 = 480 + x3
x2 – x3 = 480 – 520
x2 – x3 = -40
x3 – x2 = 40

Persimpangan C:

x3 + 390 = 600 + x4
x3 – x4 = 600 – 390
x3 – x4 = 210

Persimpangan D:

x4 + 640 = 310 + x1
x4 – x1 = 310 – 640
x4 – x1 = -330
x1 – x4 = 330

Dari persamaan pada setiap persimpangan tersebut dapat dibuat kedalam sistem persamaan linear.



Sistem persamaan linear tersebut dapat dibuat kedalam bentuk matriks.




1. Cara Invers Matriks

Cara menyelesaikan Matriks tersebut dengan Invers Matriks yang dilakukan pertama kali adalah memisahkan sistem persamaan linear tersebut antara variabel x1, x2, x3, dan x4 dengan hasil, kemudian dibuat matriks. Sementara itu, matriks variabel x1, x2, x3, dan  x4 diinverskan. Sehingga menjadi:




Kemudian kedua matriks tersebut dikalikan. Namun Matriks yang diinverskan tersebut tidak dapat dikalkulasikan karena Matriks yang diinverskan itu menghasilkan matriks singular. Sehingga memiliki nilai dan hasil penyelesaian yang tidak terdefinisi.

2. Cara Eliminasi Gauss-Jordan

Langkah-langkah menyelesaikan Matriks tersebut dengan Eliminasi Gauss-Jordan.



Dari penyelesaian eliminasi Gauss Jordan didapat nilai x1, x2, x3, x4 adalah:

1x1 – 1x4 = 330
x1 = 330 + x4

1x2 – 1x4 = 170
x2 = 170 + x4

1x3 – 1x4 = 210
x3 = 210 + x4

0x4 = 0
0 = 0

Sistem persamaan linear tersebut dikatakan tak bebas linear (bergantung linear) karena dalam matriks dengan penyelesaian eliminasi Gauss-Jordan memiliki baris yang nol. Sehingga matriks tersebut memiliki 4 vektor dan merentang suatu ruang berdimensi 3.

Maka dari persimpangan tersebut pada jalan x4 dikatakan tidak bisa dilalui atau tidak ada volume kendaraan yang masuk pada jalan x4 itu karena memiliki nilai atau penyelesaian yang tidak terdefinisi.

Cara MATLAB:
Copy Paste Kode Program ini pada m-file MATLAB kemudian di-running-kan untuk melihat output hasil program ini.

Kode Program:

clc;clear;

disp('Persamaan pada setiap persimpangan')
A=[1 -1 0 0 160]
B=[0 -1 1 0 40]
C=[0 0 1 -1 210]
D=[1 0 0 -1 330]

disp('Penggabungan setiap persamaan menjadi sebuah matriks')
Matriks=[A; B; C; D]

disp('-----Cara 1-----')
disp('Penyelesaian dengan Gauss-Jordan')
rref(Matriks) %kolom terakhir merupakan solusi

disp('------Cara 2-----')
disp('Penyelesaian dengan Invers Matriks dan Backslash')

Matriks(:,5)=[]
Hasil=[160 40 210 330]'

disp('Invers Matriks')
Invers=inv(Matriks)*Hasil

disp('Backslash')
Backslash=Matriks\Hasil
 

Titik Ekuilibrium Model Pasar, Pendapatan Nasional, Tarif Pajak Pendapatan, dan Model IS-LM Perekonomian Tertutup dalam Matriks

Dalam postingan ini, akan diberitahukan bagaimana cara mendapatkan titik equilibrium dari model pasar, pendapatan nasional, dan tarif pajak pendapatan dalam bentuk matriks.

1. Model Pendapatan Nasional



Bentuk sistem persamaan model pendapatan nasional lainnya



Bentuk matriks



Dengan aturan Cramer untuk mencari titik ekuilibrium





Maka titik ekuilibriumnya:




Terbukti

2. Tarif Pajak Pendapatan

Diketahui , , . Dengan T = pajak, dan t = tarif pajak pendapatan. Buatlah matriksnya dan cari titik ekuilibriumnya.

Sistem Persamaan:





Bentuk lain sistem persamaan diatas menjadi:





Bentuk matriks



Dengan aturan cramer untuk mencari titik ekuilibrium






Titik ekuilibriumnya:





Terbukti

3. Model IS-LM Perekonomian Tertutup






Bentuk sistem persamaan model IS-LM perekonomian tertutup lainnya dengan mensubstitusikan I dan G ke dalam U.




Bentuk Matriks:



Dengan aturan cramer untuk mencari titik ekulibriumnya:





Maka titik ekuilibriumnya:




Terbukti

Jumat, 12 September 2014

Strategi Mendapatkan Nilai IPK baik dan Cepat Lulus ala DSMLMD

Saat aku kuliah hingga menanjak ke semester 5 ini, banyak temanku dan juniorku yang menanyakan hasil nilai akhir yang aku dapatkan selama semester 1 hingga semester 4 ini. Dari semester 1 nilainya standard hingga semester selanjutnya terus naik drastis walau sempat mengalami penurunan sedikit di semester 4. Mereka bingung bagaimana aku bisa mendapatkan nilai sebesar itu walau tidak harus menjadi orang yang rajin maupun pintar. Tentunya mendapatkan nilai dengan IPK yang baik dan tinggi tidak harus orang yang pintar dalam materi kuliah, melainkan orang yang cerdik dalam mensiasati strategi yang harus ditempuh. Bahkan orang yang sering bolos, bermalas-malasan dan bodoh sekalipun bisa saja dia mendapatkan IPK yang lebih tinggi dibandingkan orang yang rajin dan pintar.

Berikut ini merupakan Frequently Asked Question (FAQ) mengenai strategi mendapatkan nilai IPK yang baik dan bisa cepat lulus kuliah ala DSMLMD.

Q: Bro, kok lu bisa sih dapat IP sebesar itu?
A: Gua sendiri kurang tau kenapa gua bisa dapat IP sebesar itu, yang pasti gua mengikuti prosedur mengenai perkuliahan yang ada di kampus.

Q: Perasaan gak ada apa-apanya deh gua baca tentang prosedur perkuliahan yang ada di kampus itu, gak ada efeknya baca panduan gitu.
A: Jangan salah bero, buku panduan kampus justru memberikan lu persiapan untuk membuat strategi agar IP lu bisa tinggi tanpa lu mati-matian belajar ini itu dan segala macam.
\
Q: Gua mau tau dong resep lu supaya IP lu tinggi gimana?
A: Boleh. Memang apa yang mau lu tanyain?

Q: Dulu lu waktu SD, SMP, dan SMAnya pinter gak sih?
A: Gua orangnya gak pintar-pintar amat, bisa dibilang bodoh bin tolol. Bahkan gua dulu orangnya nakal banget. Waktu SD saja gua suka keluyuran main kemana, sering main game PS hampir seharian penuh, main sama temen bareng di sekolah. Giliran ada PR suka ngerjain di sekolah terus. Kalau ada ulangan, baik UTS, UAS, maupun UN itu murni jawaban gua sendiri dan gak pernah belajar dari hari-hari sebelumnya. Serius, gua selalu nalar jawaban gua sendiri tentang apa yang gua dapat, baik dari luar, maupun dari media. Jarang gua memahami apa yang gua dapat di SD dulu. Karena gua sering main game PS dan suka nonton TV di jam tertentu ya mungkin dari situ juga. Ya alhasil nilai gua pas-pasan, tapi anehnya entah kenapa nilai bahasa inggris gua waktu itu nilainya tinggi. Mungkin efek keseringan main game PS dulu. Tapi hal itu terkadang gua masih bingung sama arti dari bahasa inggrisnya itu walau gua tau maksud dari kata itu apa. Aneh bukan? Dan dulu yang paling gua bodohi di masa SD adalah pelajaran bahasa sunda, karena gua gak ngerti itu bahasa planet macam apa. Dulu pertama kali gua kenal kata "kecap" gua kira itu kecap yang buat makanan itu, ternyata kecap yang dimaksud itu arti dari bahasa sunda yang berarti "kata". Zaman gua SD dulu, gua gak pernah yang namanya nyontek, sekalipun menyontek paling pelajaran bahasa sunda., dan hal kepepet yang belum gua tau aja. Masalah nilai di masa SD itu selalu pas-pasan, nyaris gua itu selalu gak naik kelas.

Zaman gua SMP dulu, bisa dibilang gua orangnya paling bandel dan paling nakal. Mungkin efek antara ajaran dari temen maupun dendam kesumat sama samwan. Sampai ngehack akun Friendster punya orang juga. Sampai berantem sama yang lainnya juga walau gak sampai adu jotos, palingan adu mulut aja. Gua masa SMP dulu orangnya suka improvisasi dan spontanitas karena awalnya gua emang orangnya malesan, tiap pulang sekolah sering nongkrong di warnet bahkan main game di rumah, antara game PS atau game komputer. Kalau masalah nilai semuanya diatas KKM walau ada yang pas KKM. Itupun nilai yang diatas KKM juga tidak terlalu jauh jaraknya, paling hanya 1 hingga 3 nilai aja. Ya tau sendirilah gua dulu sekolah dimana, banyak saingan berat, rata-rata orang pintar semua. Bahkan dulu yang gua ingat, saat kelas 8 itu terjadi pembagian kelas berdasarkan siswa yang nilainya tertinggi hingga terendah. Dibuat hingga 11 kelas, aku masuk kelas 2. Ya bisa dibilang nilaiku cukup tinggi dari yang lainnya walaupun nilaiku itu nyaris pas dengan KKM walau diatas KKM. Kalau masa belajar, terkadang kalau gak ada kerjaan gua suka membuat rumus sendiri di matematika, atau menuai pendapat sendiri di pelajaran IPS dan PKN di buku LKS. Bahkan mengarang cerita dengan menggunakan bahasa indonesia dan bahasa inggris. Hingga gua membuat game tersendiri di komputer. Gua suka ikut organisasi Pramuka dan OSIS walau organisasi OSIS yang gua ikuti gak bertahana lama sebenarnya karena ada sesuatu hal. Tapi waktu itu gua betah ikut organisasi Pramuka karena kegiatan yang menarik serta mengasah ketelatenan dan belajar dan juga keaktifan dalam berorganisasi.

Zaman gua SMA dulu, bisa dibilang gua orangnya aktif di organisasi. Gua hanya ikut organisasi Pramuka di masa SMA, sampai gua ikut organisasi Pramuka di luar SMA pada waktu itu karena gua dipercaya bisa memimpin sekolah. Karena saking aktifnya gua di sekolah, hingga membuat fisik menurun drastis hingga sering sakit-sakitan sehingga di  masa kuliah orang tua gua gak ngebolehin gua ikut pramuka lagi. Masalah belajar gua suka nyempetin diri untuk belajar materi yang gua gak paham, salah satunya seperti sejarah dan basa sunda (lagi), ditambah biologi dan pelajaran lainnya yang gua anggap gak ngerti. Jadi pelajaran yang gua anggap ngerti ya gak usah gua pelajari salah satunya bahasa jerman. Walau sempet terkendala dengan adanya kegiatan Pramuka, tapi bukan alasan nilai gua anjlok karena kegiatan Pramuka. Melainkan ada satu hal dimana nilaiku saat itu sampai turun drastis. Melainkan karena adanya kecurangan yang sebenarnya gak gua suka waktu masa gua SMA dulu dari teman-teman gua sendiri. Masa nilai di gua bisa dibilang dapat ranking, ya entah kenapa walaupun gua jarang belajar karena ekskul, terkadang gua sempetin karena ada materi yang gak gua ngerti aja. Bukan berarti gua selalu dengerin apa yang si guru jelasin. Itu aja gua gak paham, jadinya gua nalar sendiri sampai out of topic loh. Apalagi pas presentasi, tapi itu gua improve dan spontan sendiri berdasarkan pengalaman yang gua dapat. Gua masih keseringan main game tapi sedikit jarang karena organisasi Pramuka.

Q: Waktu masa lu sekolah dulu pernah gak gara-gara masalah cinta nilai lu anjlok?
A: Pernah, waktu gua SMA dulu, Ya gara-gara depresi karena diputusin. Nilai gua jadi anjlok karena gua ngedown pas menjelang UAS kelas 11 dulu. Dulu gua rada sulit mengatasi rasa depresi. Butuh waktu sebenarnya untuk menyembuhkan rasa sakitnya ini. Gua juga pernah mengalami hal yang sama di masa yang sama, waktu gua pertengahan kelas 12 dulu dan untung itu waktu belum ujian nasional. Dan gua ketolong yang namanya hiburan dan orang dari dunia maya. Jadi rasa depresi seakan-akan makin menghilang. Walau ujung-ujungnya gua pun jadi malas untuk semangat belajar.

Q: Terus kalau lu lagi ada masalah tentang cinta atau sosial, apa yang harus lu lakukan biar lu masih semangat buat belajar?
A: Biasanya gua dengerin lagu genre yang ngebeatnya lumayan kenceng dan lagunya juga cepat, salah satunya lagu Speedcore, Hardcore, Breakcore, dan lain sebagainya. Kemudian cari tempat yang hening dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan dianggap santai dan tidak terlalu dibawa sampai ke hati. Berdoa agar semua masalah bisa selesai.

Q: Kalau masalah sosial gara-gara nilai lu anjlok ada gak semasa lu sekolah?
A: Ada sebenarnya cuma gak terlalu parah, tapi biasanya gua abaikan masalah itu karena gua gak mau mengungkit masalah dengan seseorang lagi. Jadi lebih baik maaf-maafan dan berdamai saja daripada harus mempermasalahkan lagi.


Q: Pas lu kuliah, biasanya di luar kampus lu ngapain aja?
A: Biasanya gua main Pump It Up atau Dance Dance Revolution, jalan-jalan naik kereta api. Itupun gua lakuin sampai malam hari. Dan malam harinya gua gunain cuma buat ngerjain tugas, daring, dan tidur.

Q: Pas lu kuliah, biasanya di kampus lu ngapain aja pas gak ada dosen?
A: Palingan gua main HP sambil browsing sesuatu, baik media sosial atauapun cari materi yang ingin dicari dan ngobrol sama teman yang lainnya.

Q: Kalau lu lagi boring biasanya lu ngapain?
A: Gak ngapa-ngapain, paling gua cari temen ngobrol aja. Kalau gak ada ya gua cengo babi di kampus. Atau enggak ya tidur.

Q: Prinsip lu kuliah itu apa?
A: Oke gua kasih tau, sebenarnya kita kuliah itu prinsip yang paling utama dalam kehidupan ini adalah lulus cepat dengan nilai IPK yang baik agar bisa diterima di suatu pekerjaan. Jadi sebenarnya untuk masalah menimba ilmu atau meningkatkan softskill itu urusan kedua karena itu bisa kita implementasikan sendiri saat kita kuliah.

Q: Cara-caranya bagaimana biar IPK kita bisa baik?
A: Cara termudah agar bisa dapat IPK yang baik adalah lakukan strategi di setiap masing-masing mata kuliah. Kenapa? karena setiap mata kuliah mempunyai penilaian tersendiri. Baik masalah nilai A, B, C, D, E harus berapa dan penilaianya harus bagaimana. Cara dosen mengajar, materi yang dosen ajarkan, buku yang dipegang dosen dan banyak lagi hal lainnya yang perlu lu ketahui.

Sebelumnya, lu harus mempunyai buku panduan perkuliahan khusus jurusan lu sendiri karena itu sangat penting buat lu selama lu kuliah, bukan buat jadi koleksi. Dari gua sendiri, yang pertama kali harus gua ketahui adalah deskripsi mengenai mata kuliah yang ingin kita ambil. Bukan berarti kita melihat tingkat kesulitannya, melainkan kita melihat daftar  pustaka atau daftar relevansi yang menjadikan sumber sebagai bahan pengajaran di jurusan lu itu. Kalau lu udah tau sumbernya, maka lu harus cari materinya itu sekarang, baik di perpustakaan, membeli, ataupun download di internet. Biasanya buku pegangan yang dipegang oleh dosen biasanya mudah dicari di internet apabila kamu malas membeli di luar atau pinjam di luar berhubung masalah ekonomi kamu yang tipis. Jika tidak ada, alangkah baiknya mendownload materi yang berhubungan dengan materi yang diajarkan. Tidak akan jauh materi yang didapat di kampus dengan yang ada di internet. Jadi dari situ kamu sudah mencatat hal-hal umum dan dasar yang harus kamu ketahui sebelum diajarkan oleh dosen mengenai materi yang dia pegang itu.

Kedua, ketahuilah penilaian dosen. Setelah nomor pertama diketahui, biasanya harus dicatat bagaimana dosen menilai, baik dari nilai kehadiran, nilai tugas, nilai praktikum, nilai UTS, dan nilai UAS. Biasanya persen yang paling besar adalah nilai yang harus benar-benar difokuskan tapi bukan berarti nilai yang lain diabaikan. Penilaian dosen biasanya berbeda-beda, terkadang ada yang berdasarkan penilaian standard dari kampus, penilaian umum perkuliaham, penilaian berdasarkan rentang nilai yang diraih masing-masing mahasiswa hingga berdasarkan distribusi normal. Kalau penilaian standard dari kampus biasanya sudah ditentukan dari pihak kampus untuk dapat A harus berapa, B harus berapa dan segala macam. Kalau penilaian umum biasanya standard nilai A harus 80+. B harus 70-79, C harus 60-69, D harus 50-59, E kurang dari 49. Penilaian berdasarkan rentang nilai yang diraih masing-masing mahasiswa biasanya kalau tidak ada mahasiswa yang nilainya tidak sesuai dengan penilaian standard maupun nilai umum atau tidak ada yang mendapatkan nilai A ataupun B di penilaian standard atau umum biasanya ada rumus tersendiri dari dosen untuk membagi nilai berapa saja yang seharusnya dapat A, B, C, D, maupun E. Misalkan nilai akhir mahasiswa tertinggi 62 dan nilai terendah adalah 12, maka ada rumus tersendiri untuk menghitung rentangan nilai agar mahasiswa tersebut bisa dapat A, B, C, D, ataupun E. Kalau penilaiannya berdasarkan distribusi normal biasanya penilaian ini harus tetap diwaspadai, karena penilai berdasarkan distribusi normal, hanya ada sekitar 1-3 orang saja yang bisa mendapatkan nilai A dan E, sebagian kecil mendapatkan nilai B dan E, dan sebagian besar nilai C, penilaian distribusi normal merupakan penilaian persaingan sehingga perlu dilakukan strategi dan kerja yang cukup ekstra agar bisa mendapat nilai yang baik dan tergolong orang yang mendapatkan nilai A dan B.

Ketiga, ketahuilah kontrak perkuliahan. Biasanya dosen memberikan kontrak perkuliahan selama masa mengambil mata kuliah tersebut. Perjanjiannya itu adalah persetujuan penilaian, bobot nilai, hingga ada atau ditiadakannya salah satu komponen nilai. Beberapa dosen biasanya tidak memberikan kontrak perkuliahan, biasanya kalau sudah jarang dikasih tugas atau tidak sama sekali, kemungkinan besar dosen tersebut menilai dari nilai kehadiran, UTS, Praktikum (jika ada), hingga UAS. Bahkan ada dosen yang tidak memberikan nilai kehadiran sama sekali. Untuk masalah pembobotan nilai yang tidak diberikan oleh dosen biasanya harus kita ketahui sendiri.

Keempat, ketahuilah bagaimana dosen itu mengajar dan menilai. Ada dosen yang mengajarnya cepat banget, lama banget, gak jelas apa yang dia sampaikan, lengkap dan detail, sering curhat, tegang, dan lain sebagainya. Kalau sudah tau itu biasanya kita sudah bisa mensiasati bagaimana kita bisa mendapatkan sesuatu yang terbaik didepan mata dosen itu. Bukan berarti harus caper tapi lakukan hal yang terbaik didepan dosen itu. Ada dosen yang menilai secara subjektif, objektif, bahkan keduanya. Penilaian secara subjektif ini merupakan penilaian berdasarkan keaktifan seorang mahasiswa selama perkuliahan, baik menyampaikan pertanyaan, beragumen, menjawab pertanyaan, kesigapan, kecakapan, dan lain sebagainya. Biasanya dosen tipe ini jarang melihat hasil tugas, UTS, maupun UAS mahasiswa. Melainkan keaktifan mahasiswa selama perkuliahannya itu. Biasanya keaktifan seorang mahasiwa tersebut akan menjadi nilai tambah untuk tugas, UTS, dan UAS. Penilaian secara objektif, penilaian ini merupakan nilai murni dan adil yang harus ditempuh seorang mahasiswa ketika berada di masa kuliah. Biasanya dosen dengan tipe ini jarang melihat keaktifan seorang mahasiswa selama perkuliahan, melainkan melihat dari hasil tugas, UTS, dan UAS. Namun dosen tipe ini biasanya sering ditemui pada dosen killer yang tidak memandang mahasiswa satu pun, melainkan memandang hasil jeri payah dan usaha sendiri yang sudah dilakukan mahasiswa dalam mengerjakan tugas, UTS, dan UAS. Jika ketahuan ada hasil dari usaha yang sama dengan yang lainnya, seperti mencontek, plagiat, dan lain-lainnya biasanya dosen tipe ini gak segan-segan untuk menurunkan nilai mahasiswa itu. Untuk tipe subjektif dan objektif sekaligus biasanya dosen ini adalah dosen yang banyak dicari oleh kalangan mahasiswa, dari sinilah kita harus bisa aktif dan mengerjakan tugas, UTS, dan UAS sebaik mungkin agar dapat terlihat baik didepan dosen tersebut.

Kelima, gunakan gadget jika mentok. Kuliah itu sebenarnya bebas, bisa buka gadget, laptop, maupun lainnya selama tidak mengganggu si dosen mengajar. Jadi ada tugas bisa menggunakan hal tersebut untuk mencari bahan materi, jawaban, hingga hal lainnya. Manfaatkan strategi ini jika punya benda ajaib seperti itu.

Keenam, ketahuilah jadwal kuliah. Hal ini sangat penting agar tidak bentrok dengan jadwal kuliah yang lainnya plus juga bisa menyempatkan diri untuk kerja part time dan lainnya. Kalau lu tidak melihat ini maka lu dalam ambang bahaya yang sangat membuat lu harus mewaspadai tentang nilai yang akan lu dapat nantinya.

Q: Kuliah kan materinya banyak tuh, terus biar gak kepepet karena mau ada ujian tuh bagaimana ya?
A: Lu ringkas dan rangkum sendiri, baik lu susun ulang via buku catatan lu sendiri atau lu ketik ulang di komputer, laptop, atau apapun itu. Jadi sembari lu nulis ulang jadi lu masih keinget tentang materi yang lu dapat sebelumnya. Jangan sampai sistem SKS (Sistem Kebut Semalam/Sejam/Semenit/Sedetik) lu terapin sebelum ujian, itu sama aja lu bunuh diri sama fisik dan otak lu sendiri. Jadi lu udah terbiasa ngerangkum pas lu udah dapat materinya itu. Dan pas lu nyampe kampus, diusahakan sebisa mungkin jangan baca materi yang mau diujiankan, biasanya dapat menyebabkan lupa dini mengenai apa yang seharusnya lu siapkan saat itu.

Q: Cara lu cepet lulus gimana?
A: Usahakan ambil mata kuliah dengan full SKS (24 SKS) karena kalau cuma nyisa satu SKS (Contoh: 23 SKS) aja karena kita ngambil mata kuliah yang dianggap gampang dan gak memberatkan rasanya nanggung. Lebih baik ngambil 24 SKS dengan resiko ditanggung sendiri selama 1 semester, usahakan ambil yang ada praktikumnya. Karena hal ini akan membuat kita menjadi tenang untuk semester kedepannya nanti. Tidak ada beban untuk melaksanakan jadwal praktikum. Kalau menurut gua, lebih baik kesiksa diawal daripada lu harus kesiksa diakhir. Seperti peribahasa, "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian."

Q: Kalau gua seandainya dapat remed, apa iya gua bakal lulus lama dan nilai gua jelek gara-gara masalah 24 SKS?
A: Tidak juga bro, justru kalau lu pengen cepet lulus, ambil full SKS tapi resiko ditanggung lu sepenuhnya. Kan ada remedial atau semester pendek, mending lu ambil itu buat memperbaiki nilai lu. Kan sama aja lu bisa lulus cepet walau lu sering kepeleset. Tapi gua saranin agar lu bisa ngambil resiko tapi hasilnya bisa memuaskan, ikuti strategi yang gua kasih itu. Insya Allah lu bisa lulus cepet walau dengan modal nekat dan gila itu walaupun nilai lu pas-pasan atau sangat memuaskan bagi lu.

Q: Terus kalau nilai gua jelek gua gak dapat cumlaude padahal gua pengen dapat cumlaude bro.
A: Masalah cumlaude itu cuma pujian aja, paling lu cuma difoto doang, digaji aja kagak, apalagi dikasih uang atau hadiah. Ngenes bukan kalau lu mati-matian belajar, nilai tinggi dan bisa cumlaude tapi lu lulus dari situ lu gak dapat apa-apa dari kampus dan hanya mendapatkan suatu pujian tanpa mendapatkan suatu jabatan atau hal berharga lainnya seperti contoh lu langsung keterima kerja dari situ? Mendingan lu lulus cepet tapi nilai pas-pasan atau bagus walau lu ikut semester pendek atau remedial, dan keluar dari situ bisa dapat kerjaan. Ingat prinsip kuliah, kuliah itu cuma lulus cepet, dapat kerjaan tetap, menikah, hidup bahagia, the end deh. Orang yang tipenya malas-malasan tapi cerdik dalam strategi lebih memilih lulus cepat dengan predikat sangat memuaskan dibandingkan lulus dengan predikat cumlaude kan? Coba lihat orang disana, hanya bermodalkan malas-malasan tapi ternyata bisa sukses besar itu karena bermodalkan kecerdikan dalam melakukan strategi. Strategi itu lebih bagus dibandingkan lu harus berpikir karena harus belajar tapi lu harus bisa pahami situasi dan mengambil tindakana yang benar agar lu bisa mencapai apa yang lu inginkan.

Pertanyaan seputar strategi mendapatkan nilai IPK baik dan cepat lulus ala DSMLMD cukup sampai disini. Jika ada pertanyaan lain akan ditambahkan secepatnya.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Arti Identitas Penomoran Lokomotif Kereta Api di Indonesia

Dalam postingan kali ini, saya akan membahas singkat mengenai arti penomoran lokomotif kereta api yang ada di Indonesia. Biasanya ketika kita melihat atau sedang naik kereta api, kita sering sekali melihat adanya identitas yang tercantum pada kabin luar lokomotif. Seperti BB 201 64 11, CC 201 13 21, CC 206 13 91 dan lain-lainnya. Kita sendiri tidak tau maksud dari identitas di setiap nomor itu apa. Nomor-nomor yang ada di lokomotif tersebut merupakan identitas yang dimiliki masing-masing lokomotif. Bagi yang tidak tau, saya memberikan beberapa informasi mengenai maksud dan identitas penomoran lokomotif kereta api yang ada di Indonesia dari beberapa sumber yang saya temui.

Sistem Penomoran Lokomotif Kereta Api di Indonesia memiliki format umum di setiap lokomotifnya. Formatnya itu kurang lebih diwarnakan seperti ini:

XX XXX XX XX

Pembacaan arti atau maksud penomoran lokomotif kereta api di Indonesia yang sebenarnya dipisah seperti berikut:

XX-X-XX-XX-XX

dengan:
XX = Jumlah gandar penggerak dalam huruf dan banyaknya penggunaan bogie ditentukan oleh banyaknya huruf yang tercantum pada lokomotif tersebut.
X-XX = Klasifikasi lokomotif. Dengan X merupakan peralatan penerus daya dalam angka yang dimiliki oleh lokomotif dan XX merupakan seri atau tipe lokomotif dalam angka.
XX = Tahun lokomotif mulai dioperasikan atau dinas dalam angka.
XX = Nomor urut lokomotif dalam angka.

Jumlah gandar penggerak dalam huruf dibagi menjadi beberapa klasifikasi berikut:
1. A untuk 1 gandar penggerak
2. B untuk 2 gandar penggerak
3. C untuk 3 gandar penggerak
4. D untuk 4 gandar penggerak

Untuk mengetahui banyaknya penggunaan bogie suatu lokomotif dilihat dari banyaknya huruf yang tercantum pada lokomotif.

Peralatan penerus daya pada lokomotif dibagi menjadi beberapa klasifikasi berikut:
1. 1 = lokomotif diesel
2. 2 = lokomotif diesel elektrik
3. 3 = lokomotif diesel hidrolik
4. 4 = lokomotif diesel antara elektrik dan hidrolik

Seri atau tipe lokomotif dalam angka memiliki bentuk dan spesifikasi tersendiri dari nomor serinya. Sehingga bisa dilihat secara langsung bentuk lokomotifnya seperti apa serta spesifikasi yang dimiliki lokomotif tersebut.

Tahun lokomotif mulai dioperasikan atau dinas dalam angka biasanya diambil 2 angka terakhir. Dalam perkembangan penomoran lokomotif di indonesia terdahulu biasanya tidak mencantumkan tahun lokomotif mulai dioperasikan. Namun seiring berkembangnya waktu dilakukan penomoran tentang tahun lokomotif mulai dioperasikannya untuk mengetahui sudah berapa lama lokomotif itu dioperasikan sehingga dapat diketahui kemampuan dan kekuatan lokomotif berdasarkan perkembangan umur dan penggunaannya.

Nomor urut lokomotif dalam angka biasanya dicantumkan berdasarkan urutan dioperasikannya suatu lokomotif berdasarkan hasil uji atau sertifikasi layak pakai. Terkadang juga nomor urut lokomotif ini dicantumkan berdasarkan urutan diproduksinya lokomotif atau tibanya lokomotif di Indonesia.

Penomoran lokomotif kereta api di Indonesia pada zaman dahulu memiliki format sebagai berikut:

XX XXX XXX

dengan:
XX = Jumlah gandar penggerak dalam huruf dan banyaknya penggunaan bogie ditentukan oleh banyaknya huruf yang tercantum pada lokomotif tersebut.
XXX = Klasifikasi lokomotif. Dengan X merupakan peralatan penerus daya dalam angka yang dimiliki oleh lokomotif dan XX merupakan seri atau tipe lokomotif dalam angka.
XXX = Nomor urut lokomotif dalam angka.



Sebagai contohnya ketika kita melihat sebuah kereta api yang melintas dengan nomor identitas lokomotif tercantum CC 201 12 01. Cara membacanya, bisa kita pisahkan berdasarkan contoh warna seperti ini:

CC 201 12 01 
  
artinya:
CC = menggunakan 2 bogie (karena huruf C-nya ada 2) dengan masing-masing 3 roda penggerak
2 = lokomotif diesel elektrik
01 = seri lokomotif tipe 01
12 = mulai dioperasikan di Indonesia tahun 2012
01 = nomor urut ke-01

Contoh lainnya dapat dilihat pada gambar berikut:



Lokomotif CC 206 13 24
Sumber: http://agussetya.blogspot.com/2013/10/lokomotif-cc206.html

artinya: 
CC = menggunakan 2 bogie (karena huruf C-nya ada 2) dengan masing-masing 3 roda penggerak
2 = lokomotif diesel elektrik
06 = seri lokomotif tipe 06
13 = mulai dioperasikan di Indonesia tahun 2013
24 = nomor urut ke-24

Lalu bagaimana dengan lokomotif dengan gambar sebagai berikut?

 Lokomotif BB 304 23
Sumber: http://railfansdaop9jr.blogspot.com/2011_11_01_archive.html

artinya:
BB = menggunakan 2 bogie (karena huruf B-nya ada 2) dengan masing-masing 2 roda penggerak
3 = lokomotif hidrolik
04 = seri lokomotif tipe 04
23 = nomor urut ke-23

Jika kita memperhatikan di setiap lokomotif dibawah identitas nomor lokomotif. Terdapat tulisan, "DIPO LOK XXX" atau "DIPO INDUK XXX". Tulisan tersebut merupakan tanda dipo induk tempat kedudukan lokomotif. Tanda induk tempat kedudukan lokomotif merupakan tanda mengenai tempat asal kedudukan lokomotif itu berada. XXX merupakan kode stasiun tempat kedudukan dipo lokomotif. Contohnya dibawah penomoran lokomotif tertulis "DIPO LOK JNG" artinya tempat asal kedudukan lokomotif itu berada di dipo Jatinegara. Contoh lainnya berserta penomoran lokomotif dapat dilihat pada gambar berikut:


 Lokomotif CC 204 08 09
Sumber: Ada pada foto.


artinya:

CC = menggunakan 2 bogie (karena huruf C-nya ada 2) dengan masing-masing 3 roda penggerak
2 = lokomotif diesel elektrik
04 = seri lokomotif tipe 04
08 = mulai dioperasikan di Indonesia tahun 2008
09 = nomor urut ke-09
dengan tempat kedudukan asal lokomotif berada di Dipo Bandung.


Sekian postingan dariku, jika ada kekurangan dan kelebihan akan segera dilakukan perbaikan. Terima kasih.