Kepada Para Pengunjung

Hallo semuanya, ini merupakan blog bagian pertama ku. Kalian bisa melihat cerita saya dan lainnya. Oh yang belum kenalan tentang saya, lihat di profil saya.

Catatan : Setelah membaca artikel saya, dimohon untuk berkomentar di blog saya.

Translate This Blog

Wednesday, 4 March 2015

Daftar Harga Tarif Progresif Tiket dan Rute KRL Commuter Line Jabodetabek per 1 April 2015

Sebelumnya, saya sempat membahas mengani daftar harga tarif tiket KRL Commuter Line Jabodetabek yang berlaku 1 April 2015 di Stasiun Cibinong. Daftar harga tarif tiket yang dimaksudnya itu adalah tujuan yang akan dituju berserta harga atau tarif tiket dari stasiun Cibinong. Harga tarif tiket KRL Commuter Line Jabodetabek yang berlaku mulai 1 April 2015 memiliki sistem yang berbeda dari sistem harga tarif tiket KRL Commuter Line Jabodetabek yang sebelumnya. Jika sebelumnya harga tarif tiket KRL Commuter Line Jabodetabek dihitung berdasarkan stasiun yang ditempuh, namun pada tanggal 1 April 2015 nanti dihitung berdasarkan jarak yang ditempuh antar stasiun.

Perhitungan berdasarkan jarak yang ditempuh antar stasiun tentunya menjadi kontroversi bagi masing-masing stasiun. Adapun relasi yang mengalami penurunan harga, peningkatan harga, bahkan tidak mengalami perubahan sama sekali. Selain itu, dapat membuka peluang bagi pengguna kendaraan pribadi untuk berpindah ke transportasi massal seperti KRL Commuter Line ini sehingga dapat meningkatkan volume penumpang di setiap kereta apinya.

Selain terjadinya perubahan harga di setiap stasiun terhadap relasi yang dituju, perubahan jadwal kereta api pun mulai terjadi. Tentunya jadwal yang berubah juga disesuaikan berdasarkan jam sibuk dan jam senggang dari setiap masing-masing lintas. Selain berubahnya jadwal, penambahan armada juga dilakukan di masing-masing lintas sehingga penumpang yang sebelumnya tidak terangkut dapat terangkut dengan maksimal.

Kabar baik bagi pengguna jasa angkutan KRL Commuter Line Jabodetabek karena pada tanggal 1 April 2015 nanti akan diresmikan rute terbaru yang dilintasi KRL, yaitu rute Citayam-Cibinong-Nambo, Maja-Citeras-Rangkasbitung, dan Jakarta Kota-Kampung Bandan Atas-Ancol-Tanjung Priok. Dengan adanya rute baru ini, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan ekonomi di masing-masing wilayah dan memperlancar penunjangan aktivitas sehari-hari ke tempat lainnya. Agar lebih jelasnya, saya sediakan tabel mengenai rute KRL Commuter Line Jabodetabek yang baru di tahun 2015 ini. Klik gambar untuk memperbesar gambar:



Dalam gambar ini terlihat bahwa terdapat stasiun transit baru yang menghubungkan rute baru, yaitu stasiun Citayam, dan stasiun Rajawali. Stasiun Citayam memiliki rute terbaru yaitu rute berwarna kuning yang setara dengan rute Bogor/Depok-Jatinegara, rute tersebut yaitu menghubungkan stasiun Citayam dengan stasiun Cibinong dan stasiun Nambo. Selain itu, terdapat tambahan untuk rute Pink pada stasiun Ancol bahwa stasiun Ancol dapat terhubung pula dengan stasiun Rajawali dan stasiun Kampung Bandan Atas. Adapun tambahan rute untuk rute hijau setelah stasiun Maja yaitu stasiun Citeras dan stasiun Rangkaasbitung.

Pada keterangan lebih lanjut pada rute kuning yang menghubungkan Stasiun Nambo-Cibinong-Citayam hingga Jatinegara dikatakan bahwa jarak antara stasiun Nambo dengan stasiun Duri adalah 50,803 Km. Menurut dugaan awal pertamaku, relasi KRL yang menghubungkan Citayam-Nambo adalah KRL Commuter Line Jabodetabek dengan relasi Nambo-Cibinong-Citayam-Duri karena tidak terdapat keterangan untuk relasi menuju stasiun Jakarta Kota. Namun info yang aku dengar lagi bahwa rute untuk KRL Commuter Line Nambo ini nantinya hanya melayani rute Nambo-Angke saja. Untuk realitanya kita lihat tanggal 1 April 2015 nanti.

Untuk daftar harga tarif progresif tiket KRL Commuter Line Jabodetabek per 1 April 2015 di setiap stasiunnya anda dapat mengunjungi situs resmi PT. Commuter Line Jabodetabek di sini dengan mengklik "TABEL TARIF DASAR PROGRESIF BERDASARKAN KILOMETER".


 Link untuk melihat Daftar Harga Tarif Progresif KRL Commuter Line Jabodetabek di setiap Stasiun

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kalian yang membutuhkan daftar harga serta rute KRL Commuter Line Jabodetabek yang berlaku 1 April 2015 nantinya.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Updated at : 9:57:00 pm

Tuesday, 3 March 2015

Daftar Harga Tarif Tiket KRL Commuter Line Jabodetabek per 1 April 2015 di Stasiun Cibinong

Sehubungan dengan diberlakukannya jadwal baru sekaligus perubahan harga tiket seluruh kereta api di Indonesia pada 1 April 2015, penyesuaian harga tiket serta jadwal pada KRL Commuter Line Jabodetabek ikut diberlakukan. Selain kedua hal itu, terdapat 2 rute baru dalam jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek yang dilalui. Yaitu rute Citayam-Cibinong-Nambo dan rute Jakarta Kota-Kampung Bandan Atas-Ancol-Tanjung Priok.

Ketika rute Citayam-Cibinong-Nambo dapat dilalui oleh KRL, hal ini menjadi kabar gembira bagi warga Cibinong, Nambo dan sekitarnya yang selalu berpergian ke daerah lain dengan menggunakan kendaraan lain sehingga mereka mendapatkan kemudahan untuk menggunakan jasa transportasi kereta api. Dan juga tidak perlu lagi pergi ke stasiun Bojonggede, stasiun Depok, dan stasiun Bogor untuk naik kereta api ini. Cukup naik kereta api di stasiun Cibinong saja.

Perubahan tarif tiket KRL Commuter Line Jabodetabek yang berlaku mulai 1 April 2015 harus dipertimbangkan bagi warga Cibinong yang ingin pergi ke daerah lain karena tarif tiket KRL Commuter Line tidak lagi berdasarkan stasiun yang dilewati melainkan berdasarkan jarak yang ditempuh dalam satuan kilometer (Km). Bagi warga Cibinong, adanya KRL yang berhenti di stasiun Cibinong merupakan sesuatu yang sangat berharga demi meningkatnya perkembangan ekonomi dan kemajuan masyarakat di kota Cibinong. Kemudahan adalah hal yang utama dalam strategi pembangunan ekonomi di kota Cibinong.

Dalam postingan ini saya akan memberikan daftar harga tarif tiket KRL Commuter Line Jabodetabek yang berlaku pada 1 April 2015 nantinya di stasiun Cibinong. Daftar harga ini saya kutip dari situs PT. Kereta Api Commuter Line Jabodetabek sehingga anda lebih mudah membaca tabel daftar harga disini. Dalam pembacaan tabel ini, anda mulai dari stasiun Cibinong. Jika anda ingin pergi ke stasiun lain, anda dapat cari stasiun yang ingin anda tuju, maka di samping kolomnya terdapat harga atau tarif tiket KRL untuk sampai ke stasiun itu.

Berikut ini adalah daftar harga tiket KRL Commuter Line Jabodetabek yang berlaku pada 1 April 2015 di stasiun Cibinong.


Tujuan Tarif (Rp.)
Bogor 2000
Cilebut 2000
Bojonggede 2000
Citayam 2000
Depok 2000
Depok Baru 2000
Pondok Cina 2000
Universitas Indonesia 2000
Universitas Pancasila 2000
Lenteng Agung 2000
Tanjung Barat 2000
Pasar Minggu 3000
Pasar Minggu Baru 3000
Duren Kalibata 3000
Cawang 3000
Tebet 3000
Manggarai 3000
Cikini 4000
Gondangdia 4000
Juanda 4000
Sawah Besar 4000
Mangga Besar 4000
Jayakarta 4000
Jakarta Kota 4000
Sudirman 4000
Karet 4000
Tanah Abang 4000
Duri 4000
Angke 5000
Kampung Bandan 5000
Rajawali 5000
Kemayoran 4000
Pasar Senen 4000
Gang Sentiong 4000
Kramat 4000
Pondok Jati 4000
Jatinegara 4000
Klender 4000
Buaran 4000
Klender Baru 5000
Cakung 5000
Kranji 5000
Bekasi 5000
Palmerah 4000
Kebayoran 5000
Pondok Jati 5000
Jurangmangu 6000
Sudimara 6000
Rawa Buntu 6000
Serpong 6000
Cisauk 7000
Cicayur 7000
Parungpanjang 8000
Cileujit 8000
Daru 8000
Tenjo 9000
Tigaraksa 9000
Cikoya 9000
Maja 10000
Citeras 10000
Rangkasbitung 11000
Grogol 5000
Pesing 5000
Taman Kota 5000
Bojong Indah 5000
Rawa Buaya 5000
Kalideres 6000
Poris 6000
Batu Cepet 6000
Tanah Tinggi 6000
Tangerang 6000
Ancol 5000
Tanjung Priok 5000
Nambo 2000

Untuk jadwal KRL Commuter Line Jabodetabek yang berhenti di Stasiun Cibinong nantinya akan segera saya publikasikan apabila sudah ada keterangan rilis resmi dari PT. KCJnya.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Updated at : 11:11:00 pm

Monday, 2 March 2015

Perubahan Tarif Commuter Line per 1 April 2015, Peningkatan Tarif atau Peningkatan Volume Penumpang?

Diawal bulan Maret tahun 2015, netizen Jabodetabek dikabarkan oleh perubahan tarif Commuter Line yang akan berlaku pada tanggal 1 April 2015. Tentunya hal ini membuat warga di Jabodetabek yang sering berpergian dengan menggunakan KRL Commuter Line Jabodetabek atau biasa disebut dengan KCJ penasaran. Seperti apa sih perubahan tarif Commuter Line yang akan berubah pada awal 1 April 2015 nantinya?

Pada postingan sayang yang sebelumnya, tanggal 1 April 2015 semua perjalanan Kereta Api mengalami perubahan jadwal serta harga berupa harga PSO (Public Service Obligation) untuk setiap kereta api antar kota, perkotaan, serta kereta api dengan penyejuk ruangan dan tanpa penyejuk ruangan. Hal ini berlaku bagi KRL Commuter Line di Jabodetabek. Namun yang jadi pertanyaan saat ini adalah apakah perubahan tarif Commuter Line mengalami peningkatan atau penurunan? Oke saya bahas pertanyaan yang dilontarkan oleh beberapa orang ini.

Jika dilihat dari perubahan harga untuk semua perjalanan kereta api di Indonesia banyak sekali mengalami kenaikan harga yang menonjol dari harga yang sudah disubsidi walau kenaikannya nyaris mendekati harga yang tidak diberikan subsidi. Namun, ada beberapa perjalanan kereta api yang tidak mengalami perubahan harga karena ada beberapa kereta api di Indonesia yang tidak diberikan subsidi oleh pemerintah. Terkecuali pada KRL Commuter Line di Jabodetabek. Perubahan tarif tiket pada KRL Commuter Line justru memberikan kontroversi yang mengundang konspirasi yang dapat mengganggu keharmonisasian warga di Jabodetabek (Yah jadi korban vickynisasi deh, hahaha)

Sebelumnya, tarif tiket KRL Commuter Line di Jabodetabek diberlakukan secara single line tergantung pada masing-masing lintas atau rute relasi. Dulunya untuk lintas:

Bogor-Depok seharga Rp. 6000.
Bogor/Depok-Jakarta/Jatinegara seharga Rp. 7000.
Tanah Abang-Serpong/Parungpanjang seharga Rp. 6000.
Tanah Abang-Maja seharga Rp. 7000.
Duri-Tangerang seharga Rp. 5500, dan
Bekasi-Jakarta Kota seharga Rp. 6000.

Adapun tersedia tiket terusan dengan harga pertambahan lintas awal dengan lintas yang lainnya bagi yang ingin berpergian ke lintas yang lainnya. Sebagai contoh dari Bogor ke Bekasi menjadi Rp. 13000 karena pertama dimulai dari lintas Bogor/Depok-Jakarta/Jatinegara disambung ke lintas Jakarta Kota-Bekasi.

Karena dinilai tidak adil untuk orang yang berpergian dengan KRL hanya sekitar 1 hingga 5 stasiun saja. Akhirnya diberlakukan tarif parsial berdasarkan stasiun yang dilewati. Saat diberlakukannya tarif parsial ini, awalnya tidak disubsidi oleh pemerintah. Namun tak lama semenjak diberlakukannya tarif parsial ini pada akhirnya tarif disubsidi oleh pemerintah. Mekanisme harga tiket KRL Commuter Line berdasarkan stasiun yang ditempuh adalah sebagai berikut:


Prosedur Tarif non-PSO
(Rp)
Tarif PSO
(Rp)
5 Stasiun Pertama 3000 1000
3 Stasiun Berikutnya 2000 500


Penyesuaian tarif parsial berdasarkan stasiun yang ditempuh merupakan salah satu terbosan baru dari PT. Kereta Api Commuter Line Jabodetabek untuk memberikan kenyamanan serta kemudahan untuk menggunakan transportasi massal yang murah dan cepat. Tarif parsial ini sangat membantu sebagai penyesuaian harga berdasarkan stasiun yang dilalui. Terutama bagi yang jarak antar stasiunnya sangat jauh jika dibandingkan dengan naik kendaraan umum di jalan raya tentunya akan memakan waktu yang cukup lama dan ongkos yang sangat tinggi. Sayangnya, kelemahan dari tarif parsial bagi warga Jabodetabek yang menggunakan jasa angkutan KRL Commuter Line Jabodetabek mulai terasa bagi yang berpergian ke suatu tempat yang jaraknya pendek namun banyak stasiun yang dilalui sehingga sangat memberat ongkos untuk pulang dan pergi.

Banyaknya keluhan tarif parsial berdasarkan stasiun yang ditempuh yang masuk ke tampungan keluhan PT. Kereta Api Commuter Line Jabodetabek (PT. KCJ) memberikan respon kepada masyarakat untuk pelayanan yang baru serta kebijakan terbaru yaitu perubahan tarif Commuter Line yang baru. Yaitu tarif parsial atau tarif progresif Commuter Line Jabodetabek berdasarkan jarak tempuh. Mengingat jarak lintas yang pendek dan banyak stasun yang dilalui membuat keuntungan tersendiri bagi penumpang berkat kebijakan terbaru ini.

Namun dalam hal ini, kata perubahan tarif pada KRL Commuter Line di Jabodetabek yang berlaku 1 April 2015 tentunya memiliki 3 makna. Antara lain terjadi peningkatan, penurunan, bahkan penetapan. Dari kebijakan tarif parsial berdasarkan jarak yang ditempuh ada beberapa warga Jabodetabek yang sangat diuntungkan berkat kebijakan ini, ada juga yang merasa biasa saja berkat kebijakan ini, bahkan ada yang dirugikan karena kebijakan ini. Biasanya, warga yang dirugikan karena kebijakan ini adalah warga yang harus berpergian ke stasiun yang jauh walau stasiun yang dilalui sangat sedikit. Dan kebanyakan warga yang sangat diuntungkan adalah warga yang berada di tengah-tengah lintas stasiun atau yang berpergian dengan lintas yang pendek tapi dilewati banyak stasiun. Bagaimana dengan yang biasa saja? mungkin sama saja halnya dia pergi ke stasiun lain dengan tarif yang sama dengan tarif parsial berdasarkan banyaknya stasiun yang dilewati.

Pasti pertanyaan yang sering terlintas bagi orang-orang awam tentang kebijakan ini adalah bagaimana mekanisme perhitungan harga untuk tarif parsial berdasarkan jarak yang ditempuh? Berikut ini tarif harga untuk tarif parsial berdasarkan jarak yang ditempuh, baik tarif non-PSO maupun tarif PSO:


Prosedur Tarif non-PSO
(Rp)
Tarif PSO
(Rp)
25 Kilometer (Km) Pertama 5000 2000
10 Kilometer (Km) Berikutnya 2000 1000

Seperti yang saya katakan sebelumnya, tarif 1 April 2015 nanti merupakan tarif PSO.

Tentunya ada pertanyaan lagi dibenak orang awam, bagaimana kita bisa mengetahui jarak antar stasiun yang kita lalui? Dibandingkan dengan kebijakan tarif parsial berdasarkan stasiun yang ditempuh sangat mudah sekali untuk memperhitungan biaya yang harus dikeluarkan agar kita bisa sampai ke stasiun tersebut dari stasiun awal berdasarkan banyaknya stasiun yang sudah kita lewati.

Namun bagaimanakah kalau kasusnya berdasarkan jarak yang ditempuh? Sepertinya memang banyak orang yang bisa dikatakan jarang menghitung jarak antar stasiun secara akurat. Bahkan menghitung jarak antar stasiun ini tentunya bukan sesuatu yang mudah, apalagi menggunakan Google Maps karena Google Maps ini hanya berfokus sebagai dasar jalan yang mungkin dilalui, tidak dilalui menggunakan rel kereta api.

Untuk mengetahui berapa jarak antar stasiun, kita perlu mengetahui data jarak antar stasiun dari pusat PT. Kereta Api Indonesia atau PT. Kereta Api Commuter Line Jabodetabek. Namun hal ini tentunya sangat sulit karena akses yang terbatas bagi banyak orang. Sekitar pagi hari, pihak kereta api telah memberikan sosialisasi perubahan tarif Commuter Line per 1 April 2015 dan mencantumkan jarak antar stasiun yang ditempuh berserta tarifnya di masing-masing stasiun. Nantinya dalam postingan selanjutnya aku akan post mengenai jarak yang ditempuh berserta tarif yang dikenakan untuk menggunakan jasa angkutan KRL Commuter Line Jabodetabek.

Kembali ke pertanyaan dampak positif dari tarif yang menguntungkan dari kebijakan ini, apakah memang akan terjadi peningkatan volume penumpang di wilayah Jabodetabek? Tentu saja iya! Kenapa? Hal ini disebabkan sebagian besar tarif yang dilalui dari stasiun ke stasiun yang dituju berdasarkan jarak justru lebih murah karena patokan harga terendah pada PSO adalah 2000. Tentunya hal ini dapat membuat warga yang selama ini naik kendaraan pribadi beralih ke transportasi KRL Commuter Line Jabodetabek untuk mengurangi kepadatan di Jalan Raya serta mengurangi biaya transportasi yang selama ini digunakan sebagai pengisian bensin dan lahan parkir. Apalagi khususnya pada saat rush hour di weekday dan weekend. Tentunya hal ini lebih banyak manfaatnya. Namun volume penumpang di setiap KRLnya akan meningkat. Lebih padat dari kebijakan tarif berdasarkan stasiun yang ditempuh karena harga tarif yang relatif sangat murah. Atas kebijakan ini, warga Jabodetabek yang menggunakan jasa angkutan KRL Commuter Line Jabodetabek harus bersiap lebih ekstra berkat peningkatan volume penumpang. Baik segi keamanan, kesehatan, serta kekuatan.

Kesimpulan:
Bagi saya sendiri, perubahan tarif Commuter Line yang berlaku pada 1 April 2015 nantinya akan memberikan dampak bagi wilayah tertentu, entah positif, negatif, atau netral. Serta terjadinya peningkatan volume penumpang dari setiap jam berangkat KRL karena tarif KRL menjadi murah dari biaya kebijakan tarif yang berdasarkan stasiun yang ditempuh. Sehingga bagi yang terbiasa naik KRL, pendatang baru, atau ingin mencoba naik KRL yang murah meriah ini alangkah baiknya selalu memperhatikan diri dan bawaan yang dibawa dari segi keamanan, kesehatan, serta kekuatan selama di dalam KRL. Tentunya hal yang diharapkan oleh saya adalah peningkatan pelayanan kepada penumpang KRL khususnya dari segi keamanan dan kenyamanan saat kebijakan tarif Commuter Line berdasarkan jarak yang ditempuh mulai diberlakukan.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Updated at : 10:13:00 pm

Sunday, 1 March 2015

Daftar Harga Tiket Kereta Api Public Service Obligation (PSO) per 1 April 2015

Dalam rangka perubahan jadwal kereta api secara menyeluruh di Indonesia pada tanggal 1 April 2015, PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) memberikan pelayanan yang terbaru yang tentunya lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Selain itu agar masyarakat dapat menjangkau dengan menggunakan transportasi kereta api, PT. KAI telah memberikan subsidi kepada harga tiket kereta api secara keseluruhan, baik kereta api antar kota, kereta api perkotaan, hingga kereta api dengan penyejuk udara dan tanpa penyejuk udara.

Subsidi yang diberikan sedikit dibandingkan tahun kemarin, sehingga terkesan harganya sedikit naik dari harga yang disubsidi sebelumnya dan sedikit turun dari harga yang tidak disubsidi. Subsidi yang diberikan sedikit ini dikarenakan batasan yang diberikan oleh pemerintah terhadap transportasi massal mengingat banyaknya antusias warga yang sering berpergian dengan menggunakan transportasi kereta api dan peningkatan jumlah penumpang dari waktu ke waktu demi laju pertumbuhan dan pembangunan wilayah dan daerah yang lebih baik.

Dalam postingan ini saya akan memberikan tabel daftar harga tiket kereta api Public Service Obligation (PSO) yang akan diberlakukan mulai tanggal 1 April 2015.  Bagi kalian yang ingin berencana berpeergian dengan menggunakan jasa angkutan kereta api pada tanggal 1 April 2015 sudah sewajarnya untuk mencari informasi yang berkenaan dengan harga tiket kereta api yang ingin digunakan agar bisa merencanakan dari jauh-jauh hari nantinya dari segi ekonomi. Berikut ini merupakan tabel daftar harga tiket kereta api Public Service Obligation (PSO) per 1 April 2015 yang saya dapat dari beberapa sumber dari media sosial.

Kereta Api Antar Kota dengan Penyejuk Ruangan


No Nama Kereta Api Lintas Tarif (Rp. / Orang)
1 Logawa Purwokerto-Surabaya Gubeng-Jember 80000
2 Kertajaya Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen 90000
3 Brantas Kediri-Pasar Senen 90000
4 Kahuripan Kediri-Kiaracondong 90000
5 Kutojaya Utara Kutoarjo-Pasar Senen 80000
6 Bengawan Purwosari-Pasar Senen 80000
7 Progo Lempuyangan-Pasar Senen 75000
8 Pasundan Surabaya Gubeng-Kiaracondong 100000
9 Sri Tanjung Lempuyangan-Banyuwangi 100000
10 Gaya Baru Malam Selatan Surabaya Gubeng-Pasar Senen 110000
11 Matamarja Malang-Pasar Senen 115000
12 Tawang Jaya Semarang Poncol-Pasar Senen 65000
13 Serayu Purwokerto-Kroya-Jakarta Kota 70000
14 Kutojaya Selatan Kutoarjo-Kiaracondong 65000
15 Tegal Arum Tegal-Jakarta Kota 50000
16 Tawang Alun Malang-Banyuwangi 65000
17 Rajabasa Kertapati-Tanjungkarang 35000
18
Buser/Serelo
Kertapati-Lubuklinggau 35000
19 Putri Deli Tanjungbalai-Medan 30000
20 Siantar Ekspress Medan-Siantar 25000
21 Mantab Madiun-Pasar Senen 130000


Kereta Api Perkotaan


No Nama Kereta Api Lintas Tarif (Rp. / Orang)
1 Merak Jaya/Patas Merak/Banten Ekspress/Lokal Merak Merak-Angke 8000
2 Cilamaya Ekspress/Cepat Purwakarta Purwakarta-Jakarta Kota 6000
3 Lokal Rangkas/Ekonomi Lokal Rangkasbitung Angke-Rangkasbitung 5000
4 Jatiluhur/Ekonomi Lokal Cikampek Cikampek-Jakarta Kota 5000
5 Walahar Ekspress/Ekonomi Lokal Purwakarta Jakarta Kota-Purwakarta 6000
6 Ekonomi Lokal Cibatuan Purwakarta-Cibatu 6000
7 Bandung Raya Ekonomi Kiaracondong-Cicalengka 4000
8 Bandung Raya Ekonomi Bandung-Padalarang 4000
9 Bandung Raya Ekonomi Bandung-Cicalengka 4000
10 Bandung Raya Ekonomi Padalarang-Cicalengka 5000
11 Penataran Surabaya Kota-Malang-Blitar 15000
12 Dhoho Blitar-Sukomoro/Baron/Kertosono-Surabaya Kota 15000
13 Penataran Blitar-Surabaya Gubeng 15000
14 Tumapel Malang-Surabaya 10000
15 Ekonomi Lokal Sidoarjo-Bojonegoro Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi-Bojonegoro 10000
16 Ekonomi Lokal Kertosono-Surabaya Kota Kertosono-Surabaya Kota 10000
17 Ekonomi Lokal Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi 5000
18 Pandanwangi Jember-Banyuwangi 8000
19 Probowangi Banyuwangi-Probolinggo 28000
20 Kalijaga Purwosari-Semarang Poncol 10000
21 Sriwedari AC Yogyakarta-Solo Balapan 13000
22 KRD Sidotopo-Porong Sidotopo/Surabaya-Porong 4000
23 KRD Surabaya-Lamongan Surabaya-Lamongan 4000
24 Sibinuang Pariaman-Padang 4000


Kereta Api Perkotaan tanpa Penyejuk Ruangan


No Nama Kereta Api Lintas Tarif (Rp. / Orang)
1 Prameks Yogyakarta-Solobalapan 8000
2 Prameks Yogyakarta-Kutoarjo 8000
3 Prameks Kutoarjo-Solobalapan 15000
4 Seminung Kotabumi-Tanjungkarang 10000


Semoga daftar harga tiket kereta api Public Service Obligation ini bermanfaat bagi kalian, kerabat, saudara, tetangga, dan keluarga kalian yang ingin hendak berpergian dengan menggunakan kereta api pada 1 April 2015 nantinya. Harga tiket kereta api ini bisa berubah kapan saja tanpa ada pemberitahuan secara langsung.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Updated at : 7:26:00 pm

Saturday, 28 February 2015

Fungsi Inverse pada Fungsi Logaritma

Pada postingan saya yang sebelumnya membahas mengenai rumus cepat pada fungsi inverse. Dalam postingan ini saya akan membahas dasar-dasar fungsi inverse pada fungsi logaritma. Terkadang fungsi inverse pada logaritma jarang sekali terpakai dalam perhitungan matematika, namun akan memiliki banyak makna ketika menyelesaikan kasus perhitungan ketika bertemu dengan fungsi logaritma untuk mencari fungsi inverse-nya.

Saya sendiri saat SMA jarang sekali menemukan kasus fungsi inverse pada fungsi logaritma. Sering sekali yang saya temukan adalah fungsi inverse pada fungsi pecahan dan akar. Namun kasus untuk mencari fungsi inverse pada fungsi logaritma jarang sekali ditemukan. Barangkali bagi penggemar matematika tentunya ingin mengetahui bagaimana sih cara mencari fungsi inverse pada fungsi logaritma. Atau mungkin bagi yang sedang kuliah mengambil mata kuliah kalkulus atau matematika dasar akan bertemu dengan fungsi logaritma ini dan pastinya akan bingung bagaimana cara mencari inversenya.

Dalam matematika, fungsi logaritma dinyatakan sebagai berikut:




dengan b merupakan basis, f(x) merupakan pangkat yang dicari, dan a adalah nilai dari hasil perpangkatannya. Untuk menemukan fungsi inverse pada fungsi logaritma. Saya akan jelaskan langkah-langkah sebagai berikut:

Langkah 1: Ganti f(x) dengan y.
Langkah pertama ini adalah langkah umum yang biasa dilakukan untuk mencari fungsi inverse pada setiap fungsi. Jadi jangan lewatkan langkah pertama ini.

Langkah 2: Tukarkan x dengan y dan y dengan x.
Penukaran variabel x dengan variabel y dan sebaliknya dapat dilakukan baik ketika kedua variabel berada dalam satu ruas atau berada dalam variabel yang berbeda. Langkah ini juga merupakan langkah umum yang dilakukan pada fungsi inverse untuk fungsi yang lainnya khususnya pada fungsi yang memiliki jumlah pada satu variabel yang lebih dari dua. Maksudnya, banyaknya x pada ruas kanan terdapat 3 buah, yaitu x3, x2, dan x1. Dan banyaknya y pada ruas kiri hanya terdapat 1 buah, yaitu y. Sehingga ruas kanan ditukarkan dengan y menjadi y3, y2, dan y1. Dan ruas kiri ditukarkan dengan x menjadi x.

Langkah 3: Tetapkan salah satu ruas agar hanya terdapat fungsi logaritmanya saja.
Dalam langkah ini, jika logaritmanya berada pada salah satu ruas, biarkan logaritma tersebut apa adanya. Selain fungsi logaritma dipindahruaskan.

Langkah 4: Transformasikan ke bentuk
Penggunaan transformasi pada fungsi logaritma digunakan untuk mencapai hasil fungsi inverse pada fungsi logaritma, Sehingga fungsi logaritma yang ditransformasikan akan berbentuk sebagai fungsi eksponensial karena kebalikan dari fungsi logaritma adalah fungsi eksponensial. Maksud dari fungsi P(x) ini adalah fungsi yang didalamnya adalah variabel x yang sudah ditukar, Q(y) adalah fungsi yang didalamnya adalah variabel y yang sudah ditukar, dan b adalah konstanta atau fungsi yang berupa konstanta.

Langkah 5: Selesaikan ke dalam bentuk variabel y dan ganti variabel y dengan .
Langkah 5 ini merupakan langkah terakhir sehingga dengan menyelesaikan ke dalam variabel y maka kita akan melihat bentuk inverse dari fungsi logaritma itu. Jangan lupa untuk mengubah variabel y dengan  untuk menghasilkan jawaban yang valid dalam hasil fungsi inverse pada fungsi logaritma.

Langkah-langkah ini sudah saya berikan dalam menyelesaikan fungsi inverse pada fungsi logaritma. Agar lebih jelasnya saya akan berikan salah satu contoh dalam menyelesaikan fungsi inverse pada fungsi logaritma.

Sebagai contohnya adalah . Langkah pertama kita misalkan sehingga:




Pada langkah kedua, kita tukarkan variabel x dengan variabel y dan sebaliknya. Sehingga:



Pada langkah ketiga, kita tetapkan ruas kanan agar hanya terdapat fungsi logaritmanya saja. Karena terdapat konstanta -8 maka pindahkan -8 ke ruas kiri. Sehingga:



Pada langkah keempat, transformasikan persamaan logaritma tersebut ke bentuk persamaan eksponensial berdasarkan aturan langkah dalam transformasi fungsi inverse pada fungsi logaritma. Dari cara sebelumnya akan didapat seperti berikut:



Langkah terakhir, selesaikan terhadap variabel y dan ubahlah variabel y dengan . Maka didapat:





Sehingga didapat bahwa fungsi inversi dari fungsi logaritma adalah .
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Updated at : 10:56:00 pm