Pengujian asumsi normalitas merupakan salah satu pengujian asumsi pada data apabila kesimpulan metode statistik yang diinginkan tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Sering sekali data yang kita peroleh berjumlah besar. Oleh karena itu, dengan menggunakan software statistika SPSS kita bisa melakukan pengolahan data dan melakukan uji normalitas dengan mudah tanpa harus menghitung manual terlebih dahulu.
Showing posts with label Matematika. Show all posts
Showing posts with label Matematika. Show all posts
Cara Melakukan Uji Normalitas Variabel Data dengan Menggunakan SPSS
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
2:55:00 pm
Cara Menentukan Modus pada Data Tunggal
Modus dalam istilah dasar statistika merupakan suatu unsur atau anggota yang memiliki jumlah frekuensi terbanyak pada suatu data. Modus sering digunakan untuk menentukan data terbanyak atau yang sering muncul pada suatu data. Cara menentukan modus dari suatu data ditentukan dari representasi bentuk data, bisa berupa data tunggal, data kelompok, distribusi diskret dan distribusi kontinu. Dalam postingan ini saya akan membahas cara menentukan modus pada data tunggal.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
2:42:00 pm
Sepenggal Pengalaman Kuliah di Jurusan Matematika
Dalam beberapa hari yang lalu, saya mendapati banyak e-mail yang masuk mengenai bagaimana pengalaman saya semasa kuliah. Karena tidak bisa diceritakan terlalu panjang lebar via e-mail, akhirnya saya mempostingkan bagaimana pengalaman saya saat mengambil kuliah di jurusan matematika. Dalam postingan ini merupakan postingan berupa pengalaman yang saya alami untuk kuliah di jurusan matematika. Walaupun terlihat tidak terlalu panjang, tapi saya ambil ringkasan per masa kuliah saja. Saya ceritakan dari awal lulus SMA.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
8:13:00 am
Pekerjaan yang Cocok Bagi Lulusan Matematika di Kuliahan Berdasarkan Bidang Minat
Pada postingan sebelumnya, saya membahas dan memposting mengenai pekerjaan yang cocok bagi lulusan matematika di kuliahan secara umum. Banyak pertanyaan karena adanya bidang minat, konsentrasi, atau minor pada program studi matematika. Khususnya yang menjadi banyak pertanyaan adalah lulusan matematika dari bidang minat pendidikan atau dari program studi matematika, yaitu apakah mungkin ada pekerjaan selain menjadi guru dan tenaga pengajar? Jawabannya adalah iya, matematika sebenarnya memiliki beberapa bidang minat, konsentrasi, atau jurusan (saya lebih sering menyebutnya dengan bidang minat) tersendiri tergantung ketersediaan dan fasilitas kampus yang ada. Tidak semua kampus memiliki semua bidang minat yang ada di matematika.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
6:17:00 pm
Pengertian dan Perhitungan Korelasi Pearson Product Moment
Dalam penelitian tertentu, terkadang kita perlu mengetahui bagaimana hubungan antara objek yang kita amati dengan objek yang lainnya. Untuk mengetahui hubungan tersebut, dapat dilakukan analisis korelasi. Dalam postingan saya kali ini, saya akan membahas mengenai pengertian, cara, dan analisis perhitungan korelasi. Bagian kali ini yang akan saya bahas yaitu mengenai analisis korelasi linear sederhana atau biasa disebut dengan simple linear correlation atau Pearson product moment correlation.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
9:15:00 am
Cara Menghitung Koefisien Korelasi Pearson Product Moment dengan Menggunakan Minitab 17
Koefisien Korelasi Pearson Product Moment atau biasa disebut dengan koefisien korelasi sederhana merupakan nilai korelasi antar dua variabel dengan masing-masing ukuran datanya yang menunjukkan arah serta kekuatan antar dua variabel. Teknik dalam mendapatkan nilai koefisien korelasi sederhana didapat dengan menghitung kovarians atau koragam dua variabel dibagi dengan perkalian akar dari kedua ragam. Terkadang, menghitung secara manual untuk mendapatkan koefisien korelasi pearson product moment memang terlihat sulit karena rumus yang sulit hingga jika kasus yang kita hadapi dari masing-masing variabel memiliki jumlah data yang begitu besar dan memiliki jumlah digit angka yang banyak dari setiap datanya. Untuk itulah dalam menyelesaikan kasus seperti itu kita perlu menggunakan program perangkat lunak (software) komputer yang telah disediakan oleh para program ahli statistik.
Pada postingan sebelumnya, saya mempost bagaimana cara menghitung dan mengintepretasikan koefisien korelasi Pearson Product Moment (Pearson Product Moment Coefficient Correlation) atau koefisien korelasi linear sederhana secara manualnya. Dalam postingan ini saya akan memberikan cara menghitung atau lebih tepatnya langkah-langkah komputasi dalam mencari koefisien korelasi dengan menggunakan program Minitab. Minitab yang saya gunakan ini adalah Minitab versi 17. Jika anda menggunakan Minitab selain versi 17, anda dapat menyesuaikan langkah-langkah berikut ini:
Pada postingan sebelumnya, saya mempost bagaimana cara menghitung dan mengintepretasikan koefisien korelasi Pearson Product Moment (Pearson Product Moment Coefficient Correlation) atau koefisien korelasi linear sederhana secara manualnya. Dalam postingan ini saya akan memberikan cara menghitung atau lebih tepatnya langkah-langkah komputasi dalam mencari koefisien korelasi dengan menggunakan program Minitab. Minitab yang saya gunakan ini adalah Minitab versi 17. Jika anda menggunakan Minitab selain versi 17, anda dapat menyesuaikan langkah-langkah berikut ini:
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
11:30:00 am
Cara Menghitung dan Mengintepretasikan Korelasi Pearson Product Moment
Korelasi dalam ilmu statistik merupakan suatu metode pengukuran untuk melihat adanya kekuatan, bentuk arah, serta besarnya hubungan antar variabel. Dalam penerapan kehidupan sehari-hari, korelasi digunakan untuk mengetahui erat atau tidaknya hubungan antarvariabel. Jika hubungannya kuat dapat dilakukan suatu keputusan yang berguna. Dalam postingan kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana cara menghitung serta mengintepretasikan koefisien korelasi Pearson Product Moment.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
9:32:00 am
Pendugaan Selang Kepercayaan Bagi 1 Proporsi untuk Ukuran Sampel yang Kecil
Dalam menduga selang kepercayaan dari suatu populasi kita sering bertemu dengan ukuran sampel yang cukup besar. Hasil dari survey dan penelitian yang kita dapatkan diambil berdasarkan jumlah yang kita amati secara keseluruhan agar bisa mendapatkan selang kepercayaan yang baik untuk diduga dan memiliki error yang terkecil. Namun terkadang saat menduga selang kepercayaan dari suatu populasi kita malah bertemu dengan ukuran sampel yang kecil karena keterbatasan populasi yang kita dapatkan. Seperti contoh ketika kita ingin menduga selang kepercayaan bagi nilai rata-rata populasi, kita hanya mendapatkan ukuran sampel sebanyak kurang dari 30 sehingga harus menggunakan pendekatan distribusi t walaupun pada dasarnya rumus umum selang kepercayaan bagi pendugaan nilai rata-rata populasi maupun selisih rata-rata populasi adalah sama. Yang membedakan hanya rumus distribusi inversenya. Jika ukuran sampel yang dimiliki besar atau n > 30 atau n = 30 maka gunakan distribusi inverse Z, jika ukuran sampel yang dimiliki kecil atau n < 30 maka gunakan distribusi inverse t.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
8:58:00 pm
Situs-Situs yang Menyediakan Latihan Soal Matematika dan Fisika
Bagi penggemar matematika dan juga fisika selalu memiliki aktivitas untuk memperdalam materi yang ingin dia pelajari dengan cara belajar melewati latihan soal-soal yang baru. Ketika kita ingin mencoba soal-soal yang baru, terkadang kita harus memiliki buku sebagai pegangan sekaligus referensi untuk melatih soal yang baru. Namun tentunya hal ini memberatkan kita dari segi finansial karena kita harus membeli buku yang berkualitas untuk mencoba latihan soal yag lainnya. Jika kita pinjam buku dari seseorang, terkadang ada perasaan yang gak enak dengan orang bahwa kita harus mengembalikan buku tersebut tepat waktu dengan kondisi buku yang baik.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
7:09:00 am
Pekerjaan yang Cocok bagi Lulusan Matematika di Kuliahan
Selama saya memposting tentang materi matematika, mungkin saya sedikit meluangkan waktu saya untuk berbagi informasi mengenai pekerjaan yang cocok bagi lulusan matematika di kuliahan. Ya, matematika merupakan salah satu pelajaran yang tak asing lagi di telinga masyarakat, apalagi yang belakangan ini notabene sangat sulit sekali dikuasai oleh banyak orang. Namun siapa sangka, matematika sebenarnya salah satu bidang studi yang digemari oleh banyak orang khususnya bagi orang yang gemar akan hitung-menghitung. Hitung-menghitung dalam matematika merupakan salah satu hal yang wajar walaupun pemahaman teori dan konsep memang sangat diperlukan agar dapat menguasai ilmu matematika dengan mudah dan tepat.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
10:44:00 pm
Menentukan Akar-Akar Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi
Dalam fungsi berbentuk persamaan linear berupa garis lurus, kita dapat mencari akar dari persamaan linear tersebut dengan cari mencari solusi dari persamaan tersebut dalam bentuk x. Bisa dengan pembagian kedua ruas, perkalian kedua ruas, pengurangan kedua ruas, ataupun penjumlahan kedua ruas. Persamaan tersebut mudah sekali diselesaikan karena persamaan linear selalu memiliki satu akar. Dalam persamaan kuadrat, akar penyelesaian yang dimiliki oleh persamaan kuadrat biasanya sebanyak 2 akar penyelesaian. Terkadang akar penyelesaiannya yang dimiliki hanya satu saja. Namun dalam menentukan akar penyelesaian dalam persamaan kuadrat tidak semudah mencari akar penyelesaian pada persamaan linear. Untuk menentukan akar-akar penyelesaian dalam persamaan kuadrat dibagi menjadi tiga cara, yaitu metode faktorisasi, melengkapi bentuk kuadrat (Complete Square), ddan menggunakan rumus ABC. Dalam postingan saya ini akan dibahas mengenai cara menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan cara faktorisasi.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
9:32:00 pm
Fungsi Inverse pada Fungsi Kuadrat
Dalam postingan kali ini, saya mulai membahas mengenai fungsi inverse pada fungsi kuadrat. Dalam materi SMA atau mungkin materi matematika dalam perkuliahan, terkadang mencari fungsi inverse pada fungsi yang berbentuk kuadrat sedikit rumit dibandingkan fungsi linear. Kenapa dikatakan sulit? Karena fungsi kuadrat pada fungsi inverse ini memerlukan sedikit teknik aljabar yang bisa dikatakan sedikit rumit juga.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
7:15:00 pm
Faktorial Ganda, Bukan Sekedar Faktorial Biasa dalam Matematika
Faktorial Ganda... ya memang nama yang sebenarnya unik sekali ditelinga anak matematika. Biasanya dalam ilmu matematika, faktorial merupakan hasil perkalian dari bilangan asli yang sama dengan bilangan itu sendiri yang dinotasikan dengan n! dengan n adalah bilangan asli.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
8:41:00 pm
Fungsi Inverse pada Fungsi Logaritma
Pada postingan saya yang sebelumnya membahas mengenai rumus cepat pada fungsi inverse. Dalam postingan ini saya akan membahas dasar-dasar fungsi inverse pada fungsi logaritma. Terkadang fungsi inverse pada logaritma jarang sekali terpakai dalam perhitungan matematika, namun akan memiliki banyak makna ketika menyelesaikan kasus perhitungan ketika bertemu dengan fungsi logaritma untuk mencari fungsi inverse-nya.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
10:56:00 pm
Bilangan Imajiner
Dalam dunia matematika, kita mengetahui jenis-jenis bilangan dalam matematika. Jenis-jenis bilangan digambarkan dengan diagram cabang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu menggunakan jenis bilangan asli, cacah, bulat, rasional, dan real dalam penerapan aktivitas sehari-hari. Bilangan tersebut selalu ada dalam pemikiran kita dan berbentuk sangat nyata apabila dihitung dengan menggunakan kalkulator. Bilangan yang nyata ini biasa kita sebut sebagai bilangan real.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
9:19:00 am
Cara Membuat Graf dari Matriks Insidensi pada Program Maple
Pada program Maple, kita dapat membuat graf dari matriks adjasensi (Adjacency) dengan mendefinisikan suatu matriks adjasensi kemudian dari matriks tersebut dapat dibentuk dengan mendefinisikan graf dari matriks adjasensi dan dapat digambarkan grafnya secara langsung. Namun bagaimanakah untuk membuat graf dari matriks insidensi (Incidence)? Pada Program Maple tidak menyediakan feature untuk mengubah dari matriks insidensi ke suatu graf namun hal ini dapat dibentuk dari coding-coding tertentu. Dalam postingan ini saya memberikan contoh coding untuk membuat graf dari matriks insidensi. Berikut ini terdapat matriks insidensi dan ingin dibentuk ke suatu graf dengan menggunakan program Maple.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
10:05:00 am
Cara Memberikan Warna Teks pada Microsoft Equation di Microsoft Word
Dalam membuat laporan, catatan, atau slide presentasi yang berhubungan dengan matematika, terkadang terdapat situasi dimana kita harus memberikan pewarnaan pada rumus atau persamaan yang kita buat. Perwarnaan tersebut bertujuan untuk menjelaskan maksud dari rumus atau persamaan yang ingin kita sampaikan. Bagaimana cara memberikan perwarnaan pada rumus atau persamaan pada Microsoft Equation atau Math Equation di Microsoft Word?
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
6:04:00 am
Percabangan pada Algoritma C++
Bagi kalian yang ingin mengetahui coding program percabangan pada algoritma C++. Kalian bisa download pada link berikut. Dalam file tersebut terdapat pembahasan berupa rangkuman tentang percabangan pada algoritma C++. Adapun contoh dan pembahasan input program tentang coding program C++ untuk membuat program mengenai:
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
5:08:00 pm
Contoh Soal Penerapan Sistem Persamaan Linear pada Penerapan Persimpangan Jalan
Di bagian kota yang ramai dari suatu kota tertentu, dua kelompok jalan satu-arah berpotongan seperti pada gambar dibawah ini. Rata-rata volume mobil per jam yang memasuki dan meninggalkan persimpangan diberikan pada gambar. Tentukan banyaknya lalu lintas antara pada setiap perempatan (x1, x2, x3, x4)
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
5:45:00 pm
Titik Ekuilibrium Model Pasar, Pendapatan Nasional, Tarif Pajak Pendapatan, dan Model IS-LM Perekonomian Tertutup dalam Matriks
Dalam postingan ini, akan diberitahukan bagaimana cara mendapatkan titik equilibrium dari model pasar, pendapatan nasional, dan tarif pajak pendapatan dalam bentuk matriks.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono
DSMLMD Blog
Diposting pukul:
5:06:00 pm