Showing posts with label Metode Statistika. Show all posts
Showing posts with label Metode Statistika. Show all posts

Cara Melakukan Uji Normalitas Variabel Data dengan Menggunakan SPSS

Pengujian asumsi normalitas merupakan salah satu pengujian asumsi pada data apabila kesimpulan metode statistik yang diinginkan tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Sering sekali data yang kita peroleh berjumlah besar. Oleh karena itu, dengan menggunakan software statistika SPSS kita bisa melakukan pengolahan data dan melakukan uji normalitas dengan mudah tanpa harus menghitung manual terlebih dahulu.

Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Diposting pukul: 2:55:00 pm

Cara Menentukan Modus pada Data Tunggal

Modus dalam istilah dasar statistika merupakan suatu unsur atau anggota yang memiliki jumlah frekuensi terbanyak pada suatu data. Modus sering digunakan untuk menentukan data terbanyak atau yang sering muncul pada suatu data. Cara menentukan modus dari suatu data ditentukan dari representasi bentuk data, bisa berupa data tunggal, data kelompok, distribusi diskret dan distribusi kontinu. Dalam postingan ini saya akan membahas cara menentukan modus pada data tunggal.

Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Diposting pukul: 2:42:00 pm

Cara Membuat Tabel Tabulasi Silang Lebih Dari Dua Dimensi di SPSS

Pada umumnya, tabel tabulasi silang atau tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel frekuensi yang digunakan untuk menentukan jumlah observasi dari kombinasi dua variabel atau lebih. Postingan sebelumnya saya membahas mengenai cara membuat tabel tabulasi silang untuk dua dimensi di SPSS. Pada postingan ini saya akan membahas mengenai cara-cara membuat atau menampilkan tabel tabulasi silang atau tabel kontingensi lebih dari dua dimensi dengan menggunakan SPSS.

Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Diposting pukul: 3:53:00 pm

Cara Membuat Tabel Tabulasi Silang Dua Dimensi di SPSS

Ada beberapa cara untuk menggambarkan banyaknya unsur yang terdapat dalam suatu data. Apabila hanya ingin mengamati beberapa unsur dalam satu variabel, dapat menggunakan tabel frekuensi. Apabila ingin mengamati beberapa unsur dalam dua variabel secara bersamaan, maka dapat menggunakan tabel kontingensi atau biasa disebut dengan tabel tabulasi silang. Dalam postingan ini saya akan memposting langkah-langkah dalam membuat tabel tabulasi silang dengan menggunakan SPSS. Namun saya akan menjelaskan terlebih dahulu untuk menampilkan tabel tabulasi silang dua dimensi.
Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Diposting pukul: 6:46:00 pm

Cara Membuat Tabel Frekuensi di SPSS

Tabel Frekuensi merupakan tabel yang berisikan mengenai banyaknya suatu unsur yang muncul dalam data. Tabel frekuensi memudahkan bagi para peneliti dan pekerja untuk mengetahui besarnya proporsi dan banyaknya unsur yang ada dalam data. Tabel frekuensi dibagi menjadi 3 macam yang diantaranya tabel frekuensi biasa, tabel distribusi frekuensi, dan tabel tabulasi silang. Dalam postingan ini, saya akan memberitahu cara membuat tabel frekuensi menggunakan program SPSS.

Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Diposting pukul: 8:26:00 am

Pengertian dan Perhitungan Korelasi Pearson Product Moment

Dalam penelitian tertentu, terkadang kita perlu mengetahui bagaimana hubungan antara objek yang kita amati dengan objek yang lainnya. Untuk mengetahui hubungan tersebut, dapat dilakukan analisis korelasi. Dalam postingan saya kali ini, saya akan membahas mengenai pengertian, cara, dan analisis perhitungan korelasi. Bagian kali ini yang akan saya bahas yaitu mengenai analisis korelasi linear sederhana atau biasa disebut dengan simple linear correlation atau Pearson product moment correlation.

Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Diposting pukul: 9:15:00 am

Cara Menghitung Koefisien Korelasi Pearson Product Moment dengan Menggunakan Minitab 17

Koefisien Korelasi Pearson Product Moment atau biasa disebut dengan koefisien korelasi sederhana merupakan nilai korelasi antar dua variabel dengan masing-masing ukuran datanya yang menunjukkan arah serta kekuatan antar dua variabel. Teknik dalam mendapatkan nilai koefisien korelasi sederhana didapat dengan menghitung kovarians atau koragam dua variabel dibagi dengan perkalian akar dari kedua ragam. Terkadang, menghitung secara manual untuk mendapatkan koefisien korelasi pearson product moment memang terlihat sulit karena rumus yang sulit hingga jika kasus yang kita hadapi dari masing-masing variabel memiliki jumlah data yang begitu besar dan memiliki jumlah digit angka yang banyak dari setiap datanya. Untuk itulah dalam menyelesaikan kasus seperti itu kita perlu menggunakan program perangkat lunak (software) komputer yang telah disediakan oleh para program ahli statistik.

Pada postingan sebelumnya, saya mempost bagaimana cara menghitung dan mengintepretasikan koefisien korelasi Pearson Product Moment (Pearson Product Moment Coefficient Correlation) atau koefisien korelasi linear sederhana secara manualnya. Dalam postingan ini saya akan memberikan cara menghitung atau lebih tepatnya langkah-langkah komputasi dalam mencari koefisien korelasi dengan menggunakan program Minitab. Minitab yang saya gunakan ini adalah Minitab versi 17. Jika anda menggunakan Minitab selain versi 17, anda dapat menyesuaikan langkah-langkah berikut ini:


Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Diposting pukul: 11:30:00 am

Cara Menghitung dan Mengintepretasikan Korelasi Pearson Product Moment

Korelasi dalam ilmu statistik merupakan suatu metode pengukuran untuk melihat adanya kekuatan, bentuk arah, serta besarnya hubungan antar variabel. Dalam penerapan kehidupan sehari-hari, korelasi digunakan untuk mengetahui erat atau tidaknya hubungan antarvariabel. Jika hubungannya kuat dapat dilakukan suatu keputusan yang berguna. Dalam postingan kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana cara menghitung serta mengintepretasikan koefisien korelasi Pearson Product Moment.

Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Diposting pukul: 9:32:00 am

Pendugaan Selang Kepercayaan Bagi 1 Proporsi untuk Ukuran Sampel yang Kecil

Dalam menduga selang kepercayaan dari suatu populasi kita sering bertemu dengan ukuran sampel yang cukup besar. Hasil dari survey dan penelitian yang kita dapatkan diambil berdasarkan jumlah yang kita amati secara keseluruhan agar bisa mendapatkan selang kepercayaan yang baik untuk diduga dan memiliki error yang terkecil. Namun terkadang saat menduga selang kepercayaan dari suatu populasi kita malah bertemu dengan ukuran sampel yang kecil karena keterbatasan populasi yang kita dapatkan. Seperti contoh ketika kita ingin menduga selang kepercayaan bagi nilai rata-rata populasi, kita hanya mendapatkan ukuran sampel sebanyak kurang dari 30 sehingga harus menggunakan pendekatan distribusi t walaupun pada dasarnya rumus umum selang kepercayaan bagi pendugaan nilai rata-rata populasi maupun selisih rata-rata populasi adalah sama. Yang membedakan hanya rumus distribusi inversenya. Jika ukuran sampel yang dimiliki besar atau n > 30 atau n = 30 maka gunakan distribusi inverse Z, jika ukuran sampel yang dimiliki kecil atau n < 30 maka gunakan distribusi inverse t.


Ditulis oleh: Wahyu Dwi Lesmono DSMLMD Blog Diposting pukul: 8:58:00 pm