Kepada Para Pengunjung

Hallo semuanya, ini merupakan blog bagian pertama ku. Kalian bisa melihat cerita saya dan lainnya. Oh yang belum kenalan tentang saya, lihat di profil saya.

Catatan : Setelah membaca artikel saya, dimohon untuk berkomentar di blog saya.

Note for english people : If you don't know about my language you can translate my language in This Link . Some word can't translate. Because, several word are Indonesian Style language.


Note : If you translate it, text will look funny. Enjoy reading

Translate This Blog

Minggu, 28 Februari 2010

Mengamati Lingkungan Sekitar yang Berkaitan Dengan Etika Lingkungan

Sebuah kehidupan mempunyai beberapa unsur yang bisa dipandang oleh mata, diantaranya seperti mahluk, lingkungan, dan objektif abstrak. Pemandangan pada sebuah lingkungan merupakan suatu hal yang dapat dikatakan sebagai objektif dan perkembangan mahluk hidup. Baik mahluk hidup abstrak (mati), dan konkrit (hidup). Pada lingkungan, lingkungan mencakup beberapa ruang fisik dan biologis tertentu namun itupun bergantung pada usaha kita sendiri. Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Hal ini dapat diartikan bahwa lingkungan diciptakan oleh tuhan dan bergantung pada mahluk hidup yang lainnya.

Bagaimanakah kita bisa menjaga lingkungan kita agar lingkungan kita menajdi lingkungan yang baik ?? Ini bisa dilakukan dengan cara yaitu kita harus mempunyai etika terhadap lingkungan. Tentunya kita mengtentahui bahwa kita berinteraksi kepada seseorang tentunya harus menggunakan etika tertentu. Tapi lingkungan perlu etika juga. Karena semuanya itu, akan berdampak pada perkembangan dunia ini. Kemudian, etika lingkungan ini hampir sama dengan etika interaksi sosial. Yang membedakannya hanyalah cara kita menanggapi dan mengatasi masalah menegani lingkungannya. Menurut terminologi, etika adalah ilmu yang berkenaan tentang yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Menurut etimologi, etika adalah sifat yang menyangkut pada moral di sesuatu hal tertentu. Jika disimpulkan maka etika lingkungan merupakan sebuah sifat moral yang menyangkut pada lingkungan.

Kita mengetahui bahwa proses perkembangan lingkungan itu tergantung pada ulah mahluk hidup lainnya. Tapi pada dasarnya, terpengaruhnya perkembangan lingkungan tergantung pada etika mahluk hidup juga. Apa yang mereka perbuat terhadap lingkungan, apakah itu baik atau buruknya itu bergantung pada etika mahluk hidup. Biasanya pada dasarnya, sumber daya alam merupakan sumber yang berasal dari lingkungan. Dan biasanya dimanfaatkan oleh mahluk hidup lainnya untuk meneruskan hidupnya. Terkadang banyak sekali mereka yang tidak tahu cara memanfaatkan sumber tersebut karena mereka tidak mengetahui etika lingkungannya. Akhirnya, hal tersebut akan mengganggu perkembangan kondisi fisik dan sosial lingkungan.

Kondisi Lingkungan

Kondisi lingkungan adalah keadaan di suatu lingkungan tertentu. Kondisi lingkungan ini menyangkut perkembangan lingkungan yang akan berpengaruh pada perkembangan mahluk hidup. Kondisi lingkungan dibagi menjadi 2 yang diantaranya kondisi fisik dan kondisi sosial:



1. Kondisi Fisik
Kondisi fisik merupakan kondisi lingkungan yang memperhatikan dari segi kualitas dan jasmani lingkungan itu. Kondisi lingkungan yang tidak menentu atau hancur akan berdapmpak negatif bagi mahluk hidup yang tinggal pada lingkungan itu dengan kondisi yang tidak membaik. Pada daerah yang ada di pegunungan yang terjal, pemukiman warga desa yang ada di wilayah itu sangat berbahaya bagi kondisi lingkungannya. Karena di khawatirkan akan terjadinya longsor. Belum lagi yang tinggal di pesisir pantai. Jika daerah tersebut kondisi lingkungnanya berdekatana dengan air dan tidak membuat seperti birai pegunungan dikhawatirkan juga akan terjadinya ombak yang akan menerjalnya. Jadi bisa dikatakan bahwa, kondisi fisik suatu lingkungan bisa dilihat dari seluruh aspek yang menyangkut ddengan keadaan alam dan fisik atau jasmani lingkungan yang ada.

2. Kondisi Sosial
Kondisi sosial merupakan kondisi lingkungan yang memperhatikan dari segi interaksi manusia dan kerja sama manusia terhadap lingkungan. Disini, hubungan manusia pada sosialisasi dan interaksi kepada lingkungan inilah yang akan berpengaruh pada kondisi lingkungan ini. Bagaimana dia memperhatikan lingkungannya dan tanggapannya dan itu merupakan sikap yang dia lakukan terhapa lingkungan itu. Terkadang, manusia akan malas memperhatikan lingkungannya karena jika kondisi itu sudah dianggap orang lain buruk namun masih menganggap dirinya kondisi itu baik baginya. Perhatian manusia terhadap lingkungan ini akan mempengaruh kondisi lingkungannya nanti. Termasuk etika manusia terhadap lingkungannya.

Tindakan yang Sesuai Dengan Etika Lingkungan

Lingkungan sepantasnya kita pelihara dan kita lindungi. Begitu juga kita kembangkan dan tumbuhkan. Lingkungan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup kita. Bagaimanapun itu yang kita inginkan, tentunya menimbulkan tindakan terhadap lingkungan. Dengan menggunakan sikap etika kita terhadap lingkungan. Kita bisa mengubah lingkungan menjadi yang baik. Adapun etika lingkungan yang positifnya yaitu diantaranya :

1. Melestarikan lingkungan yang ada agar tidak punah
2. Melindungi lingkungan dari ancaman sesuatu hal yang negatif
3. Membudidayakan lingkungan tetapi bukan mengeksploitasinya
4. Mengembangkan lingkungan agar menjadi lingkungan yang bermanfaat
5. Memanfaat lingkungan yang ada tetapi tidak berlebihan
6. Menjaga lingkungan yang ada dari suatu kerusakan yang akan terjadi
7. Merawat lingkungan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan
8. Memelihara lingkungan agar bisa terjadi perkembangan pada suatu lingkungan
9. Mengetahui lingkungan yang ada di sekitarnya
10. Mempelajari lingkungan dari luar hingga dalamnya

Kewajiban Siswa Terhadap Etika Lingkungan

Di lingkungan sekolah, siswa mempunyai peranan penting dalam pembelajaran lingkungan. Dalam pelajaran tertentu, pelajaran yang terkait dalam masalah lingkungan ialah Biologi, Geografi, dan beberapa subjektif lainnya. Siswa tentu tidak mempelejari melewati teori, melainkan mempelajarinya melewati prakteknya. Dengan praktek, siswa dapat mengetahui etika lingkungan yang benar dan juga menegtahui menegani lingkungannya. Dalam acara tertentu seperti kebersihan sekolah, penanaman tanaman siswa harus mengikuti acara tersebut agar bisa meningkatkan kesadaran dan etika lingkungan. Belum lagi dengan pengembangan diri dan ekstralkulikuler yang berkaitan dengan lingkungan.

Siswa mempunyai kewajiban terhadapa etika lingkungan. Karena itu merupakan perintah dari keluarga sekolah. Sekolah yang bersih merupakan sekolah yang mematuhi etika lingkungan. Beberapa siswa pada umunnya menyukai lingkungan yang bersih dan normal (setengah indah, setengah hancur). Kebanyakan mereka mengabaikan lingkungan yang bersih dan ingin masih bertahan pada lingkungan yang normal. Itulah yang telah menajdi budidaya mereka disetiap sekolah. Namun, jika pihak sekolah tidak melihat suikap dan etika murid mengani hal itu, bisa saja lingkungan sekolah akan hancru dan tidak enak untuk di tempati. Maka dari itu, keluarga sekolah (khususnya guru, kepala sekolah, tata usaha) memberikan perintah kepada siswa agar bisa menjaga dan merawat lingkungan sekolah. Keluarga sekolah memberikan dan mengajarkan etika lingkungan kepada siswa agar siswa dapat memahami dan telah menjadi kewajiban mereka untuk beretika terhadap lingkungannya di tempat yang dia tempati. Jadi kita perlu memahami dan mempelajari suatu lingkungan agar kita mengetahuinya dan melakukan tindakan yang sesuai terhadap lingkungan itu.

Tidak ada komentar: