Kepada Para Pengunjung

Hallo semuanya, ini merupakan blog bagian pertama ku. Kalian bisa melihat cerita saya dan lainnya. Oh yang belum kenalan tentang saya, lihat di profil saya.

Catatan : Setelah membaca artikel saya, dimohon untuk berkomentar di blog saya.

Note for english people : If you don't know about my language you can translate my language in This Link . Some word can't translate. Because, several word are Indonesian Style language.


Note : If you translate it, text will look funny. Enjoy reading

Senin, 21 November 2011

20 November 2011

Hari ke 27 saat aku berada di masa paksaan untuk meraih cita-citaku untuk masa depanku sendiri. Dengan segala hala rintangan untuk menembus semua cobaan yang ada dalam kehidupanku ini. Kelas 12, merupakan kelas terakhir di masa sekolahan. Masa tersebut merupakan masa terakhir dimana masa tersebut harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat memberikan memoriam tersendiri agar seseorang bisa mengenangnya sebagai masa yang terindah di masa sekolahan itu. Namun, kenangan terbesar adalah saat mereka berada di masa SMA, terutama kelas 12, karena hal tersebut merupakan masa terakhir yang ada di masa sekolahan tersebut. Mereka harus lepas dari masa kekanak-kanakan mereka itu dan menuju ke masa perjuangan hidup mereka yang baru. Yaitu masa kuliah, kerja, dan ataupun kawin.

Kelas 12 bagiku sendiri merupakan kelas yang memiliki tantangan dan cobaan terberat secara keseluruhannya. Waktu untuk diriku beristirahat hanya sedikit. Ditambah tugas-tugas sekolah yang dapat membuat diriku tertekan. Ditambah pula, pengkhianatan sang teman pun bertambah. So, menurutku masa SMA bagiku di kelas 12 ini masa terburuk dalam sejarah hidupku. Tak ada hal yang menyenangkan bagiku, kecuali kalau aku berusaha untuk mengatasi semua. Apakah aku harus cepat-cepat lulus agar aku bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik di masa yang akan mendatang? Wallahualam saja.

Okay, dalam postingan kali ini, aku akan menceritakan tentang kejadianku pada tanggal 20 November 2011. Tanggal 20 November 2011 merupakan tanggal terunik bagi hidup ini. Kenapa? Jika tanggal tersebut dijadikan angka semua, maka yang terbentuk adalah tanggal 20-11-2011. Lihatlah tanggal itu, jika deipisahkan setelah 4 angka, maka yang terbentuk adalah 2011-2011. Maka bisa dikatakan bahwa tanggal 20 November 2011 merupakan hari tahunan bagi seluruh dunia. Sekarang kita coba untuk memisahkan semua angka dan kita jumlahkan angka pada tanggal tersebut.

20-11-2011 --> 20 + 11 + 2011 --> 2042 --> 2 + 0 + 4 + 2 -> 8

Nah, tanggal 20 November 2011 mengandung makna angka 8. Sama halnya saat pada tanggal 11 November 2011. Bisa kalian tebak apa makna angka 8 ini? Kalau tidak bisa, mungkin postingan kehidupan saya ini bisa memberikan petunjuk bagi kalian.

Tanggal 20 November 2011, atau bisa dikatakan sebagai hari ke 27 sejak pertama kali bimbel di sekolah dan hari yang ke 329 di tahun 2011 ini merupakan hari minggu dimana aku harus beristirahat dari semua aktivitas yang bernama belajar. Yeah... selama bimbel, semua anak sekolahan di Kelas 12 diwajibkan utnuk beristirahat selama 3 hari per minggu. Kurang dari itu, maka ada penurunan kualitas yang ada dalam diri siswa tersebut. Entah itu apa tapi dapat berupa daya kesehatan, ingatan, dan juga stamina dan energi ketika belajar. Jadi, kelas 12 memang di isyaratkan akan me-management waktu dan strategi dalam belajar sehingga bisa mendapatkan hasil yang optimal untuk masa depan nanti.

Kembali ke topik, di tanggal tersebut aku berencana untuk melihat festival kereta api di Stasiun Tanjung Priok. Didalam info yang aku dapatkan, acara tersebut dimulai pada jam 8 pagi di stasiun Gambir. Dan pada jam 9, acara tersebut berpindah di Stasiun Tanjung Priok. Sehingga aku harus berangkat dari rumah setelat-tekatnya pukul 06.30 karena perjalanan ke Jakarta menggunakan kereta api hanya memerlukan waktu 1 jam 30 menit saja. Di pagi hari, aku bangun tidur pada pukul 05.30. Aku kaget melihat jam ku karena aku bangun kesiangan. Dengan segera, aku melaksanakan sholat shubuh, mandi, dan mulai persiapan berangkat ke rumah. Walau aku berangkat dengan mengendap-endap karena aku lupa minta izini kepada ibuku bahwa aku ada acara di hari ini sehingga aku berangkat begitu saja dengan memberikan pesan kepada Ayahku, Kakakku, dan Adikku bahwa jika aku ditanya oleh Ibukku, aku sedang kerja kelompok bersama teman-temanku ke Jakarta. Akhirnya aku mulai berangkat dari rumah jam 06.30 ketika sinyal aman untuk berangkat.

Aku berangkat sendiri tanpa diantarkan oleh ayahku karena ayahku tidak bisa mengantarkan aku karena ayahku sedang sibuk membantu ibuku yang sedang menata-rias pengantin. Karena aku tergesa-gesa dan merasa telat, aku mencari transportasi lain agar aku cepat segera ke tempat itu. Beruntungnya, aku menggunakan tranportasi ojek di dekat rumahku itu. Halnya seperti aku ke sekolah ketika ayahku tidak bisa mengantarkan aku saat bimbel pagi. Kalau ke sekolahku aku hanya berikan tukang ojek itu sekitar 10000. Namun, untuk ke Stasiun Bogor. Aku hanya memberikan dia sekitar 12000 saja karena nominalnya sama saat aku pulang dari Bojong Gede ke rumahku sendiri.

Aku tiba di Stasiun Bojong Gede pada pukul 06.48. Dengan segera, aku langsung membeli karcis Commuter Line jurusan Jakarta agar aku bisa turun di stasiun Gambir. Tak lupa, aku membeli koran kompas seputar SEA GAMES saat ini untuk adikku karena adikku menitip kepadaku untuk dibelikan koran tentang SEA GAMES untuk tugas adikku. Aku menunggu beberapa menit di platform 3 di stasiun Bojong Gede itu. Aku duduk bersama seorang perempuan yang mungkin bisa kusebut anak kuliahan karena dia membawa seberkas dokumen materi pelajaran. Disusul juga ada perempuan yang serupa  seperti dia ingin duduk disampingku. Walau aku agak grogi untuk berkomunikasi sama dia, tapi aku hanya senyum saja kepadanya. Seandainya aku berani, mungkin aku bisa menjalin komunikasi kepadanya dan mengikat sebuah hubungan silahturahmi yang baru. Walaupun begitu, dilihat dari fisiknya, I don’t care. Karena kelihatan muda tapi memang agak menuju tua gitu. Tapi tak apalah, setidaknya aku punya keinginan untuk berkomunikasi kepada orang-orang disekitarku walau pada dasarnya sesuai dengan kepribadianku, aku adalah seorang yang pendiam. Tak banyak tingkah dan tak banyak bicara kecuali kalau orang yang pendiam memiliki banyak tingkah ketika dia berdiam diri. Bisa hal itu bersifat maya, abstrak, maupun yang lainnya. Beberapa menit kemudian, kereta api yang aku inginkan pun tiba walau ngaret 2 menit dari jadwal asilnya.

Didalam kereta yang aku naiki ini,isinya tidak terlalu penuh karena hari minggu. Tapi sayanngya aku tidak dapat tempat duduk sehingga aku berdiri saja didekat pintu kereta itu. Dari stasiun Bojong Gede hingga Stasiun UI aku melihat sekumpulan anak SMP yang menggunakan baju olahraga dan adapun yang menggunakan baju paskibra. Dari tulisan dicelana olahraganya, tertulis ’SMP Dwiguna’. Aku berpikir bahwa mungkin disekolah itu ada test olahraga di Universitas Indonesia. Dipikiran lainku, mungkin salah satu temanku yang bernama Xahmar memang berada ditempat itu juga untuk olahraga ditempat itu. Dugaanku ternyata benar, dari status di FB dia mengupdate tentang itu ketika aku berada di stasiun Lenteng Agung. Well, selama perjalananku ini. Aku ditemanin teman SMS, walau hanya 1 orang tapi membahas topik yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Aku juga merasa aneh ketika aku berkomunikasi kepadanya. Kadang pembahasannya berupa hoax kadang juga pembahasannya berupa virginary. Memang gak pasti kalau gak tau yang sebenarnya.

Beberapa menit kemudian, aku tba di stasiun Gambir sekitar pukul 08.24. Aku kira aku telat melihat acara pembukaannya itu, tapi ternyata baru preparing saja. Ketika aku berada di aula Stasiun Gambir, aku melihat atraksi sekumpulan anak kecil yang berjalan bergandengan seperti kereta api sambil menyanyikan lagu ciri khas kereta api indonesia. Melihat performance mereka membuat aku tertarik kepadanya dan memberikan applause kepadanya. Ternyata anak kecil saja sudah banyak yang menyukai kereta api. Ya seperti aku saat aku sebelum TK saja aku sudah menyukai yang namanya kereta api. Tiap minggu aku naik kereta api. Ditambah dengan atraksi yang dilakukan oleh musisi terompet. Mereka menyanyikan lagu-lagu yang berhubungan dengan terompet. Entah lagu apa yang mereka mainkan tapi kelihatannya menarik untuk didengar. Selain beberapa atraksi yang ada di Aula Stasiun Gambir. Aku melihat banyak sekali rombongan yang sedang berdiskusi, mengobrol, bercanda, dan lain sebagainya. Adapun kru-kru dari beberapa stasiun televisi tertentu yang sedang meliputi peristiwa yang ada dihari itu. Aku berkeliling ditempat-tempat itu, lalu aku ingin mengikuti acara seperti itu. Aku datangi tempat buku tamu dan berkomunikasi degannya dan menanyakan mengenai  acara itu. Ternyata acara itu hanya boleh diikuti oleh rombongan yang sudah terdaftar saja. Tidak boleh perorangan karena pendaftaran dilakukan oleh 8 kelompok masing-masing sesuai dengan kapasitas gerbong yang ada. Alhasil, aku tidak bisa ikut mereka menuju Tanjung Priok. Walau aku merasa kecewa dengan apa yang aku dapatkan tapi aku memikirkan sesuatu hal bahwa aku masih bisa ke Tanjung Priok dengan menggunakan kereta api yang menuju ke stasiun itu. Untungnya saja, ada jadwal khusus kereta api yang dari Bogor menuju ke Tanjung Priok di hari minggu ini. Seingatku, kereta api dari Bogor tiba di Tanjung Priok pada pukul 10.54 dan ngaretnya pukul 11.00. Sehingga aku mash punya waktu untuk kembali ke Manggarai untuk transit dengan kereta api dari Bogor ke Tanjung Priok dengan kereta api Wisata Ancol.

Aku kembali membeli karcis untuk menuju ke stasiun Manggarai, aku menunggu kereta api Commuter Line ke Manggarai. Tak lama kemudian, kereta khusus untuk rombongan yang ke Tanjung Priok pun datang. Ternyata kereta tersebut merupakan kereta Commuter Line yang serupa saat aku pergi menuju stasiun Praungpanjang. Beberapa menit kemudian, kereta yang aku tunggu pun datang. Sehingga aku naik kereta itu dan kereta itu langsung diberangkatkan.

Ketika tiba di stasiun Manggarai, aku ingin membeli karcis untuk pergi ke Tanjung Priok. Namun kata loketnya itu sendiri bahwa aku langsung naik saja karena gak ada karcis khusus menuju stasiun Tanjung Priok. Akhirnya, aku sendiri bingung, ketika aku menanyakan kepada penjaga yang memeriksakan karcis mengatakan bahwa karcis untuk pergi ke Ancol atau Tanjung Priok hanya di jual di stasiun Bogor dan Depok saja. Aku makin bingung dengan semua tentang hal itu. Alhasil, aku hanya berencana untuk jalan-jalan naik kereta api saja. Awalnya aku ingin pergi ke Angke dengan menggunakan kereta api yang dari stasiun Depok itu. Aku membeli karcis itu ke loket lalu menunggu kereta itu. Ketika aku menunggu beberapa menit kemudian, kereta api yang menuju Ancol-Tanjung Priok sudah tiba. Dan tak lama kemudian, kereta yang menuju Angke pun sudah datang. Tinggal 2 pilihanku, antara Tanjung Priok atau ke Ancol? Ketika aku masuk ke dalam kereta api wisata Ancol. Aku bertanyta kondektur yang sedang berjalan di dalam kereta itu bahwa apakah kereta tersebut berhenti distasiun Pasar Senen. Dia hanya mengatakan Iya saja. Untuk memastikan apakah karcis tersebut diperiksa atau tidak, aku menanyakan orang yang ada didalam kereta itu apakah orang tersebut naik kereta api dengan tujuan apa dan apakah mempunyai karcis atau tidak. Kebanyak dari mereka tidak mempunyai karcis dan karcis tersebut tidak diperiksa sama sekali, mereka juga ada yang mau ke Tanjung Priok, ada yang mau ke Ancol, dan ada juga yang mau ke stasiun tertentu. Sehingga sudah aku pastikan bahwa aku pergi ke Tanjung Priok untuk melihat acara itu dengan alternatif menggunakan kereta api wisata Ancol dari Bogor ini. Ketika kereta ai yang menuju Angke sudah berangkat dari stasiun Manggarai. Kereta Ancol ini menunggu sinyal aman untuk diberangkatkan. Beberapa menit kemudian, Kereta Wisata Ancol-pun berangkat.

Sekitar pukul 11.08, aku tiba di stasiun Tanjung Priok. Ketika aku turun di stasiun Tanjung Priok. Suara ramai, dan meriah terdengar begitu keras. Ternyata acara tersebut memang dilaksanakan ditempat ini. Aku melihat-lihat dan berkeliling ditempat itu. Aku menemukan Gerbong Kereta Pustaka Indonesia yang isinya mengenai museum sejarah perkereta-apian, Patung Tradisi Betawi, beberapa kios kecil dari perusahaan tertentu seperti dari Fakultas Seni Rupa Universitas Kesenian Jakarta, Komunitas Edan Sepur Indonesia, Sanggar Wisata Kuliner, Jelajah Budaya, dan masih banyak lagi. Selain itu, aku juga melihat beberapa catatan sejarah mengenai dunia perkeretapian dari stasiun hingga perkembangan kereta api di Indonesia. Di ruang aula Tanjung Priok itulah terdapat rombongan dan beberapa atraksi yang dipentaskan disitu. Cukup meriah ditempat itu, sampai aku tertarik dan ikut memberikan applause kepada mereka yang sudah memberikan apresiasi dan kreatifitas selama mereka berpentas ditempat itu. Ternyata festival ini bertujuan untuk mengundang wisatawan asing, baik dalam negeri maupun luar negeri ke tempat bersejarah dan cagar budaya Stasiun Tanjung Priok ini. Sehingga dapat memenuhi misi yang bertemakan Visit Indonesia atau dengan kata lain Visit The Jakarta bahwa negara Indonesia atau kota Jakarta memiliki banyak kunikan yang langka daripada yang lainnya. Setelah aku melihat beberapa atraksi dari mereka, tiba-tiba semua rombongan kembali ke kereta khusus mereka untuk pulang ke Gambir. Mungkin acaranya sudah selesai padahal jam saja sudah menunjukkan pukul 11.45. Pada saat itu, aku keluar dari stasiun Tanjung Priok untuk mengisi kekosongan perutku yang lapar ini dengan makan Ketoprak. Biayanya hanya 6000 rupiah saja.

Ketika aku selesai makan, aku ingin segera pulang karena aku sudah puas melihat acara tersebut. Namun yang sangat aku cemaskan bahwa di jam seperti ini yaitu jam 12.03 adalah tidak ada kereta yang balik ke daerah jalur bekasi. Jika hal itu tak ada maka aku terdampar di stasiun Tanjung Priok sambil menunggu waktu sore untuk naik kereta api lokal menuju  stasiun Pasar Senen atau Kemayoran atau juga Rajawali sekiat 3-4 jam. Aku berkeliling ditempat loket stasiun Tanjung Priok itu. Aku melihat di jadwal untuk kembali ke jalur Bekasi disiang hari hanya ada pada jam 11.45 saja. Diriku langsung ngedrop karena aku tidak bisa ngapa-napain karena kereta api yang menuju ke jalur Bekasi sudah tidak ada lagi. Akhirnya, aku hanya berkeliling tak jelas di tempat loket itu sambil melihat jadwal yang ada ditempat itu. Jadwal yang aku dapat dari stasiun itu adalah:

1. Kereta Api Ekonomi Kertajaya.
Jam berangkat : 15.20
Tujuan : Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Waleri, Semarang Poncol, Cepu, Bojonegoro, Lamongan, Surabaya Pasar Turi.

2. Kereta Api Lokal Purwakarta
Jam berangkat : 08.30 (Purwakarta) dan 16.15 (Cikampek)
Tujuan : Pasar Senen, Jatinegara, Klender, Kelender Baru, Cakung, Bekasi, Kedunggedeh, Cikampek, Purwakarta.

3. Kereta Api Commuter Line Bogor
Jam berangkat : 10.38 dan 17.05
Tujuan : Bogor (Hanya berjalan di hari minggu saja)

4. Kereta Api Commuter Line Bekasi
Jam berangkat : 09.37, 11.45, dan 18.05
Tujuan : Bekasi

Itulah jadwal Kereta Api yang ada di stasiun Tanjung Priok. Akhirnya, karena terpaksa aku harus menunggu 3-4 jam menunggu kereta yang aku tunggu untuk pulang, aku hanya berdiam diri saja didekat loket. Beberapa menit kemudian, ada orang yang ingin membeli karcis Commuter Line Bekasi. Dia menanyakan bahwa apakah kereta api Commuter Line Bekasi di jam 11.45 sudah berangkat duluan atau belum. Tukang loket menjawab bahwa kereta tersebut belum tiba sama sekali di Tanjung Priok karena kereta tersebut mengalami keterlambatan. Sehingga dia membeli karcis itu sebanyak 4 buah untuk temannya. Aku merasa lega ketika aku mendengarkan kata itu. Aku memblei karcis Commuter Line Bekasi. Ketika aku keluar dari ruang loket tersebut. Aku mendengarkan suara Announcer bahwa kereta Commuter Line Bekasi sekarang berada di stasiun Kemayoran dan mau menuju Tanjung Priok dan juga kereta itu akan berhenti di jalur lima. Akhirnya, aku menunggu sambil melihat-lihat aula tempat dimana acara itu dimulai. Walaupun ditempat itu hanya tersisa panitia dan beberapa artist keroncong yang sedang bernyanyi disitu, aku merasa bahagia melihat ini semua karena hal ini merupakan kenangan yang tidak pernah aku lupakan bisa melihat festival budaya kereta api ini. Sebelum aku menuju platform kereta api, aku ingin membeli sesuatu di stasiun itu. Namun sayangnya, aku bingung ingin membeli apa karena tidak ada yang menarik bagiku. Jadinya, aku hanya melihat-lihat saja tempat itu terutama di semua kios yang ada.

Sekitar pukul 12.12, kereta api Commuter Line Bekasi pun tiba di Tanjung Priok dengan Style badan kereta dengan kepala gemuk putih strip oranye, dan badan kereta yang dilapisi baja strip bahwa biru dan dibahwanya lagi oranye dengan ada tulisan ”Djoko Lelono 2” di tengah badang kereta api itu. Ketika aku masuk didalam kereta api ini, isi penumpang yang ada sangatlah sepi bahkan hanya bisa dihitung dengan jari. Hanya ada sekitar 28 orang yang naik kereta api itu. Didalam interior kereta api itu, warna kursinya adalah warna hijau dan jendelanya pun berbentuk kotak luas walaupun lapisan jendelanya itu ada yang sudah terkelupas sehingga warnanya tidak redup lagi.

Selama perjalanan menggunakan kereta api Djoko Lelono 2 ini, ada kejadian unik dan langka yang pernah aku lihat. Ketika kereta api yang aku tumpangi ini tiba di stasiun Rajawali, ada kereta api Ekonomi Bekasi yang sedang berhenti di stasiun itu juga dan mau menuju ke stasiun Kemayoran, begitupun dengan kereta api yang aku tumpangi. Ketika kereta yang aku tumpangi ini berangkat, kereta api Ekonomi Bekasi itupun juga ikut berangkat sehingga kedua kereta api ini berangkat bersamaan. Sehingga terjadilah balap lari siapa kereta yang pertama kali sampai di Stasiun Kemayoran dialah yang menang. Cukup unik dan langka ketika aku melihat dan merasakan kereta yang aku tumpangi dengan kereta api yang lainnya berangkat bersamaan di arah jalur yang sama. Dengan kecepatan yang relatif konstan, bisa dilihat bahwa kereta api Commuter Line Bekasi ”Djoko Lelono 2” berjalan dengan cepat walau kereta api Ekonomi Bekasi berjalan agak cepat. Namun sayangnya, kereta api Ekonomi Bekasi berjalan lebih cepat dibandingkan kereta api Djoko Lelono 2 sehingga kereta api Ekonomi Bekasilah yang sampai duluan di stasiun Kemayoran. Yah kalah deh... namun, ketika lepas dari stasiun Kemayoran, kereta Djoko Lelono 2 lah yang berangkat duluan karena kereta tersebut mengalami keterlambatan ketika ingin berangkat ke Tanjung Priok. Sampai jumpa kereta Ekonomi Bekasi dan terima kasih telah berpatisipasi untuk ikut balapan menuju stasiun Kemayoran. Hahaha.... :D

Aku turun di stasiun Pasar Senen sambil menunggu kereta api Commuter Line yang menuju ke Stasiun Jakarta tiba. Aku mencari loket untuk membeli karcis Commuter Line Jakarta. Aku rada kebingungan ketika aku mencari loket di Pasar Senen karena tempatnya berubah. Soalnya aku tidak pernah berkeliling ditempat ini sejak aku SD dulu. Sehingga aku kebingungan mencari loket karcis untuk kereta api Commuter Line itu. Aku mencoba mencari di sekitar pintu masuk selatan. Ternyata tempat loket tersebut ada ditempat itu. Saat aku lihat ditempat loket utara, loket tersebut hanya khusus untuk kereta api Jarak jauh saja, sehingga aku harus mencari loket selatan untuk membeli karcis Commuter Line Jakarta. Ketika aku mencarinya, aku menemukan loket yang aku cari. Aku membeli karcis tersebut dan kembali ke tempat dimana aku turun dari kereta Djoko Lelono 2 itu.

Aku menunggu Kereta Api Commuter Line Jakarta sambil menunggu di tempat duduk di platform 2. Sambil menunggu, aku SMSan dengan temanku yang sudah aku jelaskan sebelumnya bersama dengan adik kelas pramukaku yang bernama Hera. Tiba-tiba terdengar suara Announcer bahwa dia meminta maaf bahwa kereta api yang menuju ke Stasiun Jakarta mengalami keterlambatan karena adanya gangguan sinyal dan wessel rel. Sehingga sepertinya aku pulang ke rumahku sendiri agak lama. Aku hanya duduk sambil SMSan saja, dan tak lama kemudian, aku berjalan-jalan ditempat itu sambil mencari sesuatu yang baru. Aku melihat banyak sekali orang yang sedang tiduran di platform dua karena sedang menunggu kereta yang mereka igninkan itu datang. Adapun yang sedang makan di kios tertentu, ada yang terlihat madesu, dan banyak sekali yang lainnya. Sesuatu yang unik dan langka aku lihat ditempat itu lagi, seorang lelaki dan perempuan sedang bermesraan ditempat itu namun anehnya keduanya itu adalah tunawicara. Mereka tidak bisa bicara sekali, hanya memberikan isyarat saja. Aku kira, salah satu dari mereka tidak menyandang penyakit itu namun ternyata kedua-keudanya sama-sama tunawicara. Hebat ya, walau keduanya sama-sama cacat tapi yang namanya cinta tak akan lepas dari dalam jiwa mereka masing-masng walau mereka memiliki kecacatan seperti itu. Aku jadi merasa salut terhadap mereka. Biasanya, setiap pasangan, entah itu pacar maupun suami istri tidak mau kalau salah satu dari mereka itu cacat. Bahkan dilarang oleh hukum sekali pun. Namun kali ini benar-benar langka dan unik, kedua pasangan yang sama-sama memiliki cacat yang sama, bisa bersatu dan bersama. Memiliki cinta yang kekal dan abadi bagi hidup mereka. Seandainya aku bisa memiliki cinta yang kekal dan abadi seperti mereka yang memiliki kekurangan yang sama dan bisa memakluminya, pasti bisa romantis dan harmonis seperti mereka. Tapi entah kenapa setiap aku bercinta selalu tidak beres dan berujung pada kesialan, malapetaka, hingga akhirnya berujung pada maut sekalipun???

Hampir 1 jam 30 menit aku menunggu kereta api di stasiun itu, kereta yang aku inginkan pun datang juga. Sehingga aku bisa pulang ke rumah dengan membawakan kenang-kenangan yang tidak akan aku lupakan. Baik dari hal yang menyenangkan, menyebalkan, mengasyikkan, keunikan, dan kelangkaan yang terjadi di hari ini. Selamat tinggal tanggal 20 November 2011. Kau adalah momment yang menyenangkan bagi hidupku ini. :)

0 komentar: